• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

The Wandering Hadirkan Visual Puitis Namun Suram

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Film Jepang karya sineas Sang Il Lee berjudul Wandering atauThe Wandering Moontidak dapat disaksikan dilayar bioskop. Namun, penggemar film Jepang dapat menyaksikan film yg didasari dari novel buatan Yuu Nagira ini secara legal lewat platformstreamingKlikFilm.

The Wandering Hadirkan Visual Puitis Namun Suram


Menghadirkan tiga bintang baru yakni Suzu Hirose, Tori Matsuzaka, serta Ryusei Yokohama,Wanderingsebenarnya sudah rilis di negara asalnya pada Mei 2022 & mendapatkan kritik positif dari pemerhati film.

Meski menghadirkan pemain baru, film Wanderingtetap didukung oleh orang-orang terbaik dibidangnya. Diantaranya adalah,Tata musik dipoles Marihiko Hara, & Sinematografinya digarap Hong Kyung Pyo yg mendunia bersamaParasite, film terbaik Oscar 2020.

The Wandering Hadirkan Visual Puitis Namun Suram


Film Wandering berkisah tentang Pria berusia 19 tahun, Fumi Saeki (Tori Matsuzaka) berjumpa Sarasa Kanai (Tamaki Shiratori) yg tak berani pulang. Hujan turun dengan deras. Fumi menudungi Sarasa dengan payung lalu menawarkan berteduh di rumahnya.

Suatu hari, saat bermain di danau, polisi menangkap Fumi. Sarasa dikembalikan ke keluarga. Perpisahan ini berlangsung dramatis. Fumi diseret ke pengadilan dengan tuduhan sebagai pedofil.

The Wandering Hadirkan Visual Puitis Namun Suram


Kini, 15 tahun berlalu. Sarasa (Suzu Hirose) yg bekerja di restoran siap menikah dengan anak orang kaya, Ryo (Ryusei Yokohama). Suatu malam, Sarasa diajak rekan kerjanya, Kanako (Shuri)ngopidi sebuah kedai dengan suasana tak biasa.

Tertarik, keduanya ngopi bareng. Alangkah syok Sarasa mengetahui pemilik kedai adalah Fumi, yg kini tak mengenalinya. Penasaran, Sarasa menyelidiki pria dari masa lalu tersebut. Yang ini pun bukan tanpa risiko.

Penokohan yg dibangun dengan alur maju mundur efektif mengunci atensi penonton. Pasalnya,Wanderingtipe film yg tak menjelaskan siapa protagonis & antagonis. Masa lalu tokoh seperti formasi kulit bawang. Tipis. Rentan robek. Berlapis.

Makin dikuliti, makin mata tak dapat menahan tangis. Pasalnya,Wanderingadalah pertemuan orang-orang dengan hidup kelam. Bahkan Ryo yg mentereng pun tak kalah kelam. Kanako yg hore banget ternyatasingle parentdan memilihenjoydenganjalan yg ekstrem.

Pertemuan orang-orang pahit ini menciptakan bom waktu yg siap meledak di babak akhir. Alur film ini lambat namun detail. Perkara naik tangga hingga menunduk saja, dibingkai dengan teliti & diberi waktu untuk membangunmood.

Saing Il Lee menciptakan intisari duniaWanderinglewat sinematografi yg cenderung remang-remang. Siang dibuat murung karena mendung. Senja tak pernah muncul dengan lanskap surya terbenam. Benderang cuma muncul sekelebat.

Citra yg didapat dari visual macam ini adalah puitis cenderung pedih. Kondisi ini memaksa penonton yg terbiasa dengan alur para tokoh. Teknik ini berhasil. Pasalnya, audiens diposisikan tak 100 persen mengenal karakter.

Bahkan, 15 menit sebelum cerita berakhir pun, penonton baru tahu apa yg sebenarnya terjadi pada Fumi. Anda ditempatkan sebagai saksi kunci. Orang-orang di sekitar tokoh utama malah tidak tahu detail kejadian. Inilah tugas berat Anda

Menariknya film ini, Yuu Nagira & Sang Il Lee tak memihak pada tokoh-tokoh kunci dalamWandering. Mereka objektif dengan tak membenarkan (dugaan) pedofil.

Tetap memihak pada sayang seraya berempati pada kondisi psikis ketiga tokoh utama. Di ujung, Sang Il Lee membiarkan para tokoh melepas beban hidup karena pada dasarnya setiap insan berhak bahagia dengan cara masing-masing.

Wanderingmemaknai disfungsi keluarga, getirnya hidup, rumitnya sayang, pengenalan diri, pengejaran kebahagiaan, & paling penting: sikap tegas menolak segala bentuk kekerasan.​
Hari ini 15:03
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.