Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Berbicara tentang sosial media yg makin marak selama beberapa tahun terakhir, ada satu pertanyaan yg sering muncul: Mengapa sosial media begitu adiktif?
Dan diantara banyaknya sosial media yg kita kenal, TikTok merupakan platform ulung yg menciptakan banyak orang ketagihan.
Sama seperti kebanyakan sosial media, TikTok didesain supaya pengguna betah berlama-lama menghabiskan waktu scrolling konten demi konten yg ditampilkan. Jurus jitu mereka adalah sistem algoritma yg terpersonalisasi. Platform ini sanggup membaca preferensi pengguna cuma dalam hitungan menit saja, mulai dari tipe konten yg disukai, durasi menonton, hingga kebiasaan masing-masing pengguna. Dengan begitu, konten yg muncul sering relevan dengan apa yg disukai pengguna.
Ditambah lagi, format video pendek memberikan hadiah ke otak berupa peningkatan dopamin yg cepat. Hal ini menciptakan otak ketagihan untuk sering merasakan rangsangan yg sama terus menerus. Mempertimbangkan hal tersebut, banyak media sosial berbasis konten video yg menerapkan fitur swipe tiada akhir, tidak terkecuali TikTok.
Swipe demi swipe tanpa ujung, memberikan sensasi penasaran yg menggelitik, hingga akhirnya waktu berlalu tanpa disadari. Bahkan waktu satu jam terasa cuma 10 menit saja!
Terakhir, TikTok juga hadir dengan tampilan yg menarik, mulai dari audio-audio populer hingga format video yg disukai oleh otak. Kombinasi inilah yg menyebabkan platform satu ini sangat sulit ditinggalkan.