Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.224
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Tiga perbedaan Solskjaer dengan Lampard.
Dokumentasi - Frank Lampard (kiri) dari Chelsea mengejar pemain Manchester United Ole Gunnar Solskjaer (kanan) saat pertandingan Liga Inggris di Old Trafford di Manchester 01/12/2001). Chelsea memenangkan pertandingan tersebut 3-0. ANTARA/AFP PHOTO/Adrian Dennis/aa.
Jakarta (ANTARA) - Frank Lampard sudah dipecat Chelsea kemarin setelah The Blues menduduki peringkat kesembilan dalam klasemen Liga Premier.
Lampard ditunjuk sebagai manajer Chelsea tak lama setelah Ole Gunnar Solskjaer. Saat itu dia jadi favorit media hingga akhirnya dipecat oleh Chelsea.
Solskjaer mengalahkan Lampard dalam tiga dari lima pertandingan di antara mereka, sedangkan dua lainnya berakhir dengan kekalahan & seri.
Solksjaer bakal sangat sulit mengalami nasib yg sudah menimpa Lampard karena tiga alasan seperti disebutkan laman United In Focus.
Baca juga: Frank Lampard buka suara usai dipecat Chelsea
Orang manajemen
Solskjaer menangani dengan sangat baik pemain-pemainnya selama dua tahun terakhir. Lihat saja dalam kasus Paul Pogba di mana dia menangani keadaan pelik hingga kemudian berhasil mendorong pemain Prancis itu mengeluarkan semua hal terbaik yg dia miliki.
Salah satu hal yg tak akan dilakukan Solskjaer adalah mengkritik pemainnya di depan publik. Ini kebalikan dari Lampard saat Chelsea tengah menghadapi kesulitan, salah satunya pada Desember setelah The Blues dikalahkan Wolves ketika Lampard berkata kepada Sky bahwa "pemain-pemainnya harus bertanggung jawab".
Lampard tak begitu piawai dalam manajemen & kekurangan keterampilan dalam melatih untuk memotivasi timnya & merangsang keluarnya kemampuan terbaik dari pemain-pemainnya. Solskjaer justru sebaliknya berusaha memaksimalkan potensi yg dimiliki semua pemainnya.
Baca juga: Reaksi atas pemecatan Frank Lampard
Rencana jangka panjang
Pemecatan Lampard sebenarnya sudah diperkirakan sebelumnya karena Chelsea sudah belanja besar-besaran musim panas lalu.
Dia sebenarnya sudah berhasil pada musim 2019/2020 dengan finis urutan keempat dengan mengpakai skuad muda yg ada.
Tetapi segera setelah dia punya uang untuk dibelanjakan, Lampard meminggirkan pemain-pemain muda seperti Fikayo Tomori & Tammy Abraham dengan beralih ke pemain-pemain baru yg dibeli dengan total 200 juta pound.
Masalah Lampard bukan cuma belanja terlalu banyak, tetapi juga pembelian sebesar itu menciptakan beban dia jadi lebih akbar khususnya dalam membangun regu yg tak dapat dilakukan dalam waktu sekejap.
Baca juga: Fakta singkat mantan manajer Chelsea Frank Lampard
Di sini, Solskjaer secara tak langsung mengkritik Chelsea, bahwa "Sungguh tak mudah terlalu banyak pemain baru di dalam tim, butuh waktu lama bagi pemain menyatu dalam satu unit. Kita sudah menyaksikan beberapa klub mengambil jalur pintas menyelesaikan masalah, sedangkan yg lainnya mempercayai proses."
United sendiri memang membeli beberapa pemain muda, tetapi perubahan yg mereka lakukan dilakukan secara bertaha pada waktu yg tepat.
Chelsea sempat sabar hingga menunggu larangan transfer dicabut pada 2019. Tetapi begitu itu dicabut, mereka belanja gila-gilaan pada 2020. Lampard sebenarnya tak mau terburu-buru, sebaliknya pendekatan United lebih masuk akal & itu mendapatkan ganjaran.
Pengalaman
Ole Gunnar Solskjaer disebut-sebut tak punya pengalaman menangani klub besar, tetapi dalam soal manajemen dia sebenarnya jauh lebih berpengalaman ketimbang Lampard.
Lampard cuma pernah satu musim di Derby County sebelum ditarik menangani Chelsea.
Sebaliknya, Solskjaer menghabiskan waktu satu dekade menangani regu cadangan United sebelum melatih Molde di Norwegia selama tiga tahun, lalu di Cardiff, sebelum balik lagi ke Molde. Intinya, dia sudah lebih dari sepuluh tahun menangani manajemen regu senior.
Pengalaman ini ternyata berguna yg menciptakannya tahu sekali soal manajemen, membangun skuad & menghadapi pers.
Lampard pernah menyerang balik pers yg mengkritiknya, sebaliknya Solskjaer menghadapi pers dengan wibawa, profesional & berkelas.
Baca juga: Solskjaer bahagia dengan perkembangan mental MU musim ini
Baca juga: Puncaki klasemen Liga Inggris, Solskjaer minta MU jangan cepat puas
Berita diatas dikutip dari internet, jika Tiga perbedaan Solskjaer dengan Lampard adalah spam, mohon beritahu kami.
Dokumentasi - Frank Lampard (kiri) dari Chelsea mengejar pemain Manchester United Ole Gunnar Solskjaer (kanan) saat pertandingan Liga Inggris di Old Trafford di Manchester 01/12/2001). Chelsea memenangkan pertandingan tersebut 3-0. ANTARA/AFP PHOTO/Adrian Dennis/aa.
Jakarta (ANTARA) - Frank Lampard sudah dipecat Chelsea kemarin setelah The Blues menduduki peringkat kesembilan dalam klasemen Liga Premier.
Lampard ditunjuk sebagai manajer Chelsea tak lama setelah Ole Gunnar Solskjaer. Saat itu dia jadi favorit media hingga akhirnya dipecat oleh Chelsea.
Solskjaer mengalahkan Lampard dalam tiga dari lima pertandingan di antara mereka, sedangkan dua lainnya berakhir dengan kekalahan & seri.
Solksjaer bakal sangat sulit mengalami nasib yg sudah menimpa Lampard karena tiga alasan seperti disebutkan laman United In Focus.
Baca juga: Frank Lampard buka suara usai dipecat Chelsea
Orang manajemen
Solskjaer menangani dengan sangat baik pemain-pemainnya selama dua tahun terakhir. Lihat saja dalam kasus Paul Pogba di mana dia menangani keadaan pelik hingga kemudian berhasil mendorong pemain Prancis itu mengeluarkan semua hal terbaik yg dia miliki.
Salah satu hal yg tak akan dilakukan Solskjaer adalah mengkritik pemainnya di depan publik. Ini kebalikan dari Lampard saat Chelsea tengah menghadapi kesulitan, salah satunya pada Desember setelah The Blues dikalahkan Wolves ketika Lampard berkata kepada Sky bahwa "pemain-pemainnya harus bertanggung jawab".
Lampard tak begitu piawai dalam manajemen & kekurangan keterampilan dalam melatih untuk memotivasi timnya & merangsang keluarnya kemampuan terbaik dari pemain-pemainnya. Solskjaer justru sebaliknya berusaha memaksimalkan potensi yg dimiliki semua pemainnya.
Baca juga: Reaksi atas pemecatan Frank Lampard
Rencana jangka panjang
Pemecatan Lampard sebenarnya sudah diperkirakan sebelumnya karena Chelsea sudah belanja besar-besaran musim panas lalu.
Dia sebenarnya sudah berhasil pada musim 2019/2020 dengan finis urutan keempat dengan mengpakai skuad muda yg ada.
Tetapi segera setelah dia punya uang untuk dibelanjakan, Lampard meminggirkan pemain-pemain muda seperti Fikayo Tomori & Tammy Abraham dengan beralih ke pemain-pemain baru yg dibeli dengan total 200 juta pound.
Masalah Lampard bukan cuma belanja terlalu banyak, tetapi juga pembelian sebesar itu menciptakan beban dia jadi lebih akbar khususnya dalam membangun regu yg tak dapat dilakukan dalam waktu sekejap.
Baca juga: Fakta singkat mantan manajer Chelsea Frank Lampard
Di sini, Solskjaer secara tak langsung mengkritik Chelsea, bahwa "Sungguh tak mudah terlalu banyak pemain baru di dalam tim, butuh waktu lama bagi pemain menyatu dalam satu unit. Kita sudah menyaksikan beberapa klub mengambil jalur pintas menyelesaikan masalah, sedangkan yg lainnya mempercayai proses."
United sendiri memang membeli beberapa pemain muda, tetapi perubahan yg mereka lakukan dilakukan secara bertaha pada waktu yg tepat.
Chelsea sempat sabar hingga menunggu larangan transfer dicabut pada 2019. Tetapi begitu itu dicabut, mereka belanja gila-gilaan pada 2020. Lampard sebenarnya tak mau terburu-buru, sebaliknya pendekatan United lebih masuk akal & itu mendapatkan ganjaran.
Pengalaman
Ole Gunnar Solskjaer disebut-sebut tak punya pengalaman menangani klub besar, tetapi dalam soal manajemen dia sebenarnya jauh lebih berpengalaman ketimbang Lampard.
Lampard cuma pernah satu musim di Derby County sebelum ditarik menangani Chelsea.
Sebaliknya, Solskjaer menghabiskan waktu satu dekade menangani regu cadangan United sebelum melatih Molde di Norwegia selama tiga tahun, lalu di Cardiff, sebelum balik lagi ke Molde. Intinya, dia sudah lebih dari sepuluh tahun menangani manajemen regu senior.
Pengalaman ini ternyata berguna yg menciptakannya tahu sekali soal manajemen, membangun skuad & menghadapi pers.
Lampard pernah menyerang balik pers yg mengkritiknya, sebaliknya Solskjaer menghadapi pers dengan wibawa, profesional & berkelas.
Baca juga: Solskjaer bahagia dengan perkembangan mental MU musim ini
Baca juga: Puncaki klasemen Liga Inggris, Solskjaer minta MU jangan cepat puas
Berita diatas dikutip dari internet, jika Tiga perbedaan Solskjaer dengan Lampard adalah spam, mohon beritahu kami.