• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Tomat Berumbi Kentang Bisa Dipeliharan di Pot

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. kis
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

kis

IndoForum Junior E
No. Urut
281032
Sejak
23 Mei 2013
Pesan
1.661
Nilai reaksi
36
Poin
48
7wSpU.jpg
Buah semangka berdaun sirih hanya ada di lirik lagu Broery Pesolima, tetapi tanaman berbuah tomat sekaligus berumbi kentang benar-benar ada di Inggris. Tanaman yang diberi nama Tom Tato ini menghasilkan lebih dari 500 buah tomat ceri yang manis di atas permukaan tanah. Sedangkan di bawah permukaan tanah, tanaman ini menghasilkan beberapa kentang putih yang cocok untuk direbus, dipanggang, ataupun dijadikan keripik kentang.

Perusahaan hortikultura yang mengembangkan jenis tanaman ini, Thompson & Morgan, sebagaimana dikutip telegraph.co.uk, Selasa (24/9/2013), mendeskripsikan tanaman tersebut sebagai tanaman sayur serba guna yang bisa dipelihara di dalam pot. Thompson & Morgan dan menjualnya dengan harga 14.99 poundsterling atau sekitar Rp280.000 per pohon.

Jenis tanaman hybrid ini bukan merupakan hasil rekayasa genetik melainkan diwujudkan melalui teknik reptoduksi vegetatif. Tomat dan kentang sama-sama merupakan anggota dari genus Solanaceae yang memungkinkan untuk dilakukan teknik okulasi dan penyambungan.

Menurut Thompson & Morgan, sebenarnya okulasi dan penyambungan tomat dan kentang telah dikenal sejak beberapa dekade belakangan, dan beberapa pertanian kecil Inggris sudah melakukan teknik ini. Namun produk Tom Tato yang dihasilkan perusahaan yang berbasis di London tersebut merupakan yang kali pertama dikomersialkan dalam jumlah besar.

Paul Hansord, direktur hortikultura di perusahaan tersebut, mengatakan dia kali pertama mendapatkan ide ini sejak 15 tahun lalu ketika sedang berada di Amerika Serikat (AS) dan menganggap bahwa salah satu petani kecil yang menanam tomat dan kentang secara bersamaan di sana adalah sebuah lelucon. “Lima tahun yang lalu, saat saya sedang berada di Italia untuk mengunjungi perusahaan pertanian yang fokus mengembangkan teknik cangkok. Saya mulai kembali berpikir tentang hal yang telah saya tertawakan di AS dulu,” ujar Hansord yang menjalani tiga tahun lebih proses percobaan hingga akhirnya dia yakin dapat memproduksi jenis tanaman hibrid ini hingga 34.000 tanaman per tahunnya.

Menurut Hansord, TomTato memiliki tingkat okulasi dan penyambungan yang cukup sulit karena harus menggunakan benih tomat dan kentang yang memiliki kadar massa yang sama agar dapat tumbuh sempurna. “Kedua benih tanaman ini digabung di sebidang tanah yang dilapisi plastik klip hingga tumbuh tunas, kemudian dipindahkan ke dalam pot diameter bukaan selebar 9 cm untuk dapat tumbuh dengan normal,” jelas Hansord.

TomTato diklaim mampu tumbuh dengan baik di dalam maupun luar ruangan, asalkan berada di pot atau kantong tanam yang cukup besar.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.