• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Internasional Tiga duel sengit dalam final Euro 2020

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Diggie
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Diggie

IndoForum Activist C
No. Urut
287751
Sejak
6 Apr 2020
Pesan
13.887
Nilai reaksi
1
Poin
0
Berikut adalah berita Tiga duel sengit dalam final Euro 2020.

Tiga duel sengit dalam final Euro 2020


Foto kombo yg dibuat pada 9 Juli 2021 memperlihatkan striker Italia Lorenzo Insigne (kri) di London pada 6 Juli 2021 & striker Inggris Harry Kane di London pada 18 Juni 2021. Inggris menghadapi Italia dalam final UEFA Euro 2020 di Stadion Wembley di London pada 11 Juli 2021. ANTARA/AFP/Frank Augtein/pri.

Jakarta (ANTARA) - Italia menghadapi Inggris dalam final UEFA EURO 2020 manakala pencarian sukses tingkat benua mencapai puncaknya Senin dini hari esok di Stadion Wembley.

Kedua regu memulai laga dengan kepercayaan tinggi di mana Azzurri tak terkalahkan dalam 33 pertandingan, sedangkan Three Lions baru sekali kebobolan selama turnamen ini.

Pertandingan nanti itu diperkirakan berjalan sengit & akan diwarnai duel-duel akbar di antara para pemainnya. Dan laman UEFA-Euro 2020 menampilkan tiga duel paling sengit dalam laga final Euro 2020 nanti itu.

chiesa-shaw.jpg
Federico Chiesa vs Luke Shaw (ANTARA/Juns)

Federico Chiesa vs Luke Shaw

Luke Shaw amat mematikan manakala merangsek dari kiri lapangan, khususnya saat melawan Jerman & Ukraina. Dia jadi pencipta peluang paling banyak di kubu Inggris dengan sembilan peluang. Namun dalam final nanti, pemain Manchester United tersebut mungkin harus lebih memperhatikan lagi pertahanan karena harus menghadapi Federico Chiesa yg sedang dalam performa terbaiknya.

Penyerang Juventus itu menghadirkan energi & kecepatan, belum termasuk tembakan tajam seperti dari dua golnya dalam turnamen ini: tendangan laser dari sudut sempit ketika menghadapi Austria dalam babak 16 besar, kemudian tendangan melengkung sempurna ketika menyingkirkan Spanyol dalam semifinal.

Baca juga: Dua 'supersub' penyelamat Italia singkapkan meratanya skuad Azzurri

Pemain berusia 23 tahun itu sudah membuktikan diri sebagai pemain akbar di level klub dengan mencetak gol-gol penting untuk Juventus dalam Liga Champions UEFA & final Coppa Italia musim lalu.

Akankah dia juga meninggalkan jejaknya di pertandingan terbesar dalam karirnya ini? Jika ya, maka Shaw mungkin menghadapi kekecewaan serupa seperti dalam semifinal ketika tugas membendung Martin Braithwaite sudah membatasi dampaknya kepada serangan Inggris.

giovanni-sterling.jpg
Giovanni Di Lorenzo vs Raheem Sterling (ANTARA/Juns)

Giovanni Di Lorenzo vs Raheem Sterling

Ketika Raheem Sterling berlaga dalam semifinal Piala Dunia FIFA 2018 bersama Inggris, setelah memimpin Manchester City meraih gelar Liga Premier dengan 18 golnya, Giovanni Di Lorenzo yg satu tahun lebih tua dari dia, menyaksikan turnamen itu dari rumahnya di Tuscany.

Bek kanan itu baru saja promosi dari Serie B bersama Empoli. Baru setahu sebelumnya dia bermain di divisi tiga Italia bersama Matera, regu dari kota spektakuler di Italia selatan yg terkenal berkat Città dei Sassi (Kota Batu), namun bukan kekuatan sepakbola.

Di Lorenzo memulai turnamen ini sebagai pemain skuad tetapi terus cemerlang sejak Alessandro Florenzi mengalami cedera betis pada pertandingan pembuka melawan Turki, dengan mempersembahkan serangkaian penampilan yg solid.

Malam tersulitnya hingga saat ini adalah saat menghadapi pemain muda Belgia Jeremy Doku. Pada diri Sterling, dia akan menghadapi penyerang yg berasal dari kelas yg berbeda, yakni seorang pemain terbaik dalam turnamen ini yg menghadapi para bek lebih sering ketimbang pemain mana pun dalam EURO ini (29 kali).

Gol Sterling dapat jadi tirai yg membuka gawang Italia, mengingat Inggris tak pernah kalah ketiak dia yg mencetak gol. Jadi, Di Lorenzo kali ini sangat membutuhkan sedikit bantuan dari rekannya, bek tengah Leonardo Bonucci.

Baca juga: Leonardo Bonucci minta Italia tetap rendah hati

Selanjutnya Jorginho vs Mason Mount
  • 1
  • 2
  • Tampilkan Semua

Berita diatas dikutip dari internet, jika Tiga duel sengit dalam final Euro 2020 adalah spam, mohon beritahu kami.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.