• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

TIPS BERBICARA DI DEPAN PUBLIK

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
TIPS BERBICARA DI DEPAN PUBLIK
TIPS BERBICARA DI DEPAN PUBLIK


sumber gambar: https://www.corporatemeetingsnetwork...microphone.jpg

IFers mungkin sering melihat ceramah atau acara berbicara di depan publik yg berantakan, menciptakan penonton (atau lebih tepatnya pendengar) bosan, nah ini adalah tips supaya IFers lebih profesional & siap berceramah secara efektif.


Menurut Aristoteles, ceramah yg bagus memiliki 3 unsur, yaitu ketepatan (faktanya tidak dapat dibantah), kenikmatan (pemilihan katanya dapat dinikmati), & argumen (logikanya tidak dapat diingkari). ceramah yg baik juga bergantung pada kata-katanya, tanpa bantuan suara pembicara, suasana, atau tanggapan penonton.


Bila harap berceramah dengan baik, IFers harus mengetahui cara memilih & menyusun kata. Bisa diartikan IFers harus tahu cara menulis. Disiplin menulis menciptakan IFers berpikir cepat tentang target & cara menyusun materi untuk dicapai (kata-kata IFers jadi lebih cepat hingga ke tujuan). IFers sudah dimudahkan dengan kenyataan bahwa segmentasi orang yg mendengar ceramah lebih mudah diperkirakan daripada tipe orang yg membaca koran atau buku. Penulisan ceramah lebih bersifat pribadi daripada prosa karena dibangun di atas kepribadian pembicara, tidak diperlukan berbagai peraturan seperti sistem matematika. Tidak ada kartu yg tepat untuk dimainkan, kecuali jujur pada kebenaran.

TIPS BERBICARA DI DEPAN PUBLIK


sumber gambar: https://i.ytimg.com/vi/EcxBrTvLbBM/m...resdefault.jpg

Sikap yg buruk menghasilkan ceramah yg buruk. Jadi jangan berceramah kalau motif IFers di tempat lain, apalagi kalau ceramahnya direkam wartawan & akan disiarkan sebagai berita.


Jika ceramah disiarkan, maka IFers tetap harus menciptakan hadirin merasa diperhatikan, jangan cuma fokus ke kamera.


Jika IFers yakin bahwa undangan untuk berceramah berasal dari musuh, jangan datang. Bila harap menjangkau musuh, IFers dapat mengerjakannya di acara yg netral. Sebaliknya, bagi para pendukung garis keras IFers, berceramahlah cuma kalau ada sesuatu yg layak untuk dihinggakan. Dengan begitu, IFers sudah menghormati mereka.


Ada beberapa pendekatan ceramah: memberi informasi (bebas dari kalimat yg bertele-tele) & emosional. Jika tidak memiliki talenta memengaruhi orang atau merangkai kalimat puitis, jangan pakai pendekatan emosional.


Nasihat yg biasa adalah mulailah dengan menyampaikan hal yg akan dikatakan, mengatakannya, & mengakhiri dengan menyampaikan kembali yg sudah dikatakan. Buatlah daftar target yg harap dicapai dalam ceramah, lalu tulislah tindakan rinci untuk setiap target itu yg harus dilakukan hadirin. Ini penting untuk menciptakan ceramah yg efektif, yaitu ceramah yg memiliki tujuan.


Pendahuluan berupa ucapan terimakasih & pujian. Lalu diikuti perebut perhatian seperti anekdot, pernyataan yg mengejutkan, kutipan (termasuk kutipan ceramah IFers sendiri); barulah tema ceramah. Jangan terlalu banyak supaya tidak membosankan. ceramah normal memiliki rata-rata laju 150 mengatakan per menit. Bagian terakhir adalah hal yg akan diingat orang. Kata-kata terakhir harus mencapai tujuan & hasil yg diharapkan. Buatlah supaya ceramah perlahan-lahan usai, tidak tiba-tiba berhenti.


Jika belum berpengalaman, tulislah pokok-pokok ceramah supaya tidak terlena oleh hal perdana yg akan dihinggakan & membahasnya terlalu panjang, hingga menyadari bahwa waktu hampir habis. Ini juga bermanfaat untuk menghindarkan jeda berupa kata-kata tidak bermanfaat seperti "eh...", "em...".


Naskah lengkap jadi sangat penting bila IFers berpidato secara formal sebagai sikap berhati-hati karena tidak boleh menciptakan kesalahan, juga bila IFers belum berpengalaman. Mungkin ini disparitas ceramah dengan pidato. Naskah lengkap menunjukkan rasa hormat karena dengan begitu IFers sudah berjerih payah untuk hadirin. Bila mengpakai catatan kecil saja, hadirin tidak tahu lamanya ceramah IFers, sementara mereka harap acara itu segera berakhir. Namun naskah lengkap mengharuskan IFers membacanya sehingga kehilangan kontak dengan hadirin, kecuali penyelenggara menyediakan mesin karaoke. Garis bawah & cetak tebal pada naskah dapat dipakai untuk kalimat yg penting, sehingga ketika hingga di sana, IFers dapat menciptakan penekanan pada suara saat membacanya.


Jangan berhenti & menengok ke belakang saat berceramah.


Orang memiliki jatah demam pentas tertentu. Jadi semakin banyak jatah itu dihabiskan dalam latihan, semakin sedikit yg tersisa untuk penampilan yg sebenarnya. Bila IFers demam panggung, IFers tidak sendirian, saya tidak tahu di Indonesia, tetapi orang Amerika lebih takut berbicara di depan biasa daripada mati. Semua presiden hebat mendapati ceramah sebagsi siksaan. Demam pentas berkaitan dengan kecerdasan, IFers harus mengakui bila demam panggung. Bila otot menegang, tegangkan saja tiap otot dari kepala hingga tumit dengan sengaja. Bila gemetar, biarkan gemetar hingga melemas. Bila haus, minum. Bila lapar, makan. Perpakai kesempatan ke kamar mandi.


Cara terbaik melarikan diri dari rasa gugup adalah tertarik pada orang lain. Pada tingkatan tertinggi, carilah orang yg penampilannya norak, tanpa perlu menghinanya, IFers tidak akan merasa terancam oleh mereka. Atau carilah orang yg wajahnya bersahabat.


Latih vokal IFers. Kunyah & beri nilai penuh pada tiap huruf. Pertahankan posisi tubuh seimbang & nyaman. Bernapaslah dalam-dalam dari perut. Kendalikanlah jedanya supaya bersamaan dengan jeda kalimat. Jangan menengadah.


Hal terbesar yg dapat IFers lakukan adalah diam. Keheningan yg bijaksana memesona hadirin. Bangunlah jeda sebelum memulai berceramah & saat IFers harap sebuah ide diserap pendengar. Pandangi mereka tanpa bersuara. Keheningan menyampaikan kewibawaan.


Bila mendapat pertanyaan, ulanglah di hadapan seluruh hadirin. Tapi jangan lupa mikrofon adalah pengkhianat, ia juga memperkuat kata-kata yg semestinya tidak diucapkan, batuk, sendawa, bersin, & ketukan jari. Jangan ke toilet dengan mikrofon nirkabel yg masih menyala, IFers akan malu sendiri.


Terhadap gangguan seperti mati listrik, anak kecil menyelonong atau hewan tersesat berkeliaran, atau ada hadirin yg sakit, maka bila pendengar merasakannya, tunggulah hingga kegentingan itu teratasi. Bila perlu (karena persoalan tidak dapat diselesaikan) hentikanlah ceramahnya.


Bila pembicara sebelumnya sudah menyampaikan hal yg semestinya IFers hinggakan, maka paparkanlah dengan singkat disertai pujian & pengakuan kepada pembicara itu.


Aturan emas mengatasi celaan adalah mengabaikannya. Bila si pencela memesona bagi hadirin, izinkan IFers tersenyum tetapi jangan menanggapinya, bahkan kalau IFers memiliki tanggapan yg hebat atau lucu.


Jangan menerima sela di tengah paragraf terbaik, barulah setelah IFers selesai, tangani itu. Bila si penyela menolak IFers meskipun tadi mati-matian memotong IFers, maka berarti IFers sudah menciptakannya bungkam. Jangan menangani sela di dalam sela, selesaikan satu per satu.


Tidak satupun pembicara hebat memerlukan alat peraga. IFers sendirilah alat peraga itu. Maka hinggakan ceramah dengan jelas & penuh keyakinan. Dalam menangani alat peraga, semestinya itu semua jadi pembantu IFers, bukannya majikan. Alat peraga dapat membatasi daya khayal pendengar & sulit untuk direkam. Namun alat peraga dapat menolong hadirin mangingat sesuatu, bahkan jadi bagian tak terpisahkan untuk memahami ceramah.


Bila IFers mengpakai alat peraga, pastikan itu relevan/rasional, jangan mengpakai gambar atau suara yg tidak menambah secuilpun keterangan pada ceramah. Semua yg tidak jadi bagian dari rencana harus disingkirkan. IFers sudah memakai kata-kata dalam ceramah, semestinya kini gambar peraga tidak membutuhkan tulisan, kecuali misalnya keterangan singkat. Juga gambar yg tidak penting haruslah tidak ada. Jangan pakai riasan dalam menyampaikannya, seperti bentuk huruf yg aneh-aneh. Jangan hingga peraga mengalihkan perhatian hadirin dari IFers, kecuali kalau IFers memang harap bersembunyi di balik peraga, tetapi sikap itu tidak menciptakan IFers jadi pembicara handal.


Naskah yg dibagikan (handout) tidak boleh dibagikan sebelum IFers selesai berceramah. Hadirin malah sibuk membacanya & tidak mendengarkan ceramah.


Jangan berikan apapun pada wartawan kecuali ceramah itu sendiri. Ceramah dapat menguras tenaga & perasaan, maka IFers jangan melayani permintaan wawancara setelahnya. IFers dituntut tetap waspada supaya jangan ketika kelelahan mental seperti itu, IFers membocorkan sesuatu. Juga jangan menerima ajakan minum-minum dari mereka karena IFers tidak tahu yg akan IFers bocorkan kalau mabuk. Jangan menyampaikan hal di luar ceramah kepada rekan atau pihak penyelenggara, karena mereka juga dapat membocorkannya pada wartawan.


Kata-kata dalam ceramah atau naskah lengkap (jika berupa pidato) mungkin dipilah oleh wartawan & bagian yg disebarkan hanyalah yg dikehendaki mereka. Maka tiap mengatakan & istilah sebaiknya dapat dikutip di luar konteks/suasana ceramah tersebut sehingga tidak ada salah penafsiran. Tapi kalau IFers belum sanggup mengerjakannya, abaikan ini, IFers punya kesempatan mengklarifikasi kalau hal itu terjadi.


Sumber:

Menjadi Pembicara yg Handal, Richard Heller, 2003, Pearson Education Limited, Tanto Supriyanto, 2006, PT Bhuana Ilmu Populer, Jakarta

Pengalaman pribadi

Hari ini 17:31
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.