• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Internasional Tolak Isi Bensin Ambulans, Karyawan SPBU Dipecat

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
100
Poin
48
Memalukan sekaligus memilukan. Ini kisah nyata yang terjadi di China pekan lalu.
YlIX.jpg

ilustrasi
Adalah dua karyawan stasiun pompa bensin umum (SPBU) milik Pemerintah China, Sinopec, di Jinguoping, Badong, yang menolak mentah-mentah mengisi bensin sebuah mobil ambulans pada Jumat (24/5/2013) sekitar pukul 09.00 malam. Mereka bersikeras lantaran saat itu adalah waktunya pompa bensin tutup operasi. Demikian tulis Xinhua.

Padahal, ambulans itu tengah membawa seorang pasien kritis, Chen Qianjun. Pasien adalah warga desa setempat yang mengalami kecelakaan gara-gara terjatuh saat tengah membangun rumahnya. Rumah sakit tujuan jaraknya sekitar empat jam dari tempat tinggal Chen Qianjun.

Gara-gara penolakan itu, sopir ambulans terpaksa berkeliling satu jam mencari pompa bensin yang masih buka. Alhasil, upaya itu memang membuahkan hasil meski sopir mesti membayar lebih mahal lantaran pompa bensin dimaksud adalah pompa bensin swasta.

Nah, lantaran direpotkan oleh "perkara" bensin itu, urusan mengantar pasien kritis itu pun jadi molor waktunya. Alih-alih mendapat pertolongan pertama di rumah sakit, Chen Qianjun malah meninggal di jalan. Kala pasien kritis itu mengembuskan napas terakhir, waktu menunjukkan pukul 01.05 dini hari, Sabtu (25/5/2013).

Berita penolakan oleh dua karyawan pompa bensin itu pun merebak di media sosial. Kecaman bertubi-tubi untuk mereka pun tak terbendung.

Petinggi Sinopec tak tinggal diam. Tanpa basa-basi kedua karyawan itu pun dipecat. "Kami sangat terkejut dan memohon maaf lantaran kejadian ini," kata Juru Bicara Sinopec, Lyu Dapeng.

Lyu Dapeng juga menegaskan menyelamatkan kehidupan adalah prioritas utama di segala kondisi. "Penolakan kedua karyawan kami tak termaafkan," begitu Lyu Dapeng menegaskan.
 
bener tuh nunggu beberapa menit buat ngisi mobil ambulan nya masa gak mau sih..
gak berperikemanusiaan banget mana rumah sakit nya juga jauh kan tuh..
bagus deh kalo di pecat..
 
rasakn . .

masak gitu aja ga ada rasa kemanusiaan nya yaa . .
parah bener emang manusia zaman sekarang
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.