Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Hai GanSis!! Sudah sekitar setahun kita semua, dunia mengalami kondisi Pandemi Covid-19. Kita sedang menghadapi wabah penyakit, yg mana obatnya belum diketahui.
Quote:
Ilustrasi - Foto olehcottonbrodariPexels
Ya, kita semua sedang sakit & yg sehat juga dalam bayang-bayang penyakit. Sebab virus ini sangat cepat menyebar dari satu ke banyak orang.
Lantas apa yg terjadi kalau wabah penyakit berlangsung menahun? Penyangkalan. Itu menurut saya ya.
Tanpa menyalahkan siapapun yg menyangkal adanya Covid-19 & berpikir ini hanyalah konspirasi elite global. Saya pikir, ya saya sendiri juga bila terkena penyakit menahun. Maka akan timbul rasa penyangkalan & mulai berpikir ada yg gak bener sama penyakit tersebut. Misalnya akibat guna-guna & hal mistis lainnya.
Begitu juga dengan Covid-19. Ini penyakit apa-apaan, demam sedikit dibilang Covid-19, ini sedikit Covid-19, kopat-kopit terus. Saya juga maunya gitu, TIDAK PERCAYA COVID. ini hoax, konspirasi, & mimpi buruk saja. Besok bangun pagi & semuanya akan baik-baik saja.
Tapi kenyataannya tidak begitu. Meskipun saya belum (amit-amit jangan hingga) terinfeksi Covid-19. Bagi saya virus ini nyata adanya. Korbannya sudah ada & lihatlah para nakes hingga "berdarah-darah" bahkan berkorban jiwa demi merawat pasien terinfeksi.
Dan dimasa lalu, umat manusia juga beberapa kali menghadapi wabah penyakit baru yg belum diketahui baik obat & vaksinnya. Jika ada yg bilang penyakit ini buat-buatan manusia. Ya memang ada benarnya. Perbuatan Manusia sendiri yg menyebabkan wabah.
Manusia sendirilah yg merusak alam, habitat makhluk hidup, sehingga menyebarnya virus penyakit. Sederhananya, saat kita merusak sarang lebah, maka lebahnya akan keluar & marah. Kemudian menyerang si perusak & orang sekitarnya. Btw, saya sudah bahas penyebaran virus penyakit di artikel ini: Bagaimana dapat ada muncul virus penyakit menular? Apa karena Neolitikum?
Ya begitu, bagi saya wabah penyakit karena akibat perbuatan manusia. Kalau GanSis pernah dengar tentang pemanasan global, perubahan iklim & sebagainya, menurut saya wabah penyakit ini salah satu akibat yg sedang kita rasakan.
Menerima kenyataan bahwa dunia ini sedang dalam Pandemi atau wabah penyakit, memang sangat sulit. Maunya sih, saya atau mungkin GanSis ada yg berpikir bahwa Covid-19 merupakan konspirasi sekelompok orang yg harap berbisnis penyakit, lalu konspirasi ini terbongkar, kelompok itu tertangkap, dihukum & kita semua hidup normal & berbahagia seperti di film-film.
Sekali lagi, saya maunya gitu. MAUNYA BEGITU!! Tapi kenyataannya tidak begitu. Kenyataannya sekarang wabah penyakit masih berlangsung, aktivitas ekonomi & sebagainnya jadi lebih sulit.
Berbagai usaha dilakukan umat manusia, dari pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, karantina, pengobatan, hingga kini vaksin. Ada yg nurut & abai. Wabah ini, protokol kesehatan & kesulitan ekonomi memang sangat memberatkan.
Semua orang tentu gak mau sakit. Apalagi saat kita gak sakit, tetapi harus mengikuti protokol seperti orang sakit. Maklum sih, kalau banyak penyangkalan dimana-mana.
Quote:
Btw, saya pernah sakit asam lambung. Tidak terlalu parah, tetapi pantangannya banyak banget. Gak boleh makan ini & itu. Tapi saya patuh demi sembuh. Dan itu berlangsung lama.
Sementara ada orang-orang yg mengidap penyakit sama, namun baru saja sembuh sudah melanggar pantangan makanan. Alasannya, hidup itu dinikmati aja, jangan kalah sama penyakit. Apa yg terjadi? Masih sehat-sehat saja.
Mengetahui itu saya jadi konyol. Percuma dong saya jaga-jaga makanan. Tapi tunggu dulu. Kasus setiap orang beda-beda. Ada juga yg umurnya gak panjang karena melanggar pantangan makanan.
Intinya, fisik setiap orang beda-beda. Misal ada orang yg terinfeksi Covid-19, tetapi masih sehat saja. Sementara kekebalan tubuh setiap orang gak sama. Saya sih berusaha mungkin cari aman, meski saya gak patuh-patuh amat sama protokol kesehatan. Setidaknya saya gak buang energi menyangkal kenyataan Covid-19. Kalau mau vaksin ya silahkan, apalagi gratis.
Rianda Prayoga
Binjai, 15 Januari 2021 Hari ini 06:38
Quote:
Ilustrasi - Foto olehcottonbrodariPexels
Ya, kita semua sedang sakit & yg sehat juga dalam bayang-bayang penyakit. Sebab virus ini sangat cepat menyebar dari satu ke banyak orang.
Lantas apa yg terjadi kalau wabah penyakit berlangsung menahun? Penyangkalan. Itu menurut saya ya.
Tanpa menyalahkan siapapun yg menyangkal adanya Covid-19 & berpikir ini hanyalah konspirasi elite global. Saya pikir, ya saya sendiri juga bila terkena penyakit menahun. Maka akan timbul rasa penyangkalan & mulai berpikir ada yg gak bener sama penyakit tersebut. Misalnya akibat guna-guna & hal mistis lainnya.
Begitu juga dengan Covid-19. Ini penyakit apa-apaan, demam sedikit dibilang Covid-19, ini sedikit Covid-19, kopat-kopit terus. Saya juga maunya gitu, TIDAK PERCAYA COVID. ini hoax, konspirasi, & mimpi buruk saja. Besok bangun pagi & semuanya akan baik-baik saja.
Tapi kenyataannya tidak begitu. Meskipun saya belum (amit-amit jangan hingga) terinfeksi Covid-19. Bagi saya virus ini nyata adanya. Korbannya sudah ada & lihatlah para nakes hingga "berdarah-darah" bahkan berkorban jiwa demi merawat pasien terinfeksi.
Dan dimasa lalu, umat manusia juga beberapa kali menghadapi wabah penyakit baru yg belum diketahui baik obat & vaksinnya. Jika ada yg bilang penyakit ini buat-buatan manusia. Ya memang ada benarnya. Perbuatan Manusia sendiri yg menyebabkan wabah.
Manusia sendirilah yg merusak alam, habitat makhluk hidup, sehingga menyebarnya virus penyakit. Sederhananya, saat kita merusak sarang lebah, maka lebahnya akan keluar & marah. Kemudian menyerang si perusak & orang sekitarnya. Btw, saya sudah bahas penyebaran virus penyakit di artikel ini: Bagaimana dapat ada muncul virus penyakit menular? Apa karena Neolitikum?
Ya begitu, bagi saya wabah penyakit karena akibat perbuatan manusia. Kalau GanSis pernah dengar tentang pemanasan global, perubahan iklim & sebagainya, menurut saya wabah penyakit ini salah satu akibat yg sedang kita rasakan.
Menerima kenyataan bahwa dunia ini sedang dalam Pandemi atau wabah penyakit, memang sangat sulit. Maunya sih, saya atau mungkin GanSis ada yg berpikir bahwa Covid-19 merupakan konspirasi sekelompok orang yg harap berbisnis penyakit, lalu konspirasi ini terbongkar, kelompok itu tertangkap, dihukum & kita semua hidup normal & berbahagia seperti di film-film.
Sekali lagi, saya maunya gitu. MAUNYA BEGITU!! Tapi kenyataannya tidak begitu. Kenyataannya sekarang wabah penyakit masih berlangsung, aktivitas ekonomi & sebagainnya jadi lebih sulit.
Berbagai usaha dilakukan umat manusia, dari pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, karantina, pengobatan, hingga kini vaksin. Ada yg nurut & abai. Wabah ini, protokol kesehatan & kesulitan ekonomi memang sangat memberatkan.
Semua orang tentu gak mau sakit. Apalagi saat kita gak sakit, tetapi harus mengikuti protokol seperti orang sakit. Maklum sih, kalau banyak penyangkalan dimana-mana.
Quote:
Btw, saya pernah sakit asam lambung. Tidak terlalu parah, tetapi pantangannya banyak banget. Gak boleh makan ini & itu. Tapi saya patuh demi sembuh. Dan itu berlangsung lama.
Sementara ada orang-orang yg mengidap penyakit sama, namun baru saja sembuh sudah melanggar pantangan makanan. Alasannya, hidup itu dinikmati aja, jangan kalah sama penyakit. Apa yg terjadi? Masih sehat-sehat saja.
Mengetahui itu saya jadi konyol. Percuma dong saya jaga-jaga makanan. Tapi tunggu dulu. Kasus setiap orang beda-beda. Ada juga yg umurnya gak panjang karena melanggar pantangan makanan.
Intinya, fisik setiap orang beda-beda. Misal ada orang yg terinfeksi Covid-19, tetapi masih sehat saja. Sementara kekebalan tubuh setiap orang gak sama. Saya sih berusaha mungkin cari aman, meski saya gak patuh-patuh amat sama protokol kesehatan. Setidaknya saya gak buang energi menyangkal kenyataan Covid-19. Kalau mau vaksin ya silahkan, apalagi gratis.
Rianda Prayoga
Binjai, 15 Januari 2021 Hari ini 06:38