• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

To Cool Are Wanna - Puas....Puas...Puas... vs SBY-JK

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. rakditz
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

rakditz

IndoForum Senior D
No. Urut
94
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
4.385
Nilai reaksi
123
Poin
63
From: Andri Kosasih [mailto:andri@dyandra. com]

Tukul vs SBY-JK
oleh : Christovita Wilotomanaging Partnerwiloto Corp. Indonesia

'Tak sobek-sobek mulutmu," teriak Tukul Arwana kepada Christine Hakim,
disusul kalimat yang jadi trade mark Tukul "puas... puas... puas...?!"
Christinepun terpingkal-pingkal hingga terjongkok-jongkok dan (maaf) ngompol
di celana.

Kejadian itu tampaknya hanya bisa terjadi di acaranya Tukul Arwana, Empat
Mata. Sejak menjadi host program comedy talkshow itu, nama Tukul terus
meroket. Memang talkshow yang dibawakan Tukul ini sangat unik dan berbeda
dengan talkshow lainnya. Perancang acara ini membuat Empat Mata sebagai
sebuah talkshow yang menggunakan perspektif komedi dan selalu saja
menghadirkan selebritas di setiap episodenya.

Tukul selalu membahas topik/kasus yang sedang hot di masyarakat dan
topik-topik yang unik, menarik dan timeless. Selain terdiri dari unsur talk
show dan komedi, Empat Mata juga dibumbui oleh unsur entertainment lain,
seperti musik.

Selain menawarkan informasi, Tukul juga menyajikan komedi yang segar. Dia
memang seorang komedian yang multitalent, dapat menghibur kita sampai
terpingkal-pingkal dengan celotehan spontan yang segar.

Tukul Arwana, yang mengaku wong ndeso alias orang desa ini selalu
memosisikan dirinya sebagai orang yang jelek, bodoh dan kampungan. "Face
country money city" begitu katanya berseloroh, yang kira-kira berarti wajah
kampung rezeki kota.

Acara Tukul ini mulai ditayangkan Mei 2006 di TV7, sebelum berubah menjadi
Trans7. Saat itu TV7 melihat potensi Empat Mata semakin digemari pemirsa.
Acara yang semula hanya sekali dalam seminggu ini, kemudian ditingkatkan
menjadi dua kali seminggu, naik lagi menjadi empat kali, dan kini menjadi
lima kali seminggu, Senin sampai Jumat.

Pada awalnya Tukul hanya dibayar Rp3,5 juta per episode, kemudian seiring
dengan ratingnya yang terus meroket, fee Tukul pun meningkat menjadi Rp7
juta per episode. Tapi kini kabarnya Tukul menerima honor Rp20 juta setiap
kali muncul di Empat Mata, sedangkan jika kita ingin menanggap Tukul, kita
harus rela mengeluarkan danang sekitar Rp40 juta untuk dua jam pertunjukannya.

Tukul dikontrak untuk 260 episode oleh Trans7. Dengan demikian, pendapatan
Tukul dari Empat Mata menjadi Rp5,2 miliar, belum termasuk acara di luar
itu, plus honor dari iklan yang makin banyak dibintanginya.

Tukul yang lahir pada 16 Oktober 1963 bernama asli Riyanto. Berasal dari
Semarang. Ketika tim TV7 menghubunginya pertama kali, Tukul sempat kaget
saat diminta sebagai pembawa acara talkshow. "Biasanya pembawa acara
talkshow itu S3 atau S2, minimal S1, lha wong saya ini hanya SMA kok
membawakan talkshow?" begitu kenangnya.

Namun, tim TV7 yang saat itu dikomandani Apollo menyakinkan Tukul, bahwa
justru begitulah 'ramuan khusus' dari acara Empat Mata, yaitu tampil unik
beda dari yang lain.

Popularitas

Lain Tukul lain pula pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK).
Kalau Tukul popularitasnya terus meroket, sebaliknya SBY-JK popularitasnya
justru terus merosot.

Tiga tahun lalu saat dilantik sebagai presiden dan wapres, popularitas SBY
mencapai 80% dan Kalla 77%, namun sekarang makin merosot ke posisi 49,7%,
sedangkan Jusuf Kalla tinggal 46,9%.

Ini menurut Lembaga Survei Indonesia (LSI), yang melakukan survei pada 17-24
Maret 2007 di 33 provinsi dengan responden 1.238 orang. Menurut Direktur
Eksekutif LSI Syaiful Mujani, situasi perekonomian yang makin memburuk
merupakan penyebab utama anjloknya popularitas duet SBY-JK.

Popularitas di bawah 50% adalah situasi yang membahayakan, karena telah
menembus ambang batas psikologis. Selain itu, ini merupakan tingkat kepuasan
publik terendah terhadap kerja Presiden SBY sejak dua setengah tahun lalu
dia dilantik.

Dibandingkan dua setengah tahun lalu (November 2004), kepuasan terhadap SBY
menurun 30%, dan jika dibandingkan dengan Desember 2006, kepuasan publik
pada SBY menurun 17%.

Juru bicara Presiden Andi Mallarangeng mengatakan Presiden SBY meminta
supaya penurunan popularitasnya dapat diambil hikmahnya untuk bekerja lebih
baik. Lain halnya dengan Menkominfo Sofyan Djalil yang berpendapat anjloknya
popularitas Presiden SBY dalam hasil survei LSI tidak mencerminkan hal yang
penting. "Survei itu sangat kondisional. Itu tidak mencerminkan apa-apa,"
kata Sofyan. "Di AS saja hasil survei naik-turun. Tidak masalah," ujarnya.

Pendapat mana yang lebih tepat, semuanya akan kembali kepada kita semua. Ya,
rakyatlah yang bisa merasakan apakah saat ini cukup puas dengan kinerja
SBY-Kalla atau tidak.

Ekspektasi

Jika melihat hasil survei yang sangat tinggi saat SBY-JK dilantik,
sebetulnya kita bisa melihat bahwa rakyat sebenarnya memiliki harapan yang
sangat tinggi terhadap duet SBY-JK. Maklum, pasangan ini merupakan hasil
dari pemilihan langsung yang pertama terjadi di negeri ini.

Namun, rupanya harapan rakyat tersebut tidak kunjung terpuaskan dengan
berbagai kinerja SBY-JK, yang faktanya bukan semakin baik, namun justru
semakin buruk.

Nah, jadi apa yang kita bisa pelajari dari dua kasus di atas? Manajemen
ekspektasi! Ya, Tukul tidak pernah menjanjikan apa-apa, dia tampil bahkan
dengan menonjolkan berbagai kelemahannya, baik pendidikannya, penampilannya,
bahkan Tukul selalu mengingatkan kita bahwa dia hanyalah orang desa yang
masuk TV. "Keadaanku seperti kutu kupret," katanya geli sendiri.

Publik sendiri pun tidak memiliki ekspektasi atau harapan apa pun terhadap
Tukul, dan menganggap Tukul adalah bagian dari publik. Hal ini justru
terjadi sebaliknya pada kasus SBY-JK, yang dari awal mulanya memang mau
tidak mau harus tampil dengan berbagai janji yang supermuluk. Penampilannya
pun harus selalu klimis sempurna.

Namun, justru inilah yang menjadi bumerang, ekspektasi atau harapan publik
yang sengaja dibuat melambung sangat tinggi ini tidak dapat dipenuhi.
Wajarlah kalau kekecewaan publik pun makin menggunung, dan makin hari makin
besar.

Dalam gurauan rakyat sehari-hari pun sering kita dengar orang berseloroh,
"SBY-JK membuat rakyat stres, Tukul membuat rakyat tertawa."

Manajemen ekspektasi adalah masalah strategis bagi kita semua, baik
presiden, Tukul, perusahaan, produk atau siapa pun dan apa pun yang
memerlukan dukungan publik untuk bisa eksis.

Sampai di sini apakah kita perlu mengangkat Tukul yang katro tapi
menyenangkan itu menjadi presiden? Wah embuh lah, he..he..he.. nggak
tahu.....lebih baik kita kembali ke....laptop!
 
walahhhh tukul jadi presiden... =)) =)) sepertinya unik :-" :-"
 
Unik dan aneh klo tukul jadi presiden...:-"
 
Tukul jadi presiden ?????? ntar rakyat nya pelawak smua lagi :D:D:D:D:D:D:D
 
Sampai di sini apakah kita perlu mengangkat Tukul yang katro tapi
menyenangkan itu menjadi presiden? Wah embuh lah, he..he..he.. nggak
tahu.....lebih baik kita kembali ke....laptop!
wah... gw emang ngefans sama mas Tukul, tapi kalo dia sampe jadi Presiden kayanya ngga deh... nanti kalo lagi menyambut tamu negara kan bisa malu2in tuh /heh/heh...

tapi kalo SBY-JK jadi pelawak, gw setuju 100% =))=))
 
tapi kalo SBY-JK jadi pelawak, gw setuju 100% =)) =))

wew /gg /gg /gg

reserve mode /heh


tukul makin populer aja yah ;)) ;)) ;)) cukur rambut mirip tukul ah biar populer :-"
 
Tukul jadi presiden??

Waktu kunjungan presiden AS....Tukul bilang..

"Puas...Puas...Puas...! Invasi negara kalian ke Irak!"

Kalo lagi kesel sama tamu undangan kenegaraan, dia bilang "Tak Sobek - Sobek! Mulutmu nanti!!"

Ada kunjungan gubernur papua Tukul bilang "Ndeso koe! Katro!!"

Wakakakakakakakakakakakakkaa /heh /heh /heh :))
 
weleh2 mending tetep jadi pelawak aja/no1
wong ndeso katro kayak gitu/gg/gg
 
wakakakaak....

awas tak sobek sobek mulutmu nanti....


wakakaka...

jangan dah kalo jadi presiden... jadi pelawak aja....

tapi kelasnya internasional getho...

belajar inggris mas to cool...emang cool sih.. =))
 
Pemimpin yg kalah dengan tukul! Jadi presiden aj kali yah tukul!!
 
emank SBY-JK itu pelawak kok.... apalagi anak buahnya di MPR... pelawak semua isinya
 
tukul jadi presidun eh presiden(maap salah ;P )
......waduh jangan dong amit2
tiap nempel ama cewe, lidahnya blewer2 mata pun jleletan kmana2 huahuahu =))
bisa ngebayangin depan selebrities2 yg aduhay dgn pakaian seksi lalu reaksi tukul cemana....=)) ampun emaaq....lemes aku cumen ngebayangin aja
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.