Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sumber :VOI
Ada desas desus mengabarkan bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) akan jebol karena rasio utang kepada Produk Domestik Bruto (PDB) era Prabowo Gibran bakal melonjak, seiring dengan melebarnya defisit APBN.
Namun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto & Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, bersama Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Pemerintahan Prabowo Gibran memastikan APBN era Prabowo Gibran akan dijaga.
Airlangga mengatakan, berdasarkan proses pembahasan RAPBN 2025 yg dilakukan oleh pemerintah bersama DPR, pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Gibran akan dapat menjaga berbagai indikator keberlanjutan fiskal, salah satunya defisit anggaran.
Sementara itu, Sri Mulyani bilang, Presiden terpilih Prabowo Subianto sudah menyampaikan komitmennya untuk menjaga defisit anggaran di bawah angka 3 persen PDB.
Sri Mulyani menjelaskan, selama ini pemerintah terus menjaga defisit APBN di bawah 3 persen kepada PDB sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Terkait dengan adanya program Makan Bergizi Gratis, Sri Mulyani memastikan, program ini sudah dialokasikan anggarannya pada tahun depan, dengan besaran yg tidak akan menciptakan defisit anggaran membengkak, yakni sebesar Rp 71 triliun.
"Angka Rp 71 triliun itu ada di dalam range postur defisit 2,29 - 2,82 persen," mengatakan Sri Mulayani.
Di pihak lainnya, Anggota Bidang Keuangan Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Pemerintahan Prabowo Gibran Thomas Djiwandono memastikan, pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Gibran tidak akan mengerek rasio utang hingga 50 persen kepada PDB.
Pasalnya, pemerintah akan menaati ketentuan terkait defisit anggaran di bawah 3 persen, sehingga besaran penarikan utang untuk membiayai kebutuhan belanja negara akan dijaga.
Sumber : https://money.kompas.com/read/2024/0...bar-apbn-jebol
Sebagai informasi, pada Kamis 20 Juni 2024, Pemerintah & Panitia Kerja (Panja) Badan Anggaran (Banggar) DPR RI sepakat untuk menurunkan target bawah defisit RAPBN 2025 dari 2,45 % PDB jadi 2,29 % PDB.
Dengan demikian, target defisit RAPBN 2025 disepakati berada pada kisaran 2,29 % hingga 2,82 % atau berada di bawah angka 3 %.
Sumber : https://nasional.kontan.co.id/news/t...-hingga-50-pdb
Fakta fakta di atas menunjukkan kekhawatiran banyak pihak yg sempat menuding Koalisi Gemoy akan mendirikan kabinet obesitas & pembiayaan raksasa Program Makan Bergizi Gratis akan membebani APBN 2025, tidak terbukti.
Sebab APBN perdana Prabowo Gibran disusun secara strategis & taktis, termasuk soal persiapan Program Makan Bergizi Gratis yg digelar secara bertahap, dimana anggaran tahun perdana cuma memakan Rp 71 triliun, sehingga APBN pun berhasil disahkan dengan menjaga defisit 3 %.
Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market...prabowo-rp71-t
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah bahkan menilai APBN 2025 yg merupakan anggaran perdana pemerintahan Prabowo Gibran tidak mewah.
Politisi PDIP itu mengatakan bahwa tanda tanda APBN 2025 tidak mewah sebenarnya sudah terlihat sejak Kerangka Ekonomi Makro & Pokok Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) dibahas oleh DPR bersama pemerintah.
"Dari sisi anggaran, bagaimana di panja anggapan KEM-PPKF, kita sadari bersama bahwa tidak ada kemewahan untuk APBN 2025 mendatang," mengatakan Said dalam agenda rapat kerja bersama Kemenkeu & Kementerian PPN/Bappenas di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin 24 Juni 2024.
Sumber : https://finance.detik.com/berita-eko...-ini-alasannya
Tidak adanya indikasi & nuansa bermewah-mewah dalam struktur APBN 2025, menandakan bahwa usai dilantik, pemerintahan perdana Prabowo Gibran akan fokus pada realisasi program yg dijanjikan saat kampanye secara tepat target dengan penggunaan anggaran yg ketat.
Dengan kepastian bahwa APBN 2025 jauh dari pemborosan & ditargetkan tetap berada di kisaran defisit 3 %, diperkirakan akan berdampak positif bagi perekonomian nasional & iklim investasi jelang transisi pemerintahan.
Situasi yg sempat dikhawatirkan akan berdampak negatif pada kinerja awal Prabowo Gibran, yakni nilai tukar rupiah kepada dolar AS yg sedang merosot, akan mengarah pada normalisasi secara bertahap.
Sebab ada tiga faktor penting yg mempengaruhi nilai tukar rupiah kepada dolar AS saat ini, yakni:
a. Investor global menarik danang & menahan modal karena menunggu arah Amerika Serikat usai momen puncak Pilpres AS yg akan digelar November 2024.
Sumber : https://bisnis.tempo.co/read/1883166...l-asing-keluar
b. Eskalasi geopolitik Timur Tengah yg sedang diupayakan memasuki masa de-eskalasi usai Presiden AS Joe Biden menggalang proposal perdamaian Israel & Hamas, akan mempengaruhi harga minyak mentah di pasar dunia, yg bertalian erat dengan arah nilai tukar Dollar AS.
Sumber : https://infobanknews.com/awas-harga-...rus-berlanjut/
c. Tren eskalasi politik dalam negeri yg menggeliat lantaran ada rentang yg cukup lama dari kemenangan Prabowo Gibran hinnga pelantikan, yg diikuti manuver seluruh pemangku kepentingan politik saling gocek untuk mendapatkan posisi strategis di Pilkada 2024 yg akan digelar November 2024, berdampak pada kesan kuat adanya instabilitas politik nasional.
Situasi ini diperkirakan akan memasuki babak baru usai pendaftaran Pilkada 2024 ditutup pada Agustus 2024, lantaran dimulainya pertarungan calon kepala daerah, sehingga akan dengan sendirinya menurunkan tensi politik di pentas nasional, bergeser jadi peningkatan tensi politik di tingkat wilayah/daerah.
Konsentrasi perpolitikan akan berubah jadi bersifat sporadis pada medan-medan pertempuran politik di tiap wilayah, tak lagi berpusat di tingkat tinggi nasional.
Tiga faktor di atas secara biasa akan menghasilkan de-eskalasi Geopolitik Global maupun de-eskalasi perpolitikan nasional.
Sehingga target optimisnya, kinerja 100 hari perdana Prabowo Gibran akan digelar saat geopolitik global memasuki babak baru usai terpilihnya Presiden AS 2024 2028.
Kepastian siapa pemimpin AS akan berkorelasi aktif dengan arah Uni Eropa & NATO kepada Timur Tengah, sehingga juga akan mengubah konstelasi Timur Tengah & harga minyak mentah.
Dengan demikian, disahkannya APBN 2025 dengan ketetapan menjaga defisit di bawah 3 %, tidak cuma sejalan dengan tren de-eskalasi geopolitik global, tetapi sekaligus bersifat antisipatif untuk menghadapi keadaan tak terduga.
Sebab, arah perekonomian dunia, akan ditentukan oleh pertalian erat antara Pilpres AS gejolak Timur Tengah harga hinyak Nilai tukar Dolar AS.