Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Netizen Indonesia memang bar-bar, terlebih tentang masalah tiket Borobudur yg naik. Dimana sang Menteri segala urusan opung Luhut sudah bersabda, bahwa tiket Borobudur naik jadi Rp 750.000.
Tentu banyak netizen yg adu bacot, ada yg setuju & tidak. Apalagi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman & Investasi Luhut Binsar Pandjaitansudah memberikan intruksi.
Walau ada miskomunikasi, katanya tiket masuk Candi Borobudur tidak mengalami kenaikan, yaitu Rp 50.000 untuk dewasa & Rp 25.000 untuk anak-anak. Sedangkan yg ada kenaikan adalah mereka yg membeli tiket Rp 750.000 itu untuk naik ke atas stupa candi.
Oke, cukup hingga disitu informasi tentang Borobudur terkait kenaikan harga yg diwacanakan.
Sekarang saya akan bahas dari persepsi yg berbeda, jadi begini Candi Borobudur itu adalah tempat ibadah umat Buddha, namun sesudah Indonesia merdeka kenapa jadi tempat wisata?
Kalau sudah jadi tempat wisata, maka yg terjadi mereka para pengunjung dengan seenaknya sering sekali ada yg berbuat kurang sopan & tak beretika.
Contoh begini, ada tempat ibadah umat tertentu, terlebih yg mayoritas. Lalu disana dijadikan tempat wisata yg dikelola pemerintah. Maka, ditempat ibadah tersebut akan ada orang yg pacaran, orang yg berlaku tidak sopan, bahkan berswafoto di tempat-tempat yg sebenarnya tempat itu disucikan.
Apakah umat beragama itu tidak marah? Harusnya marah & itu wajar, karena tempat yg disucikan.
Begitu juga dengan umat Buddha, yg semestinya marah kalau ada tempat suci mereka dikotori oleh para pengunjung. Karena pemerintah sudah salah langkah dari awalnya dimana tempat ibadah dikomersilkan, maka ada kebijakan tiket naik.
Namun bukan umat Buddha yg ribut tetapi netizen dengan beraneka ragam umat agama, & yg dipermasalahkan cuma harga tiket.
Jadi dipikirkan mereka cuma masalah duit, bukan berfikir bahwa itu tempat ibadah agama lain. Kalau kesana harus menjaga prilaku & sebagainya. Jadi kesakralan tempat ibadah itu hilang, karena cuma tiket yg dipermasalahkan.
Padahal kalau kita lihat tempat ibadah lain, masuk ya gratis. Siapa saja dapat masuk, tetapi yg masuk rata-rata adalah pemeluk agama tempat ibadah itu sendiri. Jarang terjadi yg masuk dari berbagai macam agama, kecuali tempat ibadah yg di komersilkan seperti Borobudur ini.
Dan semestinya yg mengelola tempat ibadah yg ada di Indonesia, biasanya adalah pemeluk agama tempat ibadah itu berdiri. Tapi aneh candi Borobudur malah dikelola PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero), kerjasama dengan Ditjen Kebudayaan Kemendikbudyang mengurus Botobudur.
Hmm tentu hal ini cukup menarik untuk dibahas, apa tanggapan kalian tentanf hal ini
Sumber klik, klik,