• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Tipe-tipe Tetangga & Cara Menghadapinya

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Tipe-tipe Tetangga & Cara Menghadapinya


Penulis: Susi Retno Utami
Editor: Fatio Nurul Efendi

Cangkeman.net -Mau bertempat tinggal di kota, atau juga di desa, pasti kita akan sering hidup berdampingan dengan orang lain alias bertetangga.Ya, bahkan meskipun memilih tinggal di tengah hutan atau tempat lain yg minim manusia pun, kita akan tetap bertetangga. Bedanya, yg jadi tetangga kita ya bukan manusia, tetapi yg lain-lainnya,hehehe.

Tapi kalau ngomongin tentang tetangga, dari kecil saya diajarin untuk sering berbuat & bersikap baik sama tetangga. Siapapun orangnya, tetangga itu adalah orang-orang yg paling dekat & paling sering ditemui. Kalau ada apa-apa, kita akan lebih mudah untuk langsung menghubungi tetangga. Semisal kita lagi kerepotan dalam suatu hal, meminta bantuan tetangga adalah jalan ninja. Apalagi kalau tinggalnya di pedesaan, yg notabene keadaan gotong royong & kebersamaan itu masih dengan sebegitunya dilestarikan.

Maka enggak heran, kalau saya sering diajak untuk terbiasa berbuat baik sama tetangga. Karena biarpun punya lini saudara yg banyak, tetapi kalau tempat tinggalnya udah beda kompleks bahkan beda pulau mah, mau gimanapun tetep akhirnya ke tetangga lagi & lagi.

Aku senantiasa mencoba menurut untuk sering baik sama tetangga. Tapi masalahnya, beberapa tahun ke belakang, saya ngerasa sulit buat sering ramah sama beberapa orang tetanggaku. Pasalnya, enggak semua dari mereka bikin saya respect untuk bersikap baik. Namanya juga manusia kan ya, wajar aja kalau ada sisi-sisi yg bikin orang lain enggak nyaman. Aku menyadari hal itu dengan benar. Sebab saya juga kadang sering egois, & akbar kemungkinan ada orang-orang yg juga enggak nyaman dengan sikapku itu.

Nah, oleh sebab saya juga menyadari kekurangan dalam diri, maka mau gimana pun tetanggaku bikin ulah, selama itu masih dalam batas yg dapat dimaklumi, saya akan berusaha untuk meminimalkan luapan emosi dengan tetap berbuat baik kepada mereka.

Caranya gimana?

Ok, tenang. Sebentar lagi kita akan menyimaknya. Tapi sebelum itu, saya mau kasih tahu dulu, kalau cara-cara yg akan kuhinggakan nanti akan beriringan pula dengan ragam tipe tetangga yg saya temui di lingkungan tempat tinggalku.

Jadi, dapat aja bakalrelated, tetapi juga dapat beda jauh. Intinya mah ini berdasar pengalamanku, kalau anda misal nanti punya tambahan tipe tetangga & cara menghadapinya, dapat kokspilljuga di kolom komentar,ok?

Daaan, tidak basa-basi lagi, mari meluncur sekarang juga.

1. Suka Berbagi Makanan
Kalau punya tipe tetangga kayak begini, siapa sih yg enggak suka? Tentu saja suka sekali dong,wkwk. Ya gimana enggak suka, wong tipe tetanggaku yg perdana ini, setiap bikin masakan yg berlebih atau juga bikin cemilan sering enggak kelupaan buat ngasih ke rumahku.

Untuk menghadapi tetangga semacam ini mah enggak perlu pusing-pusing kan ya. Yang pasti sering berterima kasih & tidak lupa kalau di rumah lagi bikin makanan yg sekiranya dapat dibagi, ya gantian aja ambil beberapa, lalu ketuk pintu tetangga & kasih makanannya.

Intinya, jangan pelit. Apalagi kalau memang lagi kondisi berlebih. Dan enggak cuma saling berbagi makanan aja. Misalkan saya sama orang rumah lagi enggak dapat gantian kasih makanan, ya dapatlah kasih yg lain. Bisa berupa bantuan apapun yg bermanfaat.

2. Super Peka Membantu
Kalau di rumah lagi ada acara yg bikin aktivitas jadi super repot, si tetanggaku ini sering siap sedia buat meringankan kesibukanku. Enggak perlu dikode atau sengaja dimintai bantuan pun, kalau dia longgar, ya ayo-ayo aja buat bantu-bantu.

Kadang suka enggak enak juga sih, tetapi karena emang hubungan pertetanggaan di antara kami sudah dapat dikatakan erat, ya jadilah bantu menolong adalah sesuatu yg lumrah. Dan untuk itu, kalau saya lagi longgar & sanggup buat bantu-bantu, ya kalau dia pas repot langsung gasss aja.

Kamu punya tetangga yg super peka kayak gini juga enggak? Kalau punya, ayo dijaga baik-baik ya hubungannya. Di era sekarang ini, susah juga soalnya kalau cari orang yg seikhlas & setulus itu kalau kasih bantuan.

3. Senang Membicarakan Keburukan Orang Lain
Tipe yg perdana sama yg kedua masih baik-baik ya. Untuk tetap menghadapinya dengan baik juga masih ok, masih sangat dapat untuk diupayakan. Tapi untuk yg ketiga ini,hmmagak sulit rupanya kawan.

Bukannya saya anti buat ngomongin orang, atau sok bener banget hingga enggak mau ngomongin orang. Bukan begitu. Jujur, saya masih suka juga menjadikan orang sebagai topik dalam obrolan. Tapi dengan catatan, yaitu ngomongin orang dengan tanpa merembet pada hal-hal negatif apalagi hingga ngejelek-jelekin orang lain.

Ya, kayak buat apa sih begitu? Enggak ada untungnya kan? Yang ada justrudoublerugi. Rugi waktu, pun rugi karena nge-gibah yg jelas-jelas itu adalah dosa. Enggak menutup kemungkinan juga, kalau saya kadang larut dalam pergibahan duniawi semacam itu. Namun bukan berarti saya mau terus-terusan begitu. Selain kerugian yg udah kusinggung, ada akibat kurang menyenangkan yg secara langsung kurasain, seperti gelisah & merasa emosi enggak jelas gitu deh.

Nah,terus gimana dong cara menghadapi tetangga yg suka mengajak buat membicarakan keburukan orang lain?

Simpletapi harus serius dijalankan, yaitu, kalau ketemu ya sapa & ngobrol seperlunya saja. Enggak perlu lama, tetapi juga enggak sebentar banget. Intinya, kalau dialog dia udah mengarah ke hal yg menurut persepsi kita salah, ya kita mundur secara perlahan aja. Cari alasan yg tepat untuk dapat menghindar, sekaligus tanpa menyakiti si tetangga kita ini.

Bukan tidak menghargai tetangga, tetapi kita juga harus paham apa-apa saja yg perlu kita pedulikan, & apa-apa yg tidak perlu untuk dipedulikan. Masalah udah banyak, jadi jangan nambah masalah dengan mikirin keburukannya orang lain.

okay?

4. Hobi Makan
Orang punya hobi mah wajar ya. Tiap orang kan emang punya kesenangannya masing-masing. Seperti salah satu tetanggaku nih, hobinya makan. Sekilas, nampak enak didengar, alias enggak bermasalah. Tapi ternyata enggak se-sepele itu guys. Hobi makan yg digeluti tetanggaku ini agaknya perlu untuk sedikit diwaspadai.

Kenapa begitu?

Baiklah, mari sini sedikit kujelaskan. Jadi, tetanggaku ini suka bertandang ke rumah-rumah tetangganya, termasuk rumah yg kutinggali. Namanya didatengin sama tetangga, ya pasti wajar dong kalau nawarin minum sama nawarin makan. Setiap ada tamu, itu udah jadi kebiasaan banget di rumah.

Nah,karena seperti yg udah kubilang kalau tetanggaku ini hobinya makan, jadi ya pas ditawarin makan ya enggak ada jaim-jaimnya. Langsung aja dia gas ambil piring, sendok lanjut nasi sama lauk pauk berikut sayurnya.

Awal-awal sih saya sama orang rumah seneng-seneng aja. Soalnya jarang kan ya, orang kalau bertamu terus disuruh makan langsung ambil kayak di rumah sendiri. Jarang banget, kecuali kalau saudara atau kalau enggak ya sosok yg udahklopbanget sama kita.

Tapi ya itu, senengnya awal-awal doang. Semakin ke sini, semakin agak ragu buat nawarin tetanggaku yg ini buat makan. Bukannya mau pelit atau gimana. Tapi masalahnya adalah, dia hobi makan. Hobi makan yg dalam artian kalau udah makan itu ya suka kecanduan. Bablas aja gitu, enggak ada abisnya sebelum makanan bener-bener mau abis.

Kalau sedia makanan banyak mah enggak masalah. Toh malah seneng kalau dapat berbagi sama orang lain. Sayangnya kan kadang stok makanan juga enggak sering banyak. Dan kalau ini tetangga sering berkunjung yg mana di setiap kunjungan sering makan dengan porsi yg akbar ya gimana, nanti tuan rumahnya dong yg malah jadi hobi nahan laper.

Maka untuk menghadapi tetangga yg seperti ini, cara yg dapat diupayakan adalah kalau dia bertandang ya dijamu dengan minuman & makanan yg secukupnya saja. Jangan semuanya disajikan. Sekali lagi, ini bukan bermaksud pelit. Tapi ini adalah untuk kemaslahatan bersama.

5. Kepo Maksimal
Huh,mari tarik napas dulu sebelum benar membahas tipe tetangga yg kelima ini. Pasalnya, tipe yg ini sedikit menguras emosi tiap kali ketemu.

Selalu & selalu, setiap bertatap muka pasti ada yg dia tanyain. Enggak masalah sih, kalau pertanyaan masih dalam batas yg wajar. Sayangnya ini tuh enggak. Pertanyaannya tuh udah kayak petugas sensus tahu enggak sih. Tanya udah umur berapalah, udah jadi apa sekarang, udah ada pacar belum, mau nikah kapan, & seabrek detail pertanyaan yg bagiku cukup menyebalkan.

Kalau tanyanya juga cuma sekali sih saya pasti bakal maklum. Tapi kalau berkali-kali, ya saya jelas kepengin marah dong. Ini orang tujuannya apa sih, manfaatnya dia bertanya berulang kali dengan pertanyaan yg sama itu apa? Apa dia terlalu peduli? Atau ada maksud terselubung?Tuhkan, jadi bikin saya berprasangka buruk.

Kalau dia tahu saya udah punya pacar, dia mau apa? Kalau belum pun, juga mau apa? Mau nyariin? Itu baru satu pertanyaanloh, yg tujuannya enggak jelas. Belum yg lainnya.

Mau kutegur kok ya saya tuh orangnya sulit negur. Mau marah, apalagi. Susahlah kalau di muka biasa marah-marah. Apalagi ini tetangga punya usia yg lebih dari aku. Jadi ya gimana, masak kumarahin. Kesannya jadi enggak sopan.

Jadi ya daripada makin sebel karena emosi yg sering kepancing tiap ketemu, maka cara yg kulakuin buat menghadapi dia adalah dengan usahain berjumpa kalau emang udah perlu atau kepepet banget. Enggak maksud buat ngejauh atau mutusin tali silaturahmi, tetapi ini adalah keputusan untuk menjaga kesehatan pikiran.

Sekalian juga, usaha untuk minimalin dosa akibat marah-marah sama berprasangka buruk. Kalau udah telanjur ketemu, ya sama kayak di poin ketiga di atas, yaitu ngobrol seperlunya lalu cari alasan dengan penyampaian yg baik untuk menghindar.

6. Sering Pinjam Uang
Sebagai tetangga yg baik, kalau ada tetangga yg membutuhkan bantuan, maka sedapat mungkin ya kita bantulah. Termasuk urusan menolong untuk memberi pinjaman uang. Namun ini bukan pemaksaan juga sih. Bantu menolong itu harus tetap sesuai dengan takaran yg semestinya. Kalau dapat & ikhlas, ya bantulah. Tapi kalau emang kepaksa banget enggak dapat, ya urungkan niat dulu.

Apalagi soal uang. Notabene uang susah dicari, jadi masuk & keluarnya harus dijaga juga. Misal ada lebih & ada tetangga yg butuh, ya enggak masalah kalau mau minjemin. Sementara kalau lagi minim, ya bilang aja dengan apa adanya kalau di saat itu juga belum dapat bantu. Dan jangan lupa, doain juga biar tetangga yg lagi butuh rupiah itu dapat segera menemui jalan keluar.

Karena bantu doa itu gratis,guys.

Ya kurang lebih begitu, buat menghadapi tetangga yg sering pinjam uang. Nah apalagi kalau ada mengatakan 'sering', sesekali mah nolak enggak apa-apa kalau emang berhalangan buat bantuin. Dan karena udah sering pula, maka ini tetangga sifat & perangainya kalau bayar utang kan pasti udah ketahuan ya. Perhatikan itu, biar jadi pertimbangan kalau mau minjemin lagi buat ke depannya.

7. Cuek
Yaiii, akhirnya hingga di tipe tetangga yg terakhir nihguys, yaitu cuek. Ada tetanggaku yg begini, kalau ketemu ya cuek aja. Sapa seperlunya, kadang juga enggak nyapa. Bahkan di suatu kesempatan malah kayak enggak kenal gitu. Tak acuhbae. Kadang keselsih, soalnya udah kenal tetapi kok ya kelihatannya enggak kenal gitu. Belum lagi nih ya, saya pernah nyapa duluan, eh enggak digubris dong. Kayak enggak denger aja gitu.

Tapi setelah sekian panjang nulis persoalan tetangga dengan tipe yg beragam ini, saya jadi makin sadar sih, kalau setiap orang memang hidup dengan caranya masing-masing. Termasuk di dalamnya mencakup pula cara bertetangga. Realitanya, mau ramah atau mau cuek, kita enggak akan dapat semena buat menghakimi.

Jadilah kemudian, emosi yg ada kucoba untuk kuusir secara perlahan. Prasangka buruk juga, kusuruh mundur. Biar isi kepala dapatrileksdan termasuki oleh jernihnya pemikiran.

Tetangga cuek mah biarin aja. Yang penting kan kita enggak bikin masalah sama dia. Kalau enggak disapa ya jangan baper. Dan semisal menyapa lebih dulu tetapi dikacangin, yaits ok,no problem.Awalnya sulit sih emang, tetapi biasain aja, lama-lama juga jadi enggak kesel kok.

Kesimpulannya, gimanapun tipe tetangga kita, mau enggak mau ya harus kita terima. Sebab ya hidup kita berdampingan, & yg tinggal di daerah dengan suasana kebersamaan masih dijunjung tinggi, tetap baik kepada tetangga adalah hal yg harus sering dipelajari sekaligus dipraktikkan.

Disclaimer!
Tulisan ini saya buat dengan tanpa niat yg buruk, seperti menjelekkan keburukan tetangga. Tidak sama sekali. Justru, saya mau berterima kasih kepada para tetangga. Karena seperti apapun kesan yg kalian berikan, kalian adalah inspirasi utama untuk lahirnya tulisan ini,hwehehe.Baiknya mari diambil. Lalu buruknya, sedapat mungkin jangan diadopsi.

Kamu punya tipe tetangga yg lain? Jangan ragu buat berbagi di kolom komentar yaa!

Sampai jumpa,
di lain tulisan.


Hari ini 14:32
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.