yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
INILAH.COM, New York - Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa anak-anak yang tidurnya mengorok mungkin berperilaku buruk. Benarkah?
Anak-anak yang tidur mengorok lebih banyak berisiko memiliki masalah perilaku dan emosi untuk ke depannya, menurut sebuah studi yang dilakukan di Amerika Serikat dan melibatkan lebih dari 10 ribu anak-anak.
Studi yang dipublikasikan di jurnal Pediatrics tersebut bukanlah yang pertama meneliti keterkaitan perilaku buruk dengan tidur mengorok, atau yang dalam istilah medis disebut sebagai apnea.
"Jadi sebenarnya bukan kami yang menemukan keterkaitan tersebut," ujar Karen Bonuck dari Albert Einstein College of Medicine di New York.
Penelitian yang dilakukan oleh Bonuck bersama timnya tersebut telah melibatkan lebih dari 13 ribu anak-anak berusia bayi hingga usia tujuh tahun. Demikian seperti dikutip dari ST.
"Ini merupakan studi terbesar yang pernah dilakukan terkait pada masalah tersebut," pungkas Bonuck.
Anak-anak yang tidur mengorok lebih banyak berisiko memiliki masalah perilaku dan emosi untuk ke depannya, menurut sebuah studi yang dilakukan di Amerika Serikat dan melibatkan lebih dari 10 ribu anak-anak.
Studi yang dipublikasikan di jurnal Pediatrics tersebut bukanlah yang pertama meneliti keterkaitan perilaku buruk dengan tidur mengorok, atau yang dalam istilah medis disebut sebagai apnea.
"Jadi sebenarnya bukan kami yang menemukan keterkaitan tersebut," ujar Karen Bonuck dari Albert Einstein College of Medicine di New York.
Penelitian yang dilakukan oleh Bonuck bersama timnya tersebut telah melibatkan lebih dari 13 ribu anak-anak berusia bayi hingga usia tujuh tahun. Demikian seperti dikutip dari ST.
"Ini merupakan studi terbesar yang pernah dilakukan terkait pada masalah tersebut," pungkas Bonuck.
