Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Kata orang, hidup adalah pilihan. Saya tak tahu siapa yg perdana kali mengatakan itu namun saya cukup yakin tak ada siapapun yg memilih untuk lahir ke dunia ini. Saat kita sadar tau-tau kita sudah merangkak & saat kita sudah dapat mengambil keputusan sendiri sudah tak mungkin untuk kembali ke dalam rahim.
Tak ada siapapun yg memilih untuk hidup namun melanjutkan hidup adalah pilihan. Tentunya kesulitan dari opsi yg kita ambil benar-benar berbeda. Beberapa orang terlahir kaya, beberapa terlahir miskin. Beberapa terlahir sehat, beberapa terlahir cacat. Jika diklasifikasikan maka ada beberapa tingkat kesulitan dalam hidup.
Challenge Level Insane
Bayangkan anda hidup di Afrika, tumbuh cuma dengan satu gelas air perharinya. Di wilayah sekitarmu tengah diserang wabah penyakit & satu demi satu anda melihat orang-orang yg anda kenal mati, & tak lama lagi anda juga akan menyusul mereka.
Kamu tak harap mati, anda mencoba mencari pertolongan namun peradaban terdekat letaknya terlalu jauh. Dengan kakimu yg kecil & kurus anda terus & terus berjalan disana hingga akhirnya sengatan mentari merobohkanmu. Dan anda mati.
Terdengar seperti sebuah cerita yg suram sekali namun diluar sana ada begitu banyak orang yg menderita tanpa sempat merubah hidupnya. Mereka lahir, diberi opsi untuk hidup atau mati namun ujung-ujungnya tetap mati mengenaskan. Hanya satu opsi & kemungkinan berhasilnya begitu rendah. Benar-benar hidup yg gila.
Very Hard
Hanya satu tingkat diatas Insane dimana anda terus hidup, cukup akbar untuk menyadari bahwa hidupmu tidak berarti. Setiap hari anda bangun, makan sedikit, pergi bekerja, mendapat bayaran untuk makan malam lalu pulang. Begitu saja terus setiap hari. Terkadang beberapa kesempatan muncul seperti kesempatan merantau ke kota atau beberapa orang kaya yg memberimu uang. Katakanlah anda mengambil kesempatan & merantau ke kota akbar namun yg anda alami disana adalah penolakan & diskriminasi. Ujung-ujungnya anda cuma menambah jumlah gelandangan di ibukota.
Tingkat kesulitan ini menggambarkan banyaknya orang yg terkucilkan oleh masyarakat. Orang-orang desa yg tak pernah melihat dunia, para gelandangan yg setiap hari mencari sampah botol plastik hingga orang-orang yg tak pernah mengenyam pendidikan. Mereka ada. Terkadang mereka berhasil naik ke permukaan & menyampaikan cerita mereka pada dunia.
Hard
Beberapa orang tumbuh di dunia ketiga. Mengenyam pendidikan seadanya, setiap hari menonton tv yg mempertontonkan para superstar, hidup dengan mencuri & merampok. Terkadang ada beberapa yg mengumpulkan cukup banyak uang & merubah tingkat kesulitannya jadi normal namun tak jarang juga beberapa orang terlibat dengan hukum hingga jadi buronan. Permasalahan mereka serupa, uang & tempat tinggal. Beberapa bersyukur karna dapat makan daging & beberapa yg lain bersyukur kalau punya tempat untuk tidur.
Normal
Ya normal. Tak ada yg perlu dijelaskan.
Easy
Titik start yg berbeda dimulai dari orangtua. Mereka yg hidupnya mulus biasanya memiliki orangtua kaya atau orangtua pejabat. Tak punya masalah dengan uang & tumbuh di lingkungan yg baik. Hanya ada sedikit masalah dalam hidup & semua itu cuma berkisar antara nilai yg jelek atau orang yg suka menjilat.
Biasanya orang-orang yg hidupnya easy akan tumbuh jadi anak yg manja (tidak semua lo) atau pemboros atau pemalas. Tipe-tipe seperti ini akan mengalami kesulitan yg begitu berat saat taraf kesulitan hidupnya tiba-tiba berubah.
Level: Rafathar
Saya nggak tahu kenapa banyak orang menciptakan joke tentang Rafathar tetapi saya ikut-ikutan sajalah. Orang-orang yg terlahir seperti Rafathar dapat dibilang lahir dengan sendok berlian di mulutnya. Mau apa tinggal bilang, harap kemana tinggal suruh supir, mau ngomong maka semua orang akan mendengarkannya. Kemungkinan untuk jatuh miskin amat sangat kecil & tentunya popularitas akan terus mengikuti kemanapun langkahnya menuju. Saking tajirnya orang-orang semacam ini dapat dengan mudah merubah hidup orang lain.
***
Dan begitulah tingkat kesulitan yg kita alami dalam hidup. Kedengarannya memang tidak adil namun sekali lagi hidup adalah pilihan, segala sesuatu yg tidak membunuhmu akan menciptakanmu semakin kuat. Semakin akbar kesulitan yg Anda dapatkan maka semakin akbar pula kualitas yg Anda punya saat berhasil melewatinya.
Hidup itu tak ubahnya memanjat tangga. Semakin tinggi Anda naik maka semakin banyak rintangan yg Anda temui & semakin banyak pula yg Anda lihat. Setiap orang memulai dari anak tangga yg berbeda sehingga orang-orang yg memulai dari atas cuma memiliki sedikit kesempatan untuk melihat dunia sebelum akhirnya tiba di puncak tangga.
Tentunya beberapa orang memilih menyerah, melepas pegangan & akhirnya terjatuh. Beberapa orang sempat tergelincir, beberapa orang mendapat tumpangan. Ada juga yg memutuskan tak harap mendaki lebih jauh, puas dengan apa yg dimiliki saat ini. Semua itu adalah opsi setiap manusia. Ya, intinya hidup memang pilihan. Tak peduli seberat apa kesulitan hidupmu, opsi tetap ada di tanganmu. Apakah anda harap terus hidup disana & mewariskan penderitaan pada anak-anakmu? Atau memilih untuk sedikit lebih berani & kembali menaiki tangga?
Sekian dari saya mari berjumpa di thread saya yg lainnya.