Tim SAR gabungan pada Senin akan melakukan penyelaman di titik ditemukannya bangkai KMP Bahuga Jaya untuk melakukan evakuasi korban yang diduga masih terjebak di dalam kapal nahas tersebut.
Humas Tim SAR gabungan yang melakukan evakuasi di Bakauheni, Agolo, mengatakan, pihaknya hari Senin memang menjadwalkan penyelaman untuk menjangkau bangkai KMP Bahuga Jaya yang berada di kedalaman 76 meter di dasar laut.
Para penyelam yang akan melakukannya adalah tim penyelam khusus dari Armada Barat TNI Angkatan Laut yang berangkat menuju lokasi menggunakan rubber boat "Sea Raider" sebanyak 13 orang dan rencananya akan menyelam di titik selam yang telah di tandai itu.
Agolo menyebutkan hari Senin memang melakukan penyelaman, karena pada Minggu (30/9), tim SAR gabungan masih menandai titiknya bangkai kapal sebelum menyelam, karena arus bawah laut sangat deras membuat kapal tersebut terus bergeser sejauh 0,8 mil arah utara dari titik awal tenggelam.
Ia menerangkan, petugas pada Minggu masih kesulitan memasang alat penanda posisi kapal atau SSBA "Surface Supllied Breathing Aparatus" karena arus cukup deras dengan kecepatan sampai 8,0 knot, sehingga petugas menambahkan beton cor sebagai pemberat alat penanda tersebut di dasar laut.
"Setelah peralatan tersebut terpasang, maka tim penyelaam khusus akan segara terjun untuk menjangkau bangai kapal yang berada di kedalaman 76 kilometer," jelas Agolo.
Ia berharap, upaya penyelaman hari Senin berjalan lancar dan bangkai kapal dapat dijangkau oleh para penyelam khusus agar mendapat gambaran jelas mengenai kondisi kapal yang diduga masih ada korban yang terjebak karena tidak sempat menyelamatkan diri saat tenggelam beberapa hari lalu
Humas Tim SAR gabungan yang melakukan evakuasi di Bakauheni, Agolo, mengatakan, pihaknya hari Senin memang menjadwalkan penyelaman untuk menjangkau bangkai KMP Bahuga Jaya yang berada di kedalaman 76 meter di dasar laut.
Para penyelam yang akan melakukannya adalah tim penyelam khusus dari Armada Barat TNI Angkatan Laut yang berangkat menuju lokasi menggunakan rubber boat "Sea Raider" sebanyak 13 orang dan rencananya akan menyelam di titik selam yang telah di tandai itu.
Agolo menyebutkan hari Senin memang melakukan penyelaman, karena pada Minggu (30/9), tim SAR gabungan masih menandai titiknya bangkai kapal sebelum menyelam, karena arus bawah laut sangat deras membuat kapal tersebut terus bergeser sejauh 0,8 mil arah utara dari titik awal tenggelam.
Ia menerangkan, petugas pada Minggu masih kesulitan memasang alat penanda posisi kapal atau SSBA "Surface Supllied Breathing Aparatus" karena arus cukup deras dengan kecepatan sampai 8,0 knot, sehingga petugas menambahkan beton cor sebagai pemberat alat penanda tersebut di dasar laut.
"Setelah peralatan tersebut terpasang, maka tim penyelaam khusus akan segara terjun untuk menjangkau bangai kapal yang berada di kedalaman 76 kilometer," jelas Agolo.
Ia berharap, upaya penyelaman hari Senin berjalan lancar dan bangkai kapal dapat dijangkau oleh para penyelam khusus agar mendapat gambaran jelas mengenai kondisi kapal yang diduga masih ada korban yang terjebak karena tidak sempat menyelamatkan diri saat tenggelam beberapa hari lalu