Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Rasa-rasanya ane yg perdana membahas ini di sosial media. Semoga ya, biar ane dapat congkak sedikit. Hehe.
Gara-gara Twit @BleacherReport ini, ane jadi bayangin bagaimana nasib penonton sepakbola di masa datang. Tentu saja dengan anggapan COVID 19 tidak pernah benar-benar menghilang dari muka bumi.
Kita menyebutnya dengan the new normal yang dapat diartkan sebagai sebuah kebiasaan baru sebagai bentuk adaptasi manusia kepada adanya Virus Corona. Pastinya the new normal berlaku di semua aspek kehidupan, tidak cuma sepakbola atau olahraga. Kita juga akan menghadapi kebiasaan baru dalam pendidikan, olahraga, pekerjaan, transportasi, dll dll.
Yang saat ini harap ane bahas adalah the normal menonton sepakbola di stadion, yg rasanya akan diterapkan juga di semua pertandingan olahraga.
Baru-baru ini, klub asal Jerman, Borussia Monchengladbach, meletakkan 13.000 papan berbentuk paras & badan penonton di bangku stadion, sehingga stadion sekilas tampak ramai dipenuhi suporter. Atas dasar inilah ane membayangkan, the new normal stadion olahraga.
Foto diambil dari kicauan akun@BleacherReport
Menurut ane, ke depan mungkin tidak cuma diisi papan berwajah penonton, tetapi benar-benar dapat menghadirkan penonton virtual. Maksudnya, di masing-masing papan tersebut terdapat layar yg menghubungkan penonton di rumah dengan suasana stadion.
Jadi semacam kita video call saja, komunikasi 2 arah. Si penonton dari rumah masing-masing akan mendapat tayangan pertandingan dari sudut pandang bangku stadion,sementara stadion akan mendapat gambar paras penonton & suara mereka dari rumah masing-masing. Jadi tidak cuma sebatas gambar paras saja.
Penonton tetap membeli tiket seperti biasa, lalu memilih bangku sesuai kategori yg tersedia. Akan tetapi nontonnya dari rumah masing-masing.
Lalu di mana letak pembeda dengan menonton sepakbola di TV seperti yg biasanya?
Yang jadi pembeda, bagi penonton yg membeli tiket, layar TV di rumah cuma mendapat sudut pandang kamera dari posisi tempat duduk yg kita pesan. Tidak seperti selama ini kita menonton sepakbola yg kameranya di tengah lapangan.
Loh, kalau begitu bukannya lebih enak nonton TV seperti yg saja, yg kameranya di tengah lapangan?
Ya tentu saja akan menghadirkan experience-nya berbeda.
Bagi yg membeli tiket, akan berasa menonton sepakbola di stadion. Gambarnya 3 dimensi, jadi kita seperti duduk di bangku stadion. Lalu audio yg dirasakan pun bukan suara komentator TV, melainkan bising suara penonton di kiri kanan. Bahkan memungkinkan juga untuk berkomunikasi dengan penonton di kiri kanan selayaknya video call. 2 arah.
Karena layarnya menghadirkan komunikasi 2 arah, berarti suara kita dari rumah juga akan terdengar di stadion. Jadi para pemain di lapangan akan mendengarkan sorak sorai kita dari rumah masing-masing. Dan kita pun dapat berkomunikasi dengan penonton virtual lainnya yg ada di stadion.
Win-win solution. Penonton mendapat atmosfer stadion, & para pemain terasa seperti bermain di hadapan penonton asli.
Bagaimana?
Menurut ane, ini dapat banget diterapin. Ya tentunya tidak perlu seluruh bangku stadion diisi penonton virtual. Bisa selang seling dengan penonton asli supaya ada phisical distancing.
Kurang lebih seperti ini penggambarannya.
Fotonya bukan punya ane. Ane ambil dari web Daily Nation ((https://tinyurl.com/y86b2zsn)dan New York Post (https://tinyurl.com/ycmgksl9)
Lalu ane tambahin gambar robot itu. Haha. Ceritanya itu penonton virtualnya.
Jadi kita nonton dari rumah masing-masing tetapi serasa hadir di stadion. Yang di stadion pun akan merasakan kehadiran kita melalui gambar paras & suara kita. Ide ini dapat diterapkan di semua pertandingan olahraga.
Sehingga penonton terhindar dari bahaya COVID 19 & industri olaharaga terhindari dari kebangkrutan. Pertandingan olahraga tetap membutuhkan penghasilan dari penjualan tiket.
Gimana, apakah ane yg kasih ide ini perdana kali?
-----------------
Sebelumnya ane menulis 2 hot thread, yaitu.
Gue Keturunan Prabu Brawijaya (Raja Majapahit)
Standar Kerja Rendah Pembuatan Video Pemerintah
Ane juga menginisiasi kegiatan
Membagikan 425 botol Hand Sanitizer & 110 Nasi Bungkus Gratis
Sehari-hari ane berjualan balon di Instagram @nf.nellafantasia. Dan dagangan ane pernah masuk Prambors
Ane juga rutin nulis di blog pribadi www.cekinggita.com Hari ini 12:26
Gara-gara Twit @BleacherReport ini, ane jadi bayangin bagaimana nasib penonton sepakbola di masa datang. Tentu saja dengan anggapan COVID 19 tidak pernah benar-benar menghilang dari muka bumi.
Kita menyebutnya dengan the new normal yang dapat diartkan sebagai sebuah kebiasaan baru sebagai bentuk adaptasi manusia kepada adanya Virus Corona. Pastinya the new normal berlaku di semua aspek kehidupan, tidak cuma sepakbola atau olahraga. Kita juga akan menghadapi kebiasaan baru dalam pendidikan, olahraga, pekerjaan, transportasi, dll dll.
Yang saat ini harap ane bahas adalah the normal menonton sepakbola di stadion, yg rasanya akan diterapkan juga di semua pertandingan olahraga.
Baru-baru ini, klub asal Jerman, Borussia Monchengladbach, meletakkan 13.000 papan berbentuk paras & badan penonton di bangku stadion, sehingga stadion sekilas tampak ramai dipenuhi suporter. Atas dasar inilah ane membayangkan, the new normal stadion olahraga.
Foto diambil dari kicauan akun@BleacherReport
Menurut ane, ke depan mungkin tidak cuma diisi papan berwajah penonton, tetapi benar-benar dapat menghadirkan penonton virtual. Maksudnya, di masing-masing papan tersebut terdapat layar yg menghubungkan penonton di rumah dengan suasana stadion.
Jadi semacam kita video call saja, komunikasi 2 arah. Si penonton dari rumah masing-masing akan mendapat tayangan pertandingan dari sudut pandang bangku stadion,sementara stadion akan mendapat gambar paras penonton & suara mereka dari rumah masing-masing. Jadi tidak cuma sebatas gambar paras saja.
Penonton tetap membeli tiket seperti biasa, lalu memilih bangku sesuai kategori yg tersedia. Akan tetapi nontonnya dari rumah masing-masing.
Lalu di mana letak pembeda dengan menonton sepakbola di TV seperti yg biasanya?
Yang jadi pembeda, bagi penonton yg membeli tiket, layar TV di rumah cuma mendapat sudut pandang kamera dari posisi tempat duduk yg kita pesan. Tidak seperti selama ini kita menonton sepakbola yg kameranya di tengah lapangan.
Loh, kalau begitu bukannya lebih enak nonton TV seperti yg saja, yg kameranya di tengah lapangan?
Ya tentu saja akan menghadirkan experience-nya berbeda.
Bagi yg membeli tiket, akan berasa menonton sepakbola di stadion. Gambarnya 3 dimensi, jadi kita seperti duduk di bangku stadion. Lalu audio yg dirasakan pun bukan suara komentator TV, melainkan bising suara penonton di kiri kanan. Bahkan memungkinkan juga untuk berkomunikasi dengan penonton di kiri kanan selayaknya video call. 2 arah.
Karena layarnya menghadirkan komunikasi 2 arah, berarti suara kita dari rumah juga akan terdengar di stadion. Jadi para pemain di lapangan akan mendengarkan sorak sorai kita dari rumah masing-masing. Dan kita pun dapat berkomunikasi dengan penonton virtual lainnya yg ada di stadion.
Win-win solution. Penonton mendapat atmosfer stadion, & para pemain terasa seperti bermain di hadapan penonton asli.
Bagaimana?
Menurut ane, ini dapat banget diterapin. Ya tentunya tidak perlu seluruh bangku stadion diisi penonton virtual. Bisa selang seling dengan penonton asli supaya ada phisical distancing.
Kurang lebih seperti ini penggambarannya.
Fotonya bukan punya ane. Ane ambil dari web Daily Nation ((https://tinyurl.com/y86b2zsn)dan New York Post (https://tinyurl.com/ycmgksl9)
Lalu ane tambahin gambar robot itu. Haha. Ceritanya itu penonton virtualnya.
Jadi kita nonton dari rumah masing-masing tetapi serasa hadir di stadion. Yang di stadion pun akan merasakan kehadiran kita melalui gambar paras & suara kita. Ide ini dapat diterapkan di semua pertandingan olahraga.
Sehingga penonton terhindar dari bahaya COVID 19 & industri olaharaga terhindari dari kebangkrutan. Pertandingan olahraga tetap membutuhkan penghasilan dari penjualan tiket.
Gimana, apakah ane yg kasih ide ini perdana kali?
-----------------
Sebelumnya ane menulis 2 hot thread, yaitu.
Gue Keturunan Prabu Brawijaya (Raja Majapahit)
Standar Kerja Rendah Pembuatan Video Pemerintah
Ane juga menginisiasi kegiatan
Membagikan 425 botol Hand Sanitizer & 110 Nasi Bungkus Gratis
Sehari-hari ane berjualan balon di Instagram @nf.nellafantasia. Dan dagangan ane pernah masuk Prambors
Ane juga rutin nulis di blog pribadi www.cekinggita.com Hari ini 12:26