yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Pusat perbelanjaan Buana Pasaraya di Jalan Gandawijaya, Kota Cimahi, kemarin dini hari, terbakar. Akibatnya, dua penghuni tewas yakni Ninawati, 62, ibu; dan Clarissa, 22, anak.
Polisi menemukan dua jasad korban dalam kondisi hangus terbakar.Kepulan asap disertai api terlihat di lantai 1 pusat perbelanjaan itu pukul 02.00 WIB. Karena banyak barang-barang yang mudah terbakar, api dengan cepat merembet ke lantai di atasnya.”Saya sempat melihat percikan api dari kabel yang memanjang di dinding toko itu,” ujar saksi mata,Aam Ilhamsyah, yang tinggal di samping pusat perbelanjaan tersebut.
Kapolres Cimahi AKBP Anwar mengatakan, kebakaran itu menghanguskan seluruh isi pusat perbelanjaan yang sebagian besar berupa pakaian. Saat kejadian, keluarga pemilik toko yang terdiri dari suami, istri, dan dua anaknya berada di dalam toko.Suami Ninawati, Wiratirta,54; dan salah seorang anaknya,Marsyeila, 16, berhasil menyelamatkan diri.
Sementara diduga istri dan anaknya yang lain yakni Clarissa gagal keluar dari kobaran api.Keduanya ditemukan tewas dalam kondisi sulit dikenali. ”Korban yang berhasil menyelamatkan diri adalah Wiratirta dan Marsyeila,”kata Anwar seraya belum bisa menyebutkan penyebab kebakaran.
Kepala Satuan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kebakaran Ogi Mardiyanto mengaku kesulitan masuk ke toko karena pintu geser toko yang terbuat dari baja sulit dibuka. ”Suhu panas dari kobaran api membuat lapisan bajanya memuai sehingga pintu sulit dibuka,”ucapnya.
UPTD Kebakaran Kota Cimahi mengerahkan sembilan unit mobil pemadam kebakaran dan puluhan anggota untuk memadamkan api. ”Kami belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran, biar pihak kepolisian yang memastikannya melalui identifikasi,”katanya. Kebakaran tersebut sempat menjadi pusat perhatian warga yang tinggal di sekitar Buana Pasaraya. Mereka memenuhi trotoar jalan sambil menyaksikan petugas kebakaran berusaha memadamkan api.
Menyikapi kebakaran ini, Pemkot Cimahi akan mengevaluasi keberadaan bangunan di sepanjang Jalan Gandawijaya untukmengantisipasibahaya kebakaran. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Cimahi Ison Suhud mengungkapkan, kebakaran di Buana Pasaraya harus dijadikan pelajaran melalui evaluasi sistem keamanan gedung. Mayoritas toko maupun rumah toko (ruko) di sepanjang Jalan Gandawijaya merupakan gedung tua yang berderet berhimpitan.
Umumnya pemilik menggunakan pintu baja dan teralis yang kokoh.Menurut dia, teralis dan pintu baja menjadi kendala dalam upaya pemadaman saat peristiwa kebakaran. ”Hal itu pula yang menyebabkan dua penghuninya terjebak dalam kobaran api,”kata Ison. Selain mengevaluasi, dia berjanji menyosialisasikan kepada masyarakat tentang antisipasi bahaya kebakaran.
Hal itu akan dibarengi pemberian pemahaman terkait instalasi listrik yang kerap dituding menjadi penyebab kebakaran.”Kami juga mengusulkan perbaikan dan penambahan fasilitas pemadam kebakaran di UPTD Damkar Cimahi,” imbuhnya.
Polisi menemukan dua jasad korban dalam kondisi hangus terbakar.Kepulan asap disertai api terlihat di lantai 1 pusat perbelanjaan itu pukul 02.00 WIB. Karena banyak barang-barang yang mudah terbakar, api dengan cepat merembet ke lantai di atasnya.”Saya sempat melihat percikan api dari kabel yang memanjang di dinding toko itu,” ujar saksi mata,Aam Ilhamsyah, yang tinggal di samping pusat perbelanjaan tersebut.
Kapolres Cimahi AKBP Anwar mengatakan, kebakaran itu menghanguskan seluruh isi pusat perbelanjaan yang sebagian besar berupa pakaian. Saat kejadian, keluarga pemilik toko yang terdiri dari suami, istri, dan dua anaknya berada di dalam toko.Suami Ninawati, Wiratirta,54; dan salah seorang anaknya,Marsyeila, 16, berhasil menyelamatkan diri.
Sementara diduga istri dan anaknya yang lain yakni Clarissa gagal keluar dari kobaran api.Keduanya ditemukan tewas dalam kondisi sulit dikenali. ”Korban yang berhasil menyelamatkan diri adalah Wiratirta dan Marsyeila,”kata Anwar seraya belum bisa menyebutkan penyebab kebakaran.
Kepala Satuan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kebakaran Ogi Mardiyanto mengaku kesulitan masuk ke toko karena pintu geser toko yang terbuat dari baja sulit dibuka. ”Suhu panas dari kobaran api membuat lapisan bajanya memuai sehingga pintu sulit dibuka,”ucapnya.
UPTD Kebakaran Kota Cimahi mengerahkan sembilan unit mobil pemadam kebakaran dan puluhan anggota untuk memadamkan api. ”Kami belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran, biar pihak kepolisian yang memastikannya melalui identifikasi,”katanya. Kebakaran tersebut sempat menjadi pusat perhatian warga yang tinggal di sekitar Buana Pasaraya. Mereka memenuhi trotoar jalan sambil menyaksikan petugas kebakaran berusaha memadamkan api.
Menyikapi kebakaran ini, Pemkot Cimahi akan mengevaluasi keberadaan bangunan di sepanjang Jalan Gandawijaya untukmengantisipasibahaya kebakaran. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Cimahi Ison Suhud mengungkapkan, kebakaran di Buana Pasaraya harus dijadikan pelajaran melalui evaluasi sistem keamanan gedung. Mayoritas toko maupun rumah toko (ruko) di sepanjang Jalan Gandawijaya merupakan gedung tua yang berderet berhimpitan.
Umumnya pemilik menggunakan pintu baja dan teralis yang kokoh.Menurut dia, teralis dan pintu baja menjadi kendala dalam upaya pemadaman saat peristiwa kebakaran. ”Hal itu pula yang menyebabkan dua penghuninya terjebak dalam kobaran api,”kata Ison. Selain mengevaluasi, dia berjanji menyosialisasikan kepada masyarakat tentang antisipasi bahaya kebakaran.
Hal itu akan dibarengi pemberian pemahaman terkait instalasi listrik yang kerap dituding menjadi penyebab kebakaran.”Kami juga mengusulkan perbaikan dan penambahan fasilitas pemadam kebakaran di UPTD Damkar Cimahi,” imbuhnya.