• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Tips Menyiasati Belanja Bulanan Pasca Kenaikan BBM

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. nurma
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

nurma

IndoForum Beginner A
No. Urut
170780
Sejak
25 Apr 2012
Pesan
1.296
Nilai reaksi
25
Poin
48
y4uUH.jpg
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) telah memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Tak sedikit yang beranggapan harga-harga kebutuhan pokok akan naik usai BBM naik. Alhasil, pengeluaran setiap bulan harus diperketat.

Menanggapi hal ini, perencana keuangan Safir Senduk menuturkan, pada dasarnya harga barang-barang setiap tahun pasti naik. Terlepas dari pengaruh kenaikan harga BBM.

"Masalahnya adalah kenapa BBM dikaitkan karena BBM berkaitan dengan kerja pemerintah. Banyak orang nggak setuju karena masyarakat belum percaya sama kinerja pemerintah,"

Lebih lanjut, Safir menjelaskan, pengeluaran sebenarnya terdiri dari tiga jenis, yakni wajib, butuh, dan ingin. Wajib, ujarnya, adalah pengeluaran yang jika tidak dibayarkan ada denda atau konsekuensinya.

"Misalnya membayar cicilan rumah dan sekolah anak," katanya.

Sementara itu, butuh adalah pengeluaran yang tidak ada denda. Sebagai contoh, pulsa untuk telepon genggam dan bensin untuk kendaraan.

"Kalau pengeluaran ingin, sebenarnya nggak beli juga nggak apa-apa. Misalnya baju bagus," ucap Safir.

Menurut Safir, pengeluaran wajib dan butuh ada batasnya. Namun, pengeluaraan ingin tidak ada batasnya. Adapun, masalah BBM sebenarnya masuk ke pengeluaran butuh.

"Bisa diperkirakan. Kalau tidak punya kendaraan, mereka naik kendaraan umum yang ongkosnya perlahan naik," ujarnya.

Nah, agar pengeluaran tetap terkontrol, berikut tips dari Safir Senduk mengani cara menyiasati belanja bulanan pasca kenaikan BBM nanti.

1. Tinjau keinginan setiap bulan.

Anda sebenarnya bisa mengurangi sejumlah keinginan untuk membeli barang. Misalnya, mengurangi pembelian baju dari biasanya empat menjadi tiga. Kemudian, mengurangi makan di luar rumah.

"Biasa makan di luar seminggu tiga kali bisa dikurangi menjadi seminggu dua kali. Mulai biasakan bawa bekal dari rumah. Lebih murah dan sehat," kata Safir.

2. Pertimbangkan untuk menggunakan jasa tebeng.

Menurut Safir, dengan menggunakan jasa tebengan maka pengeluaran akan lebih kecil. Alasannya, uang yang dikeluarkan untuk membeli bensin berasal dari patungan.

3. Tekan pengeluaran.

Menekan pengeluaran bisa dilakukan dengan menekan pengeluaran untuk makan utama. Misalnya mengganti makanan hewani dengan nabati. Atau mengganti daging dengan ayam dan telur.


"Cari yang sama enaknya, tapi lebih murah," ucapnya.

4. Pertimbangkan mencari penghasilan tambahan.

Ini bermanfaat untuk jangka panjang. Menurut Safir, penghasilan tambahan tak selalu harus dengan mengeluarkan uang untuk modal usaha. sebagai contoh, menulis artikel di media.


"Itu bisa menghasilkan uang. Banyak kok pekerjaan yang tidak perlu mengeluarkan modal terlebih dahulu," kata Safir.
 
hhaa, hemat sih boleh, gan. tapi jangan juga ngarep bantuan orang lain, jasa tebeng ,kalau orang nya gak mau jangan maksa lho :)) trus kalau nebeng ya wajib bantu beli bensin. kalau ndak mau ya namanya parasit / benalu :))
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.