Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sumber : Google Image
Quote:
Hai Agan-Sista!
Setelah TS menulis tentang perilaku tenteng-menenteng helm di thread sebelumnya, kali ini TS harap menulis tentang sisi lain dari helm premium yg harganya naudzubillah itu.
Seperti yg kita ketahui bersama, helm adalah salah satu perlengkapan yg wajib dipakai saat berkendara di jalan. Selain untuk meredam benturan di kepala ketika terjadi kecelakaan, helm juga berfungsi sebagai pelindung mata dari debu & serangga dengan adanya kaca visor.
Tidak seperti jaman dulu waktu TS masih sekolah yg model helmnya begitu-begitu saja, sekarang tipe & tipe helm ada berbagai macam, baik dari segi desain yg lebih menarik, peruntukannya, maupun disparitas bahan dasar pembuatan shell atau cangkang luar. Harganya pun bervariasi mulai dari Rp 200.000 hingga Rp 40.000.000. Iya, empat-puluh-yuta-rupiah.
Spoiler for Helm mahal nih!:
Eh, salah.... yg di bawah ini deng...
Sumber : google image
Spoiler for Eng ing eng.....:
Ini bukan helm untuk motor, tetapi helm yg dipakai para pembalap F1. Harganya sekitar $4.500
Sumber : google image
Sesuai dengan yg sudah TS tulis sebelumnya, helm premium memang memiliki banyak kelebihan & fitur yg ditawarkan kepada calon konsumennya. Contohnya seperti fitur ventilasi yg bukan cuma sekedar bolongan di batok helmnya saja, tetapi angin memang dapat masuk hingga ke kepala kita sehingga kita tidak merasa kegerahan saat berkendara di siang bolong. Atau fitur EQRS (Emergency Quick Release System) seperti yg ada pada kebanyakan helm balap dimana fitur ini akan memudahkan penolong untuk melepas helm tanpa membebani leher kita saat mengalami crash dan tidak sadarkan diri dengan cara menarik tali yg ada pada bagian bawah cheekpad sehingga menambah ruang untuk melepas helm.
Spoiler for EQRS:
Sumber
Ada pula R75 shape yg sudah jadi filosofi ARAI dalam mendesain bentuk helm mereka untuk mengoptimalkan penyerapan & distribusi daya tumbuk saat kecelakaan sehingga leher tidak akan menerima tekanan berlebih saat kita jatuh pada bidang yg bergelombang karena efek glancing off yg dihasilkannya. Selain itu masih banyak lagi fitur yg ada pada helm premium yg tidak kita dapatkan di helm biasa.
Spoiler for The glancing-off effect:
Namun, dibalik segudang kelebihan yg ditawarkan helm premium, sesuai dengan banderol harganya yg kadang dapat untuk beli satu unit motor baru, ternyata menyimpan satu kekurangan yg kerap disangkal oleh para user-nya.
Ego.
Sepenelaahan TS, kekurangan yg paling krusial bukanlah pada sisi teknisnya. Dengan memiliki & memakai helm yg harganya mahal, ego manusia akan berkembang tanpa dapat dikendalikan. Rasa jumawa, superior, terkadang juga ikut terpakai.
Spoiler for spoiler:
Sebelum jaman korona menyerang & kita dapat bebas nongkrong di mall-mall, tentu Agan-Sista pernah menjumpai motor-motor gede dengan helm-helm premium ini bertengger di atas jok atau tangki motor mereka, bukan? Kebanyakan mall memang menyediakan fasilitas parkir spesifik untuk motor cc akbar di area dalam mall dekat pintu masuk sehingga jelas sekali terlihat oleh pengunjung yg berlalu-lalang.
Suatu malam TS sedang nongkrong tak jauh dari motor tersebut parkir. Lalu ada seorang anak kecil & bapaknya datang. Sepertinya si anak harap berfoto di sebelah salah satu motor yg menurut dia paling keren. Baru bergaya, ada satu orang tak jauh dari parkir motor nyeletuk, "Jangan disenggol nanti helmnya jatuh, mahal!". Setelah itu tanpa sempat berfoto, anak & bapak tersebut pergi dengan perasaan malu.
Ini cuma satu pengalaman TS saja. Bukan untuk menjustifikasi bahwa semua pemilik helm premium seperti itu. Tentu tidak!
Terlepas dari sifat overposesif yang kerap secara tidak sadar muncul seperti cerita di atas, ada satu bahaya lain dari ego, & ini yg paling merusak. Yaitu keberadaan imitasi dari helm premium tersebut.
Helm clone seperti mendapat angin segar sebagai solusi dari keharapan pemotor yg harap terlihat memakai helm premium, namun tidak memiliki budget yang mencukupi. Dari segi harga memang sangat jauh bila dibandingkan dengan yg asli. Namun tetap saja untuk sekelas helm clone, menurut TS harga tersebut terlalu mahal.
Selain itu, keharapan pasar kepada helm dengan merk & grafis yg identik dengan pembalap masih sangat besar, kebanyakan tiruan grafis dari pembalap VR46 & MM93. Hal ini pula yg menciptakan semakin banyaknya peredaran helm clone, bukan cuma di Indonesia, tetapi juga luar negeri.
Dari berbagai sisi, penjiplakan & pemalsuan tidak dibenarkan karena dianggap sudah mencuri merk dagang terdaftar. Apalagi hasilnya identik. Hal ini berpengaruh pada branding image merk yg dipalsukan. Jangankan clone tanpa merk, ada produsen helm lokal yg pernah ditegur oleh produsen helm luar skala motoGP karena dianggap mengikuti desain bentuk helmnya. Untuk kasus helm clone lebih berbahaya lagi karena berkaitan langsung dengan proteksi organ tubuh vital saat berkendara di jalan raya. Bahan pembuatannya tentu jauh berbeda dengan standar merk asli karena pemalsu pasti mengpakai bahan yg murah dibawah standar untuk menekan harga jual. Hal ini berimbas kepada keselamatan pengguna helm tersebut tentunya, baik pengguna yg tidak tahu bahwa helm yg dipakainya merupakan helm tiruan berharga murah, ataupun pengguna yg sadar betul bahwa dirinya sedang memakai produk imitasi. Ngab-ngab kebelet racing?
Terkait dengan kualitas produk, TS juga tidak yakin standar keselamatan yg dibawa helm clone benar-benar mengikuti standar sertifikasi asli yg diberikan oleh lembaga sertifikasi terkait seperti ECE, SNELL, DOT atau SNI dengan melalui audit yg benar. Berbeda dengan helm asli yg memang didatangi oleh pihak terkait & diuji dengan metode yg benar, bahkan ketat.
Spoiler for Uji ketahanan helm imitasi:
Sumber : Youtube Bike Stop
Spoiler for Arai impact test:
Sumber : Youtube Jim Pruner
Sejauh yg TS tahu, helm clone yang banyak beredar dengan bentuk & grafis yg sangat identik adalah merk AGV, SHOEI, HJC & ARAI. Untuk ARAI sendiri, setahu TS ada produk jiplakan dengan merk TSR & SCOTT untuk versi half face, untuk versi full face kebanyakan copy ala-ala dari brand lokal lain. Namun baru-baru ini ada informasi dari negeri seberang bahwa sudah ada clone untuk ARAI tipe Rapide Neo. Bagi yg masih awam secara kasat mata perbedaannya sangat tipis. Tapi jangan khawatir, di kanal Youtube banyak video yg memberitahu cara membedakan antara clone dengan yg asli pada merk-merk ini. Yang lucu, bukan cuma merk-merk terkenal saja yg diduplikasi, namun merk lokal yg dirasa cukup laris di pasaran pun ada imitasinya. Banyak yg bilang ini helm ember karena bahannya yg seperti plastik ember mudah pecah.
Spoiler for Embeerrrr:
Sumber
Polemik helm clone ini sendiri terbilang lucu. Di kalangan komunitas pesayang helm, banyak yg kontra dengan keberadaannya karena sadar akan mengancam keselamatan pengendara karena tidak memiliki fungsi sebagaimana mestinya, namun banyak juga yg membela dengan beragam alasan.
Esensi helm adalah untuk meminimalisir potensi kecelakaan yg lebih fatal. Memang betul takdir itu tidak ada yg tahu & memakai helm adalah salah satu bentuk ikhtiar di jalan raya. Tapi dengan memakai helm yg memiliki bahan dengan standar yg jelas & sesuai dengan kemampuan kita tentu akan lebih baik.
"Tapi kan ini duit gue, terserah gue mau beli yg kek mana".
Betul.... sekarang, kembali kepada pengguna, layakkah kepala anda memakai helm imitasi?
Iya kalau clonenya dibuat dengan bahan yg lumayan. Kalau tidak?
TS sih lebih baik beli helm murah tetapi asli dengan standar kemanan yg jelas. Atau dengan kerja yg sangat keras lalu beli helm premium asli.
Spoiler for Lebih bagus helm ini daripada helm tiruan:
Sumber : instagram @hujatbaper
TS bukan seorang pedagang helm, tidak pula punya teman yg jadi pedagang helm. Dengan tanpa tendensi, artikel ini TS tulis semata-mata karena kepedulian TS untuk meningkatkan pencerahan bersama supaya lebih mengutamakan keselamatan saat berkendara di jalan raya, khususnya kendaraan roda 2, dengan memilih helm layak pakai.
Karena kalau kepala sudah potek, anda dapat apa?
Akhir mengatakan TS undur diri.
Sekian & terima cendol
Artikel : mantapmantapman
Sumber : tertera
Hari ini 11:20