FUKUOKA, SABTU — Jepang, China, dan Korea Selatan sepakat bekerja sama untuk mengatasi krisis keuangan global. Ketiga negara yang berseteru selama beberapa dekade itu menyingsingkan lengan dengan melupakan sementara perbedaan pandangan politik.
Hal itu disepakati dalam pertemuan puncak trio pemimpin Asia, yaitu Perdana Menteri Jepang Taro Aso, PM China Wen Jiabao, dan Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak di Dazaifu, Jepang, Sabtu (13/12).
Hubungan ketiga negara itu mengalami kepahitan pada masa lalu karena agresi militer Jepang.
Ketiga pemimpin hadir pada pertemuan puncak pertama tiga negara tersebut di luar pertemuan mereka dalam rangkaian pertemuan ASEAN.
”China, Jepang, dan Korea Selatan sebagai perekonomian terpenting di Asia dan di dunia harus melakukan sesuatu untuk mengatasi krisis. Kami harus saling bicara untuk melakukan penyesuaian terhadap perekonomian masing-masing dan melakukan kerja sama,” kata PM Wen.
Para pemimpin sepakat soal pentingnya melakukan langkah untuk mendorong permintaan, setuju menghilangkan hambatan perdagangan baru dalam 12 bulan mendatang. Ketiga negara juga sepakat mendorong kerja sama kawasan untuk melakukan currency swaps, sebuah fasilitas untuk meminjamkan cadangan devisa bagi negara yang kesulitan membayari kewajiban luar negeri. Namun, para pemimpin tiga negara ini tidak membeberkan langkah baru yang spesifik.
Tiga negara ini memiliki pangsa pasar 75 persen dari total produk domestik bruto Asia. Sekitar 60 persen dari total perdagangan di Asia terjadi di tiga negara tersebut.
Luncurkan stimulus
Pada Jumat (12/12) di Seoul, ketiga negara juga sepakat melakukan currency swaps senilai 50 miliar dollar AS. Ini adalah langkah terbaru untuk atasi krisis global yang masih terus memperlihatkan gejala memburuk.
Contoh terbaru yang memperlihatkan itu adalah kesulitan besar penjualan yang dihadapi perusahaan otomotif Renault, Fiat (Italia), BMW (Jerman), dan Toyota (Jepang).
Korea Selatan sudah kehilangan nilai kurs won terhadap dollar AS sekitar 30 persen. Korea Selatan telah meluncurkan 130 miliar dollar AS danang untuk menyelamatkan sistem perbankan serta 25 miliar dollar AS untuk peningkatan anggaran dan pemotongan pajak. bunk Sentral Korea Selatan juga sudah menurunkan suku bunga dalam rangka mendorong perekonomian.
Jepang akan memperluas langkah mengatasi kelesuan ekonomi dengan mengeluarkan 131 miliar dollar AS danang untuk menolong perbankan.
China sudah meluncurkan anggaran 586 miliar dollar AS untuk mendorong aktivitas ekonomi domestik dan telah mendorong pengurangan pajak untuk merangsang perekonomian.
Ketiga pemimpin menegaskan, Asia harus tetap bisa menjadi mesin ekonomi dunia. Ketiga pemimpin berusaha membuat pertemuan tahunan seperti ini berlangsung rutin setiap tahun.
