• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Tiap Kota Palestine Dikelilingi Permukinan Yahudi

mattSeven

IndoForum Beginner A
No. Urut
53524
Sejak
24 Sep 2008
Pesan
1.292
Nilai reaksi
36
Poin
48
imgsizephp-1.jpg

Perdana Menteri Israel yang ditunjuk, Benjamin Netanyahu, tidak akan secara terbuka berkomitmen pada solusi dua negara atas konflik antara Israel dan Palestina. Namun Amerika Serikat berkeras itu adalah satu-satunya langkah maju.

"Saya merasa seperti orang asing di tanah air sendiri. Saya tidak bisa berjalan-jalan. Saya harus mengambil jalan putar, kalau tidak saya akan dihentikan oleh tentara Israel atau diancam oleh para pemukim Israel."

Raja Shehadeh adalah penulis pemenang hadiah, seorang warga Palestina yang menangisi perilaku yang dipandangnya sebagai kehancuran dan pencurian, tempat kelahirannya Tepi Barat.

Di perbukitan bebatuan di luar kota Ramallah, Shehadeh menunjuk bunga-bunga indah musim semi dan juga pemukiman Yahudi yang berada di sekitar bukit.

"Setiap kota Palestina di sini dikelilingi oleh pemukiman itu," ujarnya. "Bukit-bukit ini dipotong dan diratakan oleh mereka. Itu adalah serangan terhadap keindahan dan perasaan memiliki tanah ini."

Sejak tahun 1967 ketika Israel merebut dan menduduki Tepi Barat dan Jerusalem Timur semakin banyak warga Israel yang pidndah ke wilayah itu.

Langkah itu melanggar hukum internasional dan Palestina mengatakan tidak mungkin menciptakan perdamaian di wilayah tersebut.

"Satu-satunya kebijakan yang dijalankan pemerintah Israel secara konsisten selama lebih dari 40 tahun adalah: tidak menciptakan perdamaian dan membangun pemukiman di wilayah Palestina," ujar Shehadeh.

"Ini bukan lagi pendudukan tetapi penjajahan. Israel tidak berhak atas tanah ini. Tuhan tidak terlibat dalam bisnis pengembangan pemukiman. Jika Israel ingin perdamaian, itu tidak bisa terjadi di wilayah ini."

Benteng di bukit

Lalu apa itu pemukiman Yahudi? Namanya bisa menipu karena bisa berarti sesuatu yang bersifat sementara, atau mungkin ad hoc.

Namun jika anda tinggal di sana atau melihatnya dari desa-desa Palestina di sekitarnya, ada kesan bangunan itu dibuat secara permanen, atau setidaknya untuk masa yang tidak diketahui kapan berakhir.

20090303115541_45528127_w_bank_efra.gif

Sebagai contoh pemukiman Efrat, yang dekat kota Betlehem, yang terdiri dari deretan rumah modern berwarna putih dengan genteng merah, ciri khas satu pemukiman Yahudi.

Ciri lain adalah, pemukiman ini dibangun di atas bukit, para pemukim mengatakan lokasi itu penting untuk masalah keamanan.

Tempat pemukiman Yahudi cenderung dikelilingi oleh satu zona perantara - tanah yang tidak bisa dimanfaatkan sebagai tempat pertanian oleh warga Palestina.

Tempat pemukiman dihubungkan dengan jalan-jalan yang tidak boleh digunakan oleh warga Palestina.

Banyak pemukiman Yahudi yang bertambah besar, sembilan ribu orang kini tinggal di Efrat dan rencananya akan bertambah hingga 30.000.

Dan kini, jumlah pemukim Yahudi yang tinggal di Tepi Barat dan Jerusalem Timur - tanah yang menurut warga Palestina milik mereka dan harus menjadi bagian wilayah negara Palestina di masa depan - hampir mencapai setengah juta orang.

Kelompok hak asasi manusia Israel Peace Now mengatakan pemerintah Israel mencanangkan menggandakan jumlah pemukim di Tepi Barat, tuduhan yang dibantah departemen perumahan Israel.

'Bukan soal tanah'

Ari Ehrlich, Matan Dansker dam Yadin Gellman, tiga murid sekolah di Efrat, lahir di pemukiman itu.

Dua tahun lag imereka harus masuk dinas militer Israel dan kemungkina akan bertugas menjaga pos-pos pemeriksaan yang mengendalikan gerakan warga Palestina di dalam wilayah Tepi Barat.

Apakah mereka menerima usul pertukaran tanah untuk perdamaian dari masyarakat internasional? Apakah mereka mau menyerahkan rumah mereka kepada warga Palestina dengan damai?

"Jelas saya tidak mau meninggalkan rumah saya," ujar Ari. "Tetapi jika ada jaminan keamanan akan tercipta, saya akan pergi." Kedua temannya pun sepakat.

"Ini bukan lagi soal tanah," tegas Matan. "Palestina bisa mendapatkan tanah agar tercipta perdamaian. Kita sudah mencobanya, seperti ketika Israel meninggalkan Gaza. Tetapi tidak berhasil. Kalau anda melihat tujuan para pemimpin Hamas, mereka tidak tertarik pada Efrat, sekolah atau rumah saya. Yang menjadi masalah adalah karena saya seorang Israel, orang Yahudi. Ini bukan masalah tanah, ini lebih pada menghancurkan kami."

20090303114942_45527233_203.jpg

Tiga anak di pemukiman Efrat tidak berniat pergi


"Lalu,", ujar Yadin, "jika kita pindah dari pemukiman bukan berarti akan selesai. Mereka akan meminta hal lain. Itu bukan akhir dari cerita."

Ketiga anak itu memperlihatkan peta wilayah yang digunakan di seluruh sekolah Israel, Tepi Barat tidak ditandai sebagai wilayah terpisah.

Ari, Matan dan Yadin mengatakan Israel masih memandang wilayah itu bagian dari wilayah mereka, kecuali kota-kota di sana.

Wilayah terpecah

Usul solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina meliputi satu negara yang disebut Palestina yang berdiri bersama Israel - namu banyak pihak memandang kehadiran pemukiman Yahudi dan gedung-gedungnya membuat keberadaan negara Palestina tidak mungkin terjadi.

"Ketiga wilayah - Gaza, West bunk dan East Jerusalem terpisah," ujar Allegra Pacheco dari Kantor Bantuan kemanusiaan PBB di Wilayah Palestina.

"Israel menguasai Jerusalem Timur dan sebagian besar wilayah Tepi Barat. Ada tembok yang memisahkan Jerusalem Timur dengan Tepi Barat, menghalangi warga Palestina untuk mendapatkan sekolah, rumah sakit terbaik atau berdoa di mesjid atau gereja di sana.

"Semakin banyak lahan di Jerusalem Timur disisihkan untuk para pemukim Yahudi. Kemudian, di dalam Tepi Barat terdapat lebih dari 600 penghalang yang didirikan Israel untuk menghalangi pergerakan warga Palestina.

" Israel menduduki 60% lahan di sana dan tersebar di berbagai lokasi. Ini semakin memecah wilayah dan menghalangi ekonomi serta kemungkinan perbaikan dalam situasi Palestina."

Israel mengatakan hal itu berubah jika tercapai perdamaian.

Mengenai pemukiman, pos pemeirksaan, tembok di Tepi Barat Israel menegaskan semua yang dibangun bisa dirobohkan.

Namun Palestina menunjuk pada fakta dilapangan dan mereka tidak optismis dengan itu.

Jelas pemukiman bukan satu-satunya penghalang perdamaian antara Israel dan Palestina tetapi bahkan Amerika Srikat, yang merupakan sekutu utama Israel, sejak lama mengkiritik pemukiman itu.

Karena tidak ada kesepakatna damai, kesepakatan internasional mewajibkan Israel menghentikan pembangunan pemukiman.

Namun, saat Bush berkuasa populasi pemukiman bertambah pesat.

Barak Obama mengatakan berniat menciptakan perdamaian di wilayah ini secara "agresif", namun menteri luar negeri Hillary Clinton harus mengatasi masalah pemukim dengan tindakan, bukan sekedar kata-kata, agar benar-benar terjadi perubahan.

Sumber
 
pertamax dulu ah

pertamaxdz5.jpg



makanya buat cari makan aja mau gak mau harus buat terowongan
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.