Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
intensitas percakapan tentang PKI meningkat tajam lantaran dipicu oleh ajakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk kembali menonton bersama Film G30S/PKI.
"Intensitas tersebut meningkat tajam dalam seminggu terakhir, khususnya 18 september 2017, yg dalam sehari sanggup menggerakkan 101.459 percakapan di Twitter," ungkap Rustika dalam hasil risetnya bertajuk "PKI dalam Respons Netizen".
Menurut Rustika, semua cuitan tentang isu PKI itu berasal dari 58.059 akun manusia (90,5 persen ) & 6.093 akun robot (mesin) sekitar 9,5 persen. "Seminggu terakhir, isu PKI masih direspons sebanyak 51.816 akun manusia (90,2 persen) & 5619 akun robot (9,8 persen). Perpaduan dua akun tersebut membentuk 361.971 percakapan (tweets)," papar Rustika.
Wacana film G30S/PKI menempati porsi sebesar 31 persen dari seluruh pembicaraan netizen, yg ditanggapi dengan pro & kontra. Apalagi, Presiden Jokowi turut memberikan pernyataan & mengharapkan supaya dibuat versi terbaru, sehingga dapat diterima generasi milenial tanpa menghilangkan konteks dari maksud film itu sendiri. Reaksi netizen pada isu film ini didominasi dengan emosi "anticipation" yg diwujudkan dengan penantian acara nonton bareng, respons pada pernyataan Jokowi. "Sementara itu, isu lainnya yg dimunculkan para netizen adalah Orde Baru, perhatian netizen pada ulama, peristiwa di YLBHI, serta acara talkshow di salah satu televisi.
Masing-masing isu tersebut rata-rata dibicarakan sebanyak 3-5 persen dari keseluruhan pembicaraan tentang PKI," papar Rustika. Jokowi jadi figur terbanyak yg disebut (di-mention), yakni sebanyak 25.552 tweets. Posisi ke dua disusul oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (16.988 tweets).
Nama Soeharto kembali disebut sebanyak 6.647 tweets, serta Kivlan Zen 2.930 tweets. Secara demografi, tutur Rustika, 37 persen netizen yangg merespons isu PKI berasal dari usia 26-35 tahun. Sisanya, usia 19-25 tahun sebanyak 28,2 persen, netizen berusia di atas 35 tahun sebanyak 25,3 persen. Sementara itu, netizen yg berusia di bawah 18 tahun atau belum pernah merasakan tayangan wajib setiap tahun di televisi, turut berpendapat sebanyak 9,5 persen. "Isu ini direspons di hampir seluruh wilayah di Indonesia, terbanyak di Jawa," ujar Rustika.
Dalam kesempatan itu, Rustika menyebutkan, ada beberapa kelompok yg meramaikan cuitan PKI dengan segala variasinya. Masing-masing kelompok memiliki massa & narasi yg berbeda-beda. "Misalnya, narasi-narasi yg meyakini bahwa PKI mulai bangkit, ada yg merasa itu cuma kekhawatiran, ada narasi ajakan kembali menonton Film G30S/PKI, & masih banyak lagi. Tapi memang soal film salah satu yg terbanyak dibicarakan," ucap Rustika. Perbincangan isu PKI, tutur dia, ada masanya.
Menjelang September, intensitasnya pasti meningkat. "Meski dalam riset 2016, isu PKI meningkat tajam justru tidak di September, melainkan Mei, Juni, & Desember," mengatakan Rustika. Membicarakan tentang intensitas, lanjut dia, artinya bicara tentang massa. "Berapa banyak orang yg mau meresponsnya.
Bicara tentang mereka yg meresponsnya, maka bicara tentang momentumnya. Adakah pemicunya? Seberapa akbar pemicunya?" Dalam riset di Twitter, menurut Rustika, pada 2016 isu PKI dibicarakan sangat tinggi di bulan Mei & Juni, mencapai 70.588 tweet & Desember 2016 sebanyak 79.912 tweets, yg berlanjut hingga Januari 2017. Peningkatan percakapan secara drastis tentang PKI terjadi sejak Mei 2016 lalu.
Dan sejak itu, mengatakan dia, isu PKI konsisten diperbincangkan di Twitter. Beberapa pemicunya diantaranya adalah penemuan kaos bergambar palu arit & beberapa isu yg dianggap bagian dari kebangkitan PKI, isu temuan kuburan massal, simposium nasional terkait PKI, & memuncak pada saat penangkapan aktivis karena dianggap makar. "Bila di tahun 2016, angka perbincangan tertinggi terjadi sebanyak 79 ribu, keadaan itu meningkat tajam di sepanjang 2017. Puncak isu tersebut terjadi di bulan Januari & September," tambah Rustika.
Pada Januari 2017, isu PKI dibahas sebanyak 217.903 percakapan dari 33.700 akun manusia & 4.610 akun mesin. Setelah itu, percakapan isu tersebut berkisar antara 80 ribu hingga 125 ribu tweets setiap bulan, hingga akhirnya meroket tajam pada September 2017. Dalam hal ini, giliran isu film jadi salah satu pemicu terbesarnya. Momentum tersebut tepat karena bertepatan menjelang hari tragedi nasional tersebut sehingga mendapatkan respon massa yg cukup besar.
Hari ini 04:10