Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.273
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Timnas Jerman kembali protes Qatar soal pelanggaran HAM.
Timnas Jerman berpose untuk memperlihatkan rangkaian t-shirt bertuliskan hak asasi manusia menjelang pertandingan Grup J Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa melawan Islandia di MSV-Arena, Duisburg, Jerman, Kamis (25/3/2021). ANTARA/Pool via REUTERS/Tobias Schwarz/am.
Jakarta (ANTARA) - Tim sepak bola Jerman muncul dengan pesan samar dalam protes terbaru mereka yg ditujukan kepada tuan rumah Piala Dunia 2022 Qatar.
Jerman bergabung dengan Denmark, Norwegia & Belanda dalam gerakan yg berkembang untuk mendukung pekerja yg terlibat dalam pembangunan tempat Piala Dunia di negara Timur Tengah tersebut.
Sebelum kemenangan 1-0 mereka atas Rumania di Bucharest pada Minggu (28/3), timnas Jerman secara singkat membalikkan baju mereka sebelum kick-off dengan nomor menghadap ke depan.
Gerakan halus itu dimaksudkan untuk menarik perhatian pada 30 poin deklarasi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Akun Instagram timnas sepak bola Jerman mengunggah foto regu dengan menuliskan "Kami 30!" di kolom keterangan gambar.
View this post on Instagram
Berita diatas dikutip dari internet, jika Timnas Jerman kembali protes Qatar soal pelanggaran HAM adalah spam, mohon beritahu kami.
Timnas Jerman berpose untuk memperlihatkan rangkaian t-shirt bertuliskan hak asasi manusia menjelang pertandingan Grup J Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa melawan Islandia di MSV-Arena, Duisburg, Jerman, Kamis (25/3/2021). ANTARA/Pool via REUTERS/Tobias Schwarz/am.
Jakarta (ANTARA) - Tim sepak bola Jerman muncul dengan pesan samar dalam protes terbaru mereka yg ditujukan kepada tuan rumah Piala Dunia 2022 Qatar.
Jerman bergabung dengan Denmark, Norwegia & Belanda dalam gerakan yg berkembang untuk mendukung pekerja yg terlibat dalam pembangunan tempat Piala Dunia di negara Timur Tengah tersebut.
Sebelum kemenangan 1-0 mereka atas Rumania di Bucharest pada Minggu (28/3), timnas Jerman secara singkat membalikkan baju mereka sebelum kick-off dengan nomor menghadap ke depan.
Gerakan halus itu dimaksudkan untuk menarik perhatian pada 30 poin deklarasi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Akun Instagram timnas sepak bola Jerman mengunggah foto regu dengan menuliskan "Kami 30!" di kolom keterangan gambar.
View this post on Instagram
A post shared by Die Mannschaft (@dfb_team)
"Kami semua mendukung permainan yg adil, tidak cuma di lapangan, tetapi juga di luar lapangan," mengatakan kapten timnas Jerman Manuel Neuer dikutip dari AFP, Senin.
"Kami mendukung 30 pasal hak asasi manusia ini, untuk keberagaman & menentang diskriminasi. Itulah yg harap kami tunjukkan."
"Ide itu datang lagi dari tim, seperti yg terjadi sebelum pertandingan melawan Islandia," tambah Neuer.
Pada Kamis (25/3), regu Jerman mengenakan kaus bertuliskan "Human Rights" sebelum menang 3-0 atas Islandia di pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022.
Baca juga: Italia menang meyakinkan di Bulgaria, Swiss atasi Lithuania
Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) mendukung protes regu nasional tersebut.
"Setiap tanda kuat & efektif," mengatakan Presiden DFB Fritz Keller dalam sebuah pernyataan dalam laman resmi mereka.
"Tapi tentu saja kami harus, & akan terus bersuara. Kami bermain untuk orang & bukan untuk pemerintah."
Namun, Keller menyiratkan timnas Jerman melarang boikot putaran final Piala Dunia 2022.
"Kami berhubungan dengan pakar dari organisasi non-pemerintah."
"Amnesty International menyarankan supaya tidak memboikot & lebih menuntut dialog dengan mereka yg terlibat, memberikan sinyal yg jelas -- seperti yg dilakukan regu nasional, dengan mengenakan kaus bertuliskan "Hak Asasi Manusia," tambah Keller.
Baca juga: Gol semata wayang Serge Gnabry menangkan Jerman di Rumania
Sementara itu, gelandang Jerman Joshua Kimmich menilai pembicaraan tentang boikot itu sudah "terlambat 10 tahun".
"Kami semestinya memikirkannya saat itu," ujar Kimmich, merujuk pada final Piala Dunia yg dianugerahkan kepada Qatar pada 2010.
Di tempat lain, para pemain Denmark mengenakan kaos bertuliskan "Football support CHANGE" sebelum pertandingan kualifikasi melawan Moldova pada Minggu (29/3).
Norwegia juga mengenakan kaus bertuliskan "Hak Asasi Manusia, di dalam & di luar lapangan" sebelum pertandingan terakhir melawan Gibraltar & Turki.
Timnas Belanda pun mengenakan kaus bertuliskan "Sepak bola mendukung PERUBAHAN" sebelum menang 1-0 atas Latvia di Amsterdam pada Sabtu (27/3).
Baca juga: Spanyol taklukkan Georgia berkat gol menit terakhir
Baca juga: Inggris raih tiga poin setelah tekuk Albania 2-0
Baca juga: Denmark pesta delapan gol tanpa balas kontra Moldova
"Kami semua mendukung permainan yg adil, tidak cuma di lapangan, tetapi juga di luar lapangan," mengatakan kapten timnas Jerman Manuel Neuer dikutip dari AFP, Senin.
"Kami mendukung 30 pasal hak asasi manusia ini, untuk keberagaman & menentang diskriminasi. Itulah yg harap kami tunjukkan."
"Ide itu datang lagi dari tim, seperti yg terjadi sebelum pertandingan melawan Islandia," tambah Neuer.
Pada Kamis (25/3), regu Jerman mengenakan kaus bertuliskan "Human Rights" sebelum menang 3-0 atas Islandia di pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022.
Baca juga: Italia menang meyakinkan di Bulgaria, Swiss atasi Lithuania
Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) mendukung protes regu nasional tersebut.
"Setiap tanda kuat & efektif," mengatakan Presiden DFB Fritz Keller dalam sebuah pernyataan dalam laman resmi mereka.
"Tapi tentu saja kami harus, & akan terus bersuara. Kami bermain untuk orang & bukan untuk pemerintah."
Namun, Keller menyiratkan timnas Jerman melarang boikot putaran final Piala Dunia 2022.
"Kami berhubungan dengan pakar dari organisasi non-pemerintah."
"Amnesty International menyarankan supaya tidak memboikot & lebih menuntut dialog dengan mereka yg terlibat, memberikan sinyal yg jelas -- seperti yg dilakukan regu nasional, dengan mengenakan kaus bertuliskan "Hak Asasi Manusia," tambah Keller.
Baca juga: Gol semata wayang Serge Gnabry menangkan Jerman di Rumania
Sementara itu, gelandang Jerman Joshua Kimmich menilai pembicaraan tentang boikot itu sudah "terlambat 10 tahun".
"Kami semestinya memikirkannya saat itu," ujar Kimmich, merujuk pada final Piala Dunia yg dianugerahkan kepada Qatar pada 2010.
Di tempat lain, para pemain Denmark mengenakan kaos bertuliskan "Football support CHANGE" sebelum pertandingan kualifikasi melawan Moldova pada Minggu (29/3).
Norwegia juga mengenakan kaus bertuliskan "Hak Asasi Manusia, di dalam & di luar lapangan" sebelum pertandingan terakhir melawan Gibraltar & Turki.
Timnas Belanda pun mengenakan kaus bertuliskan "Sepak bola mendukung PERUBAHAN" sebelum menang 1-0 atas Latvia di Amsterdam pada Sabtu (27/3).
Baca juga: Spanyol taklukkan Georgia berkat gol menit terakhir
Baca juga: Inggris raih tiga poin setelah tekuk Albania 2-0
Baca juga: Denmark pesta delapan gol tanpa balas kontra Moldova
Berita diatas dikutip dari internet, jika Timnas Jerman kembali protes Qatar soal pelanggaran HAM adalah spam, mohon beritahu kami.