• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

The Rising Stars!

CalvinLimuel

IndoForum Banned
No. Urut
8902
Sejak
24 Nov 2006
Pesan
3.375
Nilai reaksi
125
Poin
63
Wah... thread renungan pertamaku nih :)
Renungan ini saya buat berdasarkan berberapa khotbah waktu retret saya bulan lalu yang temanya adalah "Rising Stars". Saya akan mengetik apa yang saya ingat dan saya mengerti (tentunya) dan juga untuk memberi semangat kepada anak-anak muda di IF untuk menjadi terang yang baik yang dapat dilihat oleh banyak orang.

Anak Muda Dipakai Tuhan


IFers, kebanyakan dari kalian adalah masih umurnya muda kan? Ya... penulisnya juga masih muda... remajapun belom :D yah pra-remaja lah :)
Sebagai anak muda... kita harus lebih semangat toh dari pada orang tua? Ya... ada orang bilang (bukan pepatah), "Ayo dooong yang kecil jangan kalah sama orang tua...". Hayo dong... kita lebih muda dari mereka dan kita kan generasi yang lebih diperlukan sekarang!! (waaaaah yang kaum tua jangan tersinggung ya... bukannya om-om tante-tante di sini gak berguna lagi jaman sekarang.. ngaaaak gak maksud gitu kok :P ini artikel buat anak remaja dan pemuda di sini yaa) OK deh kita mulai dengan ayat-ayatnya... siap-siap buka Alkitabmu!

Mzm 127:4
Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.

Tuuuuch sepeti ma... eh seperti anak-anak panah di tangan pahlawan. Kita anak-anak muda itu seperti anak-anak panah yang diluncurkan oleh seorang jagoan... Bayangkan kalo bukan jagoan, panahnya bukannya lurus, malah bisa ke mana-mana... ya gak bahkan ada ceritanya bisa balik ke dia sendiri!!! Wah gimana tuh ya :) Tapi kalo ada di tangan pahlawan, jagoan, misalnya, yah... Robin Hood (yang diliat keahlian manahnya ya bukan rampoknya pliiiiis) mau digangguin dikelitikin ditendang ditutup matanya tetep kena sasaran ditengah-tengah lagi! Tapi udah deh kita contohnya Srikandhi ajah :) Legenda Indonesia juga pas kita orang Indonesia :D ya kan? ;) Bagaikan panah mereka yang melesat dan tepat kena menembus sasaran, itulah kita. Kita dipakai Tuhan untuk menembus hati orang banyak untuk berbalik kepada-Nya!

1 Tim 4:12
Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

Jangan mentang-mentang kita masih kecil/muda kalo gak bisa ini gak bisa itu bilang, "aku kan masih kecil..." ato belom pinter. Justru kita anak-anak muda itu menjadi terang di jaman sekarang. Yang namanya terang dalam kegelapan, pasti keliatan banget kan? Kalo terang itu buat ini-itu gak bisa... buat ini salah... buat itu salah, keliatan kan??? Makanya, jadilah teladan bagi orang-orang percaya maupun yang tidak percaya. Dalam perkataanmu yang engkau lontarkan dari mulutmu (pedebat FA mohon perhatikan ini ya hati2 mulutnya :) ), dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dalam hal apapun misal kesetiaan memuji Tuhan, berdoa kepada Tuhan, mendengarkan Firman Tuhan dengan baik, dan dalam kesucianmu. OK yah teman2? Dari sekarang, ayo jaga mulutmu berdoalah seperti Daud di Mazmur 39:1 (NKJV: ayat 2) dan pasal 141:3. Tingkah laku ayo perbaiki. Sopan santun ayo bina. Susila juga dibina. Jangan berlaku yang aneh2 deh. Dalam kasihmu. Binalah kasihmu, tebarkan kasihmu yang berasal dari Tuhan. Sebarkan juga kasih Tuhan kepada banyak orang. Ceritakan cerita Kasihnya pula. Dalam kesetiaanmu, ayo giat melayani Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan ragamu.

Dah segini dulu yah... tunggu yah episode selanjutnya ;)
 
Ajakan untuk berbalik

Amsal 6:6
Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikan lakunya dan jadilah bijak:

Di sini Salomo menulis tentang semut, makhluk yang sangat rajin. Waktu musim panen, mengumpulkan makanan-makanan yang meskipun sangat berat baginya tetap dibawanya. Lalu dimakan bersama2 pada waktu musim dingin.
Hai anak-anak muda (cieee dah kyk apa gitu gw :) ), mari, jangan pernah malas! Sebab, engkau tidak akan pernah tau kapan waktunya akan tiba. Betul? Yesuspun tidak tahu. Meskipun kita tahu kejadian itu akan terjadi. Mari, jangan malas untuk memberitakan kisah Kasih-Nya! Firmannya! Jangan henti-hentinya menyampaikan Firman Allah seperti yang dilakukan Yesaya dan Barukh. Jangan sampai, mereka tidak mengenal Tuhan, karena kita. Kita jadi hutang darah. Benny Hinn juga pernah berkata seperti itu di buku Autobiografinya. Yang pernah baca bukunya tau deh ya. Kita telah menerima kabar baik itu. Masakan kita tidak mau membagikannya kepada orang lain? Yesuspun telah menyuruh kita untuk berbuat demikian.

Matius 28:19-20
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. "

OK yah, mulai sekarang, ayo giat menyebarkan kabar baik. "Kalo bukan kite siapa lagi?"
 
Talentamu, bukan talentaku.

Ayo dong yang lain bantu lengkapin sama cc Effie juga yaaaaa tak kasih GRP deh /no1

Talentamu, bukan talentaku....


Bahan bacaan: Matius 25:14-30, Markus 4:35-41, Lukas 19:12-27, 2 Korintus 12:6-10.

Teman-teman, saudara-saudara anak muda serekan dan seiman di IF. Kita semua tahu bahwa kita ini memiliki kelebihan dan kekurangan kan? Kita tahu kan kalo setiap kita kelebihan dan kekurangnya bervariasi, bukan?

Kita dapat melihat kemampuan kita yang lebih dari pada orang lain mungkin. Manusia sebagai citra Allah memiliki kemampuan. Kemampuan dapat macam-macam. Misal keterampilan tangan, bakat dalam bidang tertentu seperti komputer, musik, olah raga, dll. Bahkan juga sifat dan kebiasaan baik itu juga merupakan kelebihan. Tetapi tentu saja kita tidak dapat memakai itu untuk menyombongkan diri kita. Tetapi kita memakai itu semua untuk kemuliaan nama Tuhan saja.

Yesus menekankan secara tegas bahwa Allah memberikan kepada setiap orang kemampuan khusus atau talenta yang berbeda satu dengan yang lainnya. Menurut kemampuannya juga. Inilah yang membuat kita semua unik. Gak ada gunanya kalo kita suka membandingkan diri kita dengan orang lain lalu menyimpulkan begini: Allah pasti lebih sayang sama si A, jadi ngasih banyaknya ke A. Aku gak terlalu disayang, jadi ngasihnya dikit.

Semua manusia itu sama di mata Tuhan. Allah gak pilih kasih kok. Semuanya dipanggil untuk menemukan kemampuan atau talentanya masing-masing dan mengembangkannya. Tidak dipendam seperti hamba yang ketiga, tetapi untuk kepentingan bersama dan Tuhan. Seperti yang ditulis Allah akan meminta setiap orang untuk mempertanggungjawabkan talenta yang telah diberikan-Nya itu kemudian hari.

Sekarang mengenai kekurangan kita...
Terkadang kita merasa bahwa diri kita kurang dari pada orang lain. Mungkin karena keluarga atau kerabat membandingkan kita yang punya saudara yang punya kelebihan yang lebih atau kekurangan. Kita juga kadang didorong oleh apa yang kita sebut mode. Kadang kita maunya sama kayak orang lain. Ya, kadang mungkin juga didorong rasa iri.

Kita mungkin mempunyai kelemahan fisik. Yaitu misalnya kita ini emang budek atau tuli. Seperti Beethoven. Saya juga punya teman budek... Kita tidak dapat mengelakkan soal itu. Tetapi, mereka dapat, meskipun dalam kelemahannya, tetap dapat berkarya. Teman saya dapat berkarya dengan bernilai bagus. Beethoven dapat terus berkarya menciptakan lagu demi lagu yang menggugah dunia dan mendobrak aturan musik klasik zaman itu.
Seperti Paulus juga. Ia berkata dalam suratnya bahwa ia mempunyai duri dalam daging. Apa maksudnya? Kankerkah? Kita tidak tahu. Tetapi yang kita tahu, meskipun Paulus sakit sesuatu, tetapi ia dapat tetap menginjil dengan kekuatan dari Tuhan.

Tetapi ada juga yang kelemahan itu sebenarnya berasal dari kita sendiri. Yang berkaitan dengan sikap dan perilaku dan kebiasaan. Yang dapat mempengaruhinya atau ketika berinteraksi dengan orang lain. Ada orang yang, pemarah, pemalu, terlalu peka, malas, tertutup, suka khawatir, kleptomania (hyAhAhAhA???), dan lain sebagainya. Kalau tipe yang ini dapat kau ubah. Kita harus bersikap lebih terbuka terhadap pendapat orang lain. Juga belajar mengoreksi diri. Dan mau memperbaiki diri.

Sekian saja hari ini... kapan-kapan saya lanjutkan lagi ;)
2Kor.12:9
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.