Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Gambar tampilan akun Bjorka saat menjual data | kompas.com
Baru-baru ini Indonesia dihebohkan oleh seorang peretas yg bernama "Bjorka", yg mana ia berhasil menggasak hampir 100 jutaan data pribadi warga Indonesia & menjualnya di forum para hacker.
Berbicara tentang hacker, ternyata tidak cuma Indonesia saja yg jadi korban peretasan karena negara teknologi Jepang & Jerman pun kecolongan, berikut informasi selengkapnya.
Situs web perusahaan kereta api Tokyo Metro Co. & Osaka Metro Co. tidak dapat diakses pada tanggal 7 September pada malam hari. Dan menurut informasi, ini adalah hari kedua berturut-turut serangan siber terjadi di Jepang.
Foto ilustrasi hacker | langit7.id
Sekitar pukul 7 malam waktu setempat, kelompok peretas yg diklaim dari Rusia ini bernama "Killnet" memberikan ancaman melalui di aplikasi Telegram yg berisikan akan menghentikan pengoperasian jaringan kereta bawah tanah di Tokyo. Menurut informasi, serangan Killnet dilakukan dalam bentuk serangan denial of service (DDos), di mana peretas mengirimkan data dalam jumlah akbar ke dalam jaringan dalam waktu singkat, menciptakan pengguna tidak dapat mengakses sistem atau server down.
Sehari sebelum datangnya ancaman, pusat keamanan siber nasional & pusat respons insiden Jepang mengatakan bahwa portal e-Gov pemerintah sudah diretas & tidak dapat diakses. Yang mana situs ini juga terkena serangan DDoS & tidak dapat diakses dari sekitar pukul 16:30 waktu setempat & down hingga sore hari pada tanggal 6 September. Kementerian Dalam Negeri & Komunikasi Jepang juga menyampaikan kalau akses ke portal pajak lokal eLTAX juga down.
Foto deskripsi file yg di curi dari KPU | Okezone.com
Sebelumnya, situs web badan keamanan, kementerian, & banyak politisi Jerman juga mendapatkan serangan siber, & beberapa situs sudah diretas & tidak dapat diakses. Bahkan situs web federal & banyak lembaga kepolisian Jerman jadi target empuk para peretas.
Para peretas ini juga menyerang sistem server mengpakai metode Distributed Denial of Service (DDoS) seperti yg dilakukan pada beberapa situs penting di Jepang.
Sebagian akbar serangan siber yg dilakukan peretas mengpakai virus malware, mereka juga mengpakai serangan phishing online untuk mengakali warga yg mengaksesnya.
Menurut juru bicara Europol, serangan siber di Jerman memiliki banyak motif yg diantaranya geopolitik, politik, & ekonomi.
Penulis: Sambelterasi052
Referensi: 1. nasional.kompas.com - 105 Juta Data Penduduk Bocor, Dibantah KPU, tetapi Diduga Valid
2. republicworld.com - Russian hackers target German govt websites in series of cyberattacks: Report
3. nippon.com - Japan metro websites hit, apparently by pro-Russia hacker group