Pada suatu hari di sebuah kampus, 2 orang sahabat bertemu dan saling ngobrol sana-sini, sebut saja mereka Saprol dan Sakipli. Suatu ketika pandangan mereka tertuju pada seorang pengemis tua yang mangkal di depan kampus.
"Pli..!", kata Saprol.
"Apa Prol?", tanya Sakipli.
"Kamu lihat pengemis itu..!", kata Saprol.
"Iya, emang ada apa Prol..?", tanya Sakipli.
"Itu orang hebat men..", kata Saprol.
"Hebat apanya Prol..?", tanya Sakipli.
"Bayangin saja orang tua seperti pengemis itu anaknya bisa masuk universitas ini. Hebat kan Pli..?!", jelas Saprol.
"Wah, hebat banget bisa kuliahin anaknya di universitas ini! Emang anaknya yang mana Prol..?", tanya Sakipli.
"Bukan kuliah, tapi mengemis juga! Tuh lihat pengemis muda dipojok sana! Tuh dia anaknya!", jelas Saprol.
"Pli..!", kata Saprol.
"Apa Prol?", tanya Sakipli.
"Kamu lihat pengemis itu..!", kata Saprol.
"Iya, emang ada apa Prol..?", tanya Sakipli.
"Itu orang hebat men..", kata Saprol.
"Hebat apanya Prol..?", tanya Sakipli.
"Bayangin saja orang tua seperti pengemis itu anaknya bisa masuk universitas ini. Hebat kan Pli..?!", jelas Saprol.
"Wah, hebat banget bisa kuliahin anaknya di universitas ini! Emang anaknya yang mana Prol..?", tanya Sakipli.
"Bukan kuliah, tapi mengemis juga! Tuh lihat pengemis muda dipojok sana! Tuh dia anaknya!", jelas Saprol.