• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Titan Bersinar seperti Lampu Neon

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
pw5W1.jpg

Hasil studi terbaru menunjukkan bahwa bulan terbesar Saturnus, Titan, bersinar seperti lampu neon dalam neon sign. Wahana antariksa Cassini berhasil menangkap cahaya tersebut.

"Ini sangat menarik karena kami belum pernah melihatnya di Titan," kata Robert West, anggota tim penginderaan Cassini di Jet Propulsion Laboratory, Badan Penerbangan dan Antariksa NASA di Pasadena, California.

"Hal ini memberitahukan kepada kita bahwa kita belum mengetahui semua hal yang perlu diketahui tentang Titan, dan itu membuat bulan ini lebih misterius," tambah West seperti dikutip Space.com, Kamis (1/11/2012).

Meski bersinar, cahaya Titan sangat redup. Dayanya kurang lebih hanya sepersejuta watt. Cahaya bulan ini disebut "airglow", cahaya yang dihasilkan ketika molekul atmosfer tereksitasi karena cahaya Matahari atau partikel bermuatan.

Cassini menangkap cahaya Titan dengan exposure selama 560 detik pada tahun 2009. Titan sedang melewati bayangan Saturnus ketika dicitrakan sehingga ilmuwan yakin bahwa cahaya berasal dari Titan.

"Ini seperti neon sign. Elektron yang dihasilkan listrik menabrak atom neon sehingga menyebabkannya berpendar. Di sini kita melihat cahaya dihasilkan saat partikel bermuatan menabrak molekul nitrogen di atmosfer Titan," komentar West tentang cahaya Titan.

Dari observasi Cassini, cahaya Titan tidak hanya dilihat di ketinggian, tetapi juga di bagian atmosfer yang lebih dalam. Observasi menunjukkan, cahaya bulan itu bisa dilihat dari ketinggian 700 km dan 300 km dari permukaan.

Ilmuwan berpendapat, partikel bermuatan yang menghasilkan cahaya tidak berasal dari Matahari karena jarak Titan yang jauh. Dugaan ilmuwan, cahaya diproduksi dari sinar kosmos atau oleh reaksi di dalam Titan itu sendiri.

Peneliti mengungkapkan, atmosfer Titan memiliki kandungan kimia menarik, termasuk senyawa kimia organik seperti karbon di Bumi. Cahaya Titan dapat membantu ilmuwan meneliti bagaimana molekul tersebut saling berinteraksi.

Bukan hanya Titan sebenarnya yang menghasilkan cahaya. Venus pun demikian. Cahaya yang dihasilkan Venus disebut cahaya Ashen, diakibatkan oleh petir. Cassini telah menemukan fenomena petir di Saturnus, tetapi belum di Titan.

Hasil riset ini akan dipublikasikan di Geophysical Research Letters.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.