Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Dimanakah titik keseriusan berpacaran? Dikasih jatah? Mungkin ya mungkin tidak, tetapi utk kali ini ane gak mau bahas ke sana-sana.
Persayangan, biasanya berawal dari perkenalan, pendekatan, lalu mulai menjalin hubungan yg dinamakan pacaran.
Walau sekarang ada banyak banget istilahnya, ada yg hubungan seperti TTM, hubungan tanpa status, dll lah, tetapi sekali lagi, ane juga kali ini gak mau bahas tentang kerumitan nama/istilahnya.
Kembali lagi ke topik, hingga dimanakah titik keseriusan hubungan dalam berpacaran itu?
Ini jadi sangat penting, khususnya untuk para wanita supaya dapat menetapkan hatinya. Mengetahui bahwa Ia sudah dipilih oleh pasangannya sebagai calon pendamping & masa depannya.
Walau ini juga berlaku bagi pria, namun rata-rata yg menentukan atau memegang kendalo (nahkoda) adalah si prianya.
1. Ketika pasangan mengajak untuk berbicara tentang masa depan
Masa depan yg dimaksud di sini adalah bukan mengenai kapan akan diajak menikah. Semua orang pasti akan dengan sangat mudahnya berbicara tentang hal ini.
Namun dialog yg dimaksud di sini adalah tentang bagaimana Ia berbicara tentang kondisinya saat ini & kemudian mempunyai acuan kepada masa depannya.
Misalnya bagaimana?
Untuk contoh saja, ketika sang pria masih bekerja dengan jabatan yg biasa. Oleh karena memikirkan tentang masa depan, Ia kemudian mengumpulkan tabungan. Entah untuk apa saja, namun yg terpenting adalah Ia menabung untuk modal masa depan.
Nah, persyaratan utama dari keseriusan itu adalah ketika Ia mengajak atau memberitahukan rencananya itu kepada kamu, sebagai pasangannya. Kalau Ia merencanakan sesuatu untuk masa depannya, tetapi tidak memberitahukan ke kamu, ya itu sama aja kayak dia cuma mikirin masa depannya doang, mengenai pasangan, dapat aja dia berpikir dapat dengan siapa saja, apakah sama anda atau wanita lain yg akan datang di kemudian hari.
Untuk yg wanita, mungkin dapat seperti ini contohnya.
Memberikan perhatian yg lebih & cenderung terlihat seperti seorang calon istri. Mungkin yg paling mudah, ya memasak. Kalau tidak dapat memasak, ya minimal membelikan makanan untuk pasangan.
Bukan sekedar mengingatkan sudah makan atau belum ya. Tapi, lebih ke memahami apakah kekasihnya sudah makan atau belum dengan memberikan makanan secara langsung kepadanya. Jika tak memungkinkan, ya menuntut untuk video call supaya dapat melihat sang kekasih makan. (Bukan posesif ya, tetapi lebih ke perhatian ekstra)
Selain itu, Ia juga akan memberikan kasih sayang kepada kekasihnya dengan lebih perhatian. Misalnya, mulai memperhatikan secara detail mengenai kebutuhan sang kekasih. Mengingatkannya akan hal-hal yg mungkin Ia lupakan. Dengan mengatakan lain, Ia akan memiliki dua orang yg harus dipikirkan, yaitu dirinya & sang kekasih.
Dia akan terlihat seperti mempelajari bagaimana nantinya Ia di masa depan jadi seorang istri atau pendamping bagi kekasihnya.
2. Diajak berjumpa orangtua
Orangtua merupakan sosok yg memang jadi salah satu poin utama dalam sebuah hubungan.
Memang sih ada sejumlah orang yg punya karakter, kalau punya teman dekat, bahkan sebelum pacaran, sudah mengenalkannya ke orangtua.
Namun rasanya cuma sedikit yg seperti ini. Kebanyakkan dari mereka cuma akan berhubungan dengan sendiri dulu tanpa melibatkan orangtua.
Setelah hubungannya dirasa 'Oke', maka langsung deh dikenalkan ke orangtua sebagai 'Calon'.
3. Mewujudkan Keharapan Pasangan
Tak harus dalam bentuk materi, namun, rasanya kebanyakkan memang berwujud materi sih ya, hehe.
Misalnya membelikan hadiah, barang yg disukai, mengajaknya ke tempat yg diidamkan, & lain hal.
Ini dapat jadi sebagai pertanda bahwa pasangan kita sudah serius.
4. Meminta pendapat sebelum mengambil keputusan
Bila terdapat sebuah pilihan, pasangan akan meminta pendapat kita terlebih dahulu juga dapat jadi salah satu indikator bahwa hubungan itu dianggap serius.
Misalnya seperti kalian yg masih berstatus sebagai calon mahasiswa. Misalnya sang pria diterima dua universitas dengan jurusan yg sama. Kemudian, sang pria bertanya kepada pasangannya harus pilih yg mana. Ini juga dapat dikategorikan sebagai pertanda bahwa hubungan ini dianggap serius.
Ini cuma contoh saja ya, mungkin kalian dapat mencari hal lain yg lebih kompleks & real.
5. Basa Basi dalam Hubungan Berkurang
Rasa jaim, malu-malu, atau sekedar basa-basi yg biasanya dilakukan saat pertama-tama menjalani hubungan sudah mulai berkurang.
Kebanyakkan ya kalau mau bicara atau ngapa-ngapain, langsung to the point aja. Ini bukan sesuatu yg buruk bagi hubungan, melainkan sebuah pertanda bahwa pasangan kita sudah saling percaya, keterikatan satu sama lainnya sudah kuat, jadi gak butuh lagi intermezzo lagi.
Kalau menurut agan gimana?
Hari ini 15:23
Persayangan, biasanya berawal dari perkenalan, pendekatan, lalu mulai menjalin hubungan yg dinamakan pacaran.
Walau sekarang ada banyak banget istilahnya, ada yg hubungan seperti TTM, hubungan tanpa status, dll lah, tetapi sekali lagi, ane juga kali ini gak mau bahas tentang kerumitan nama/istilahnya.
Kembali lagi ke topik, hingga dimanakah titik keseriusan hubungan dalam berpacaran itu?
Ini jadi sangat penting, khususnya untuk para wanita supaya dapat menetapkan hatinya. Mengetahui bahwa Ia sudah dipilih oleh pasangannya sebagai calon pendamping & masa depannya.
Walau ini juga berlaku bagi pria, namun rata-rata yg menentukan atau memegang kendalo (nahkoda) adalah si prianya.
1. Ketika pasangan mengajak untuk berbicara tentang masa depan
Masa depan yg dimaksud di sini adalah bukan mengenai kapan akan diajak menikah. Semua orang pasti akan dengan sangat mudahnya berbicara tentang hal ini.
Namun dialog yg dimaksud di sini adalah tentang bagaimana Ia berbicara tentang kondisinya saat ini & kemudian mempunyai acuan kepada masa depannya.
Misalnya bagaimana?
Untuk contoh saja, ketika sang pria masih bekerja dengan jabatan yg biasa. Oleh karena memikirkan tentang masa depan, Ia kemudian mengumpulkan tabungan. Entah untuk apa saja, namun yg terpenting adalah Ia menabung untuk modal masa depan.
Nah, persyaratan utama dari keseriusan itu adalah ketika Ia mengajak atau memberitahukan rencananya itu kepada kamu, sebagai pasangannya. Kalau Ia merencanakan sesuatu untuk masa depannya, tetapi tidak memberitahukan ke kamu, ya itu sama aja kayak dia cuma mikirin masa depannya doang, mengenai pasangan, dapat aja dia berpikir dapat dengan siapa saja, apakah sama anda atau wanita lain yg akan datang di kemudian hari.
Untuk yg wanita, mungkin dapat seperti ini contohnya.
Memberikan perhatian yg lebih & cenderung terlihat seperti seorang calon istri. Mungkin yg paling mudah, ya memasak. Kalau tidak dapat memasak, ya minimal membelikan makanan untuk pasangan.
Bukan sekedar mengingatkan sudah makan atau belum ya. Tapi, lebih ke memahami apakah kekasihnya sudah makan atau belum dengan memberikan makanan secara langsung kepadanya. Jika tak memungkinkan, ya menuntut untuk video call supaya dapat melihat sang kekasih makan. (Bukan posesif ya, tetapi lebih ke perhatian ekstra)
Selain itu, Ia juga akan memberikan kasih sayang kepada kekasihnya dengan lebih perhatian. Misalnya, mulai memperhatikan secara detail mengenai kebutuhan sang kekasih. Mengingatkannya akan hal-hal yg mungkin Ia lupakan. Dengan mengatakan lain, Ia akan memiliki dua orang yg harus dipikirkan, yaitu dirinya & sang kekasih.
Dia akan terlihat seperti mempelajari bagaimana nantinya Ia di masa depan jadi seorang istri atau pendamping bagi kekasihnya.
2. Diajak berjumpa orangtua
Orangtua merupakan sosok yg memang jadi salah satu poin utama dalam sebuah hubungan.
Memang sih ada sejumlah orang yg punya karakter, kalau punya teman dekat, bahkan sebelum pacaran, sudah mengenalkannya ke orangtua.
Namun rasanya cuma sedikit yg seperti ini. Kebanyakkan dari mereka cuma akan berhubungan dengan sendiri dulu tanpa melibatkan orangtua.
Setelah hubungannya dirasa 'Oke', maka langsung deh dikenalkan ke orangtua sebagai 'Calon'.
3. Mewujudkan Keharapan Pasangan
Tak harus dalam bentuk materi, namun, rasanya kebanyakkan memang berwujud materi sih ya, hehe.
Misalnya membelikan hadiah, barang yg disukai, mengajaknya ke tempat yg diidamkan, & lain hal.
Ini dapat jadi sebagai pertanda bahwa pasangan kita sudah serius.
4. Meminta pendapat sebelum mengambil keputusan
Bila terdapat sebuah pilihan, pasangan akan meminta pendapat kita terlebih dahulu juga dapat jadi salah satu indikator bahwa hubungan itu dianggap serius.
Misalnya seperti kalian yg masih berstatus sebagai calon mahasiswa. Misalnya sang pria diterima dua universitas dengan jurusan yg sama. Kemudian, sang pria bertanya kepada pasangannya harus pilih yg mana. Ini juga dapat dikategorikan sebagai pertanda bahwa hubungan ini dianggap serius.
Ini cuma contoh saja ya, mungkin kalian dapat mencari hal lain yg lebih kompleks & real.
5. Basa Basi dalam Hubungan Berkurang
Rasa jaim, malu-malu, atau sekedar basa-basi yg biasanya dilakukan saat pertama-tama menjalani hubungan sudah mulai berkurang.
Kebanyakkan ya kalau mau bicara atau ngapa-ngapain, langsung to the point aja. Ini bukan sesuatu yg buruk bagi hubungan, melainkan sebuah pertanda bahwa pasangan kita sudah saling percaya, keterikatan satu sama lainnya sudah kuat, jadi gak butuh lagi intermezzo lagi.
Kalau menurut agan gimana?
Hari ini 15:23