Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Hai useless people! Terasa ya, ramadhan sudah berlalu. pasti kalian senang, kan? Sudah dapat makan siang. Tak perlu bangun dini hari untuk sahur. Sudah, jujur saja, ga usah mengelak.
Tak ada yg salah kalian bahagia ramadhan sudah berlalu. Apalagi kalau kalian sudah maksimal beribadah, tanpa mencatatnya di media sosial. Kalian jadi manusia yg lebih baik dari sebelumnya.
Biasanya di penghujung ramadhan, jutaan manusia kota akan mengerjakan eksodus besar-besaran ke kampung. Dalam bahasa nordik, kegiatan ini bernama mudik. Namun, ini tahun kedua mudik tidak berjalan lancar karena pandemi.
Akibat kebijakan yg sangat ASDFGHJKL dari pemerintah Burkina Faso, gak mungkin dong pemerintah Indonesia. Pemerintah Indonesia kan sangat tegas dalam mengambil & mengimplementasikan kebijakan dari pusat hingga daerah. Akibat kebijakan dari pemerintah Burkina Faso, banyak perantau yg akhirnya mengurungkan niat untuk mudik.
Tak terkecuali saya. Iya, saya.
Ini akan jadi kali perdana saya berlebaran di perantauan. Jauh dari orang tua, kakak, sahabat, & mantan calon pacar. Sebenarnya saya masih punya sedikit peluang untuk mudik. Tapi karena tak mau ribet dengan segala tetek bengek yg ada, sepertinya lebih baik saya urungkan niat.
Alasan lain, dari dulu, dalam hati kecil saya yg sering tersakiti ini, saya harap merasakan berlebaran di perantauan. Memang terdengar agak gblk. Lebaran waktunya kumpul bareng keluarga kok malah pengen di perantauan aja.
Saya percaya, pelaut yg hebat tidak lahir dari lautan yg tenang. Pembalap yg gesit tidak lahir dari trek lurus. Kuli yg kekar tidak lahir dari proyek yg ecek-ecek.
Begitu pula dengan hati. Agar hati semakin strong, terkadang perlu diberikan luka. Tentunya luka dengan yg diberikan secara bertahap, tidak ujug ujug langsung yg berat. Kan gak mungkin orang kurus kering perdana kali ke gym langsung angkat barbel 100 KG.
Karena saya sudah sering mengalami luka karena urusan persayangan, sepertinya saya perlu mencoba yg luka lebih berat. Saya perlu challenge yg lebih menantang. Berlebaran di perantauan. Banyak teman saya sudah mengerjakannya tahun lalu. Jadi, ini waktu yg pas bagi saya untuk mengerjakan challenge ini.
Yaaa, semoga internet saya gak ngelag-ngelag saat video call orang tua. Semoga saya tidak menangis terlalu keras. Saya akan menuliskan membagikan pengalaman berlebaran di perantauan beberapa hari lagi, kalo gak males. Kalian gak peduli? Sama, saya juga!!!
Terakhir, Selamat Hari Raya Idul Fitri untuk semua yg merayakan. Semoga kita termasuk orang-orang yg menang dalam arti sebenar-benarnya. Saya mohon maaf karena tulisan saya sering menyinggung kalian. Kedepannya akan tetap sama kok~
KEEP READ AND SOUND
Baca Juga Thread Lainnya
SUKA DUKA JUALAN PULSA DI SEKOLAH HT
Move On Dulu Atau Mencari Pengganti Dulu?HT
Yang Semakin Berubah Dari Kampung Halaman
Didi Kempot - Menuju Tak Terbatas Dan Melampauinya HT
Sebuah Pelajaran Dari Dua Centang Biru
Gopay vs OVO : Siapa Yang Akan Menang?
Keabsurdan Pendidikan Indonesia
Menjadi Pesayang Alam Sejati HT
Karena Perasaan Memang Jualan Paling Laris
Jalanan - Tempat Termudah Untuk Bersyukur & Mengeluh
Iman Yang Kalkulatif
Koar-koar Menolak Valentine & Pacaran. Buat Apa?
5 Lagu Ini Akan Membuat Kalian Mulai Melirik BTS
Memilih atau Dipilih?
Mencoba Menonton Theater JKT48 Untuk Pertama KaliHT
Kata Siapa Cowok Gak Pernah Nangis Saat Patah Hati?
Didi Kempot - (Terus) Menuju Tak Terbatas Dan Melampauinya
Pendidikan di Tengah Pandemi: Ketika Bisnis Membutakan Nurani
KALIAN NGGAK SPESIAL!!!
Sopir Truk: Sang Filsuf Jalanan
TEMPORARY PEOPLE
Kelas Tambahan di Malam GerimisPuasa: Ibadah yg (Tak Lagi) Sederhana
Hari ini 19:44