• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Tips Irit BBM Mobil di Atas 1500cc

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
OL8RG.jpg
Apakah Anda tahu pasti seberapa besar efisiensi bahan bakar mobil Anda? Apakah Anda mengandalkan keiritan bahan bakar hanya tergantung dari patokan yang ditetapkan oleh pabrikan mobil saja? Kalau begitu adanya, Anda akan mudah merasa kecewa jika ternyata mobil Anda tak seirit seperti yang diiklankan.

Sebenarnya, efisiensi bahan bakar tak hanya soal 'setting' mesin yang telah ditentukan oleh pabrik. Namun perilaku mengemudi juga sangat menentukan dalam usaha penghematan bahan bakar.

Jika Anda bisa menerapkan prinsip mengemudi yang 'ekonomis', niscaya Anda tak akan terpancing oleh iklan-iklan hemat BBM yang digembar-gemborkan oleh produsen mobil. Tak hanya itu, sikap mengemudi yang tak 'urakan' tersebut pun bisa menghindarkan Anda dari musibah yang bisa menimpa siapa saja di jalanan.

Mobil-mobil yang memiliki kapasitas mesin 1000 cc secara logika pasti irit. Namun jika cara mengemudinya urakan, jadinya boros juga. Dan mobil berkapasitas mesin lebih dari 1000 atau 1500cc konsumsi bahan bakarnya lebih boros. Namun dengan cara mengemudi yang santun, konsumsi bahan bakar bisa menjadi sangat irit.

So, berikut ini beberapa tips yang bisa diterapkan bagi Anda yang ingin meningkatkan efisiensi bahan bakar mobil Anda, terutama yang memiliki kapasitas mesin di atas 1500 cc.

1. Rute Terbaik
Rencanakan perjalanan dengan baik sebelum berkendara. Pilih rute terbaik, tercepat dan perbanyak informasi jalur alternatif. Teknologi GPS akan sangat membantu dalam menentukan jalur ini.

Jarak yang hanya 10 km jauhnya, jika Anda salah mengambil rute dan kemudian terjebak dalam kemacetan, waktu tempuhnya mungkin bisa setara dengan menempuh perjalanan sejauh 30 hingga 40 km. Bisa Anda bayangkan berapa banyak bahan bakar yang terbuang percuma, bukan?

2. 2000 rpm
Saat berjalan, gunakan gigi tinggi dan optimalkan putaran mesin di level 2.000 rpm

3. Matikan AC
Matikan pendingin ruangan (air conditioner/AC) saat tak diperlukan

4. Tutup Jendela
Maksimalkan aerodinamika kendaraan, dengan menutup jendela mobil saat melaju. Angin yang masuk ke dalam kabin justru menambah hambatan udara terhadap mobil, sehingga beban kerja mesin meningkat.


5. Jangan Ngebut
Jangan terlalu 'ngebut'. Perlambat kendaraan jika telah melewati 80 kpj. Pasalnya, menambah kecepatan 10 persen di atas 80 kpj sama saja dengan menghabiskan bahan bakar lebih banyak 10 hingga 20 persen BBM yang dikonsumsi kendaraan secara normal.

6. Jarak Aman
Jaga jarak dengan kedaraan di depan Anda. Hindari berakselerasi dan mengerem secara mendadak, karena terlalu dekat dengan mobil di depan. Perputaran mesin yang meningkat ataupun menurun secara drastis akan mempengaruhi asupan BBM ke dalam dapur pacu.

7. Kurangi Beban
Kurangi bobot kendaraan dengan mengeluarkan benda-benda yang tak perlu dibawa. Makin banyak beban artinya menambah kerja mesin, sehingga membutuhkan asupan bensin lebih banyak.

8. Tekanan Ban
Jaga tekanan angin dalam ban. Karena kalau tekanan ban berkurang 20 persen dari tekanan normal, maka konsumsi BBM kendaraan akan meningkat 10 persen lebih boros.

9. Servis berkala
Kondisi mesin yang tetap terjaga, membuat performa kendaraan menjadi prima. Sehingga asupan bahan bakar yang dibutuhkan mesin menjadi optimal hasilnya

10. Ganti Oli Rem
Ganti oli rem secara berkala, seperti misalnya penggantian oli rem setiap 2 tahun sekali. Hal itu dilakukan untuk menjaga kualitas pengereman yang maksimal.

11. Kondisi Busi
Lakukan penggantian rutin busi setiap 20.000 km untuk mendapatkan pembakaran optimal dalam mesin. Hal itu sangat dibutuhkan agar performa mesin tetap terjaga
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.