Jakarta, 10/9 (ANTARA) - Pria yang mengaku Muhammad Toriq membawa senjata api saat menyerahkan diri ke Pos Polisi (Pospol) Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (9/9) sekitar pukul 17.30 WIB.
"Orang yang mengaku Toriq itu, membawa senjata api jenis `Sixhour` saat mendatangi pospol," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Senin.
Kombes Rikwanto membantah pria yang belum dipastikan Toriq itu, membawa bom rakitan saat menyerahkan diri, namun membawa rambut palsu dan sabuk.
Perwira menengah kepolisian itu, menuturkan pria tersebut menyerahkan diri kepada polisi, karena alasan kangen ingin bertemu istri, anak dan ibunya.
Saat ini, Toriq menjalani pemeriksaan di Markas Komando (Mako) Brimob Mabes Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Petugas sempat mencurigai korban ledakan yang terjadi di Beji, Depok, Jawa Barat pada Sabtu (8/9) pukul 21.27 WIB, adalah Toriq, namun hal tersebut belum dapat dipastikan, karena ada pria yang mengaku Toriq menyerahkan diri.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menetapkan status buron terhadap Toriq terduga pemilik lima unit bom rakitan dan berbagai bahan peledak lainnya yang ditemukan di rumah ibunya, Iyot di Jalan Teratai 7 RT02/04, Tambora, Jakarta Barat.
Kejadian berawal saat warga melihat kepulan asap dan mencium bahan yang diduga mesiu di rumah yang dihuni Toriq di Jalan Teratai 7, RT 02/04, Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (5/9) sekitar pukul 14.30 WIB.
Warga sempat mendatangi rumah milik Iyot tersebut, guna mencari penyebab kepulan asap itu. Namun Toriq melarikan diri ke arah Jembatan Lima, Tambora.
Polisi menyita barang bukti berupa lembaran panduan merakit bom, tiga kardus yang berisi botol, lakban, dua botol berisi paku, kaleng makanan, baterai, charger telepon selular, potongan pipa dan kabel, serta bahan lainnya.
Anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri sempat memeriksa istri Toriq, Sri Haryati bersama anaknya, serta ibundanya, Iyot.
sumber : Toriq Bawa Pistol Saat Serahkan Diri - IYAA.com