yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
The Gap memiliki potensi yang kaya sebagai tempat pariwisata. Berdiri di tepian The Gap, pengunjung bisa menyaksikan pemandangan lautan yang indah sambil mendengarkan deburan ombak laut Tasman yang menghantam karang di bawahnya. Tetapi meskipun memiliki pemandangan yang menakjubkan, tempat ini justru lebih populer sebagai lokasi untuk bunuh diri.
Sudah lebih dari puluhan orang yang nekad menghabisi nyawa dengan terjun dari ketinggian The Gap. Terhitung sejak sebelum Perang Dunia I The Gap sudah dipakai sebagai tempat untuk bunuh diri, dan tak jarang pula sebagai lokasi pembunuhan yang kemudian disamarkan sebagai kasus bunuh diri.
Sejumlah upaya telah dilakukan oleh pemerintah Australia untuk mencegah percobaan bunuh diri yang selalu terjadi di The Gap. Sejak tahun 2008 hingga 2011 dibangun berbagai fasilitas untuk tindakan pencegahan, antara lain kamera keamanan yang memantau daerah sekitar The Gap, bilik telepon umum yang terhubung langsung dengan layanin konseling dan pengakuan, hingga pemasangan pagar-pagar untuk mencegah orang melompat dari The Gap.
Pria ini punya kebiasaan memandangi tebing The Gap dari teras rumahnya untuk melihat kalau-kalau ada orang yang bunuh diri di sana. Jika ada seseorang yang hendak bunuh diri, biasanya Ritchie akan menghampiri orang tersebut dan mengajaknya ngobrol. "Adakah yang bisa kubantu?" katanya selalu. Setelah itu Ritchie akan mengundang mereka ke rumahnya untuk minum teh dan mengobrol. Biasanya orang-orang tersebut lantas membatalkan niatnya untuk bunuh diri dan beberapa tahun kemudian kembali untuk berterima kasih kepada Ritchie.
Tahun 2009 Ritchie mendapat tanda jasa dari pemerintah Australia atas jasanya yang luar biasa itu. Sayangnya sang malaikat dari The Gap kini telah meninggal dunia pada tahun 2012 lalu.