• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

The Beautiful Day : Coma

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
The Beautiful Day : Coma


* Cerita ini cuma fiksi

"Selamat datang di trhead ku gan. Perkenalkan namaku Caesar (sesar), saya sengaja menulis kisah ku di forum ini berharap ada agan yg memiliki pengalaman yg sama sepertiku & dapat memberitahuku tentang apa yg harus ku lakukan selanjutnya, oke langsung saja gan, tolong disimak."

Kisah ku dimulai di hari perdana saya mengikuti kelas klub Bahasa Inggris di sekolah ku. Sejujurnya saya sangat malas mengikuti klub ini, tetapi apa daya ini adalah salah satu opsi kegiatan ekskul yg wajib diikuti di sekolah ku. Wali kelas ku berkata, bahwa saya harus mengikuti salah satu kegiatan ekskul, kalau tidak hal ini akan berpengaruh pada nilai akhir ku. Jadi saya putuskan untuk memilih kegiatan ini, ku kira ini adalah opsi yg paling ringan bagiku. Aku bersekolah di salah satu sekolah favorit di kota ku, kota Klungkung-Bali, nama sekolah ku SMAN 1 Semarapura. Sekolah ini cukup luas & terkenal dengan anak-anak keren yg jadi penghuni sekolah ini.

Di hari perdana saya mengikuti kegiatan ekskul, saya sudah menduga bahwa ini cuma akan seperti kelas tambahan. Kelas dimulai pukul 11.00 Wita, saya memilih duduk sendiri di deretan bangku tengah paling belakang. Sengaja saya memilih untuk duduk sendiri, karena saya merasa sedikit malas untuk mengobrol dengan seseorang.

The Beautiful Day : Coma
Sumber : disini

Seorang guru datang memasuki kelas & memberikan salam, sesaat setelah itu, seorang anak perempuan datang dengan sedikit tergesa-gesa & langsung duduk di sebelah ku. "Oh, ayolah, kenapa kau pilih duduk di sini?!", saya menggerutu di dalam hati. Anak perempuan ini terlihat sedikit sakit, warna kulitnya lebih cerah dibandingkan sawo matang, & rambutnya tergerai lurus panjang hingga ke punggung, khas perempuan Bali. Saat ku lirik dia dengan lebih seksama, dia tampak cukup cantik.

Tidak ada dialog diantara kami, hingga tiba-tiba guru pembimbing melemparkan pertanyaan kepadaku. "Sar, coba anda jawab soal nomer 8!" Aku mencoba mencari soal yg dimaksud & membacanya, "What is the best word to discribe cold weather season?", Sesaat saya merasa bingung apa jawaban yg semestinya saya berikan untuk menjawab soal ini. "The answer is B, Winter" terdengar bisik dari anak perempuan yg duduk di sebelah ku, berusaha untuk membantu. Aku menjawab soal itu dengan jawaban yg diberikannya. Setelah jawaban itu, beberapa kali ia menolong ku untuk menjawab soal-soal lainnya.

Sesaat sebelum guru pembimbing memberikan salam sebelum membubarkan kelas, anak perempuan yg duduk di sebelah ku ini mendadak pergi tanpa pamit seperti saat dia datang memasuki kelas. "Dasar anak aneh!" gumamku dalam hati.

Di pekan kedua pertemuan klub Bahasa Inggris, kembali terulang hal yg sama seperti sebelumnya. Anak perempuan itu kembali duduk di sebelah ku dengan cara yg sama. Tapi kali ini tampak dia lebih ceria, sesekali ia tersenyum kepada ku, sembari tetap membagi ilmunya kepada ku. "Lama-lama ini cukup menyenangkan juga." Gumam ku dalam hati, untuk kali ini dengan adanya perempuan itu, saya jadi merasa bahwa sebuah pelajaran di sekolah dapat dinikmati.

Tak terasa jam ekskul pun berakhir, sebelum pergi ia tersenyum kepada ku, & meninggalkan kelas tanpa pamit ke guru pembimbing.

The Beautiful Day : Coma
Sumber : disini

Mulai dari sini, saya jadi sering mengingat-ingat tentang anak perempuan itu, saya bahkan merasa tidak sabar untuk dapat menemuinya di hari Sabtu depan. Sesekali bahkan saya berpikir, mungkin akan menyenangkan rasanya kalau saya dapat sekelas dengannya, & dia menolong ku untuk mempelajari tiap pelajaran di kelas. Tidak pernah saya merasa se-tertarik ini dengan pelajaran sekolah, sebelumnya.

Akhirnya hari yg dinanti tiba, tidak seperti biasa, dia sudah duduk di bangku, membagikan senyumnya kepada ku, saat saya tiba, "Hai, tumben anda tidak terlambat." sapa-ku sambil duduk di sebelahnya, "Mungkin akan lebih menyenangkan kalau dapat berada di kelas di awal waktu," jawabnya, selang beberapa saat guru pembimbing pun tiba. Kami seluruh murid kelas berdiri & memberikan salam, ekskul yg sudah ku nanti-nantikan akhirnya dimulai juga.

Semakin menyenangkan komunikasi yg terjalin diantara kami, hingga saya berharap jam ekskul ini tidak akan pernah berakhir, tetapi tentu saja itu tidak masuk akal, & bell akhir pelajaran pun berbunyi.

"Kamu mau langsung pulang?" Tanya anak perempuan itu.
"Iya kalau memang tidak ada yg harus saya kerjakan." jawabku,
"Bagaimana kalau ke taman belakang sekolah sebentar, disana ada bangku yg nyaman buat mengobrol?"
"Baiklah, ayo kita kesana!" Jawabku dengan bahagia hati.

Kami duduk di tempat yg sudah kami rencanakan, kami berbincang banyak hal, & saling bertukar tawa. Semakin ku perhatikan, anak perempuan ini semakin tampak cantik, matanya begitu bulat & tajam, bulu matanya lentik, bibirnya tipis berpadu dengan gigi yg rapi, ditambah dengan tubuhnya yg langsing & cukup tinggi, mungkin hampir 170cm. Aku sungguh menikmati pengalaman berbincang dengannya, tak terasa mungkin sudah satu jam berlalu, & ia pun memutuskan untuk mengakhiri perbincangan kami, tetapi sebelum beranjak, ada satu kalimat terakhir yg ia ucapkan kepadaku.

"Kamu tau, rumah ku cuma berjarak 6 rumah dari rumah mu, di sebelah selatan rumah mu, kapan-kapan mampir ya, nanti akan ku buatkan kopi!"​

Aku tidak menyangka, ternyata jarak rumahnya begitu dekat. Dia meninggalkan ku dengan sangat cepat, sebelum saya sempat berpikir untuk mengantarnya pulang, toh rumah kami sejalan.

Tiga kali kami sudah bertemu, baru tersadar oleh ku bahwa saya tidak mengetahui, siapa nama anak perempuan itu. Selain itu, saya juga heran, kenapa saya tidak dapat menemuinya di hari lain selain hari Sabtu di Klub Bahasa Inggris. Padahal saya sudah berjalan mengelilingi sekolah, tetapi tetap saja, anak perempuan itu tidak tampak.

Akhirnya hari Sabtu pun tiba, saya sudah penasaran untuk menanyakan siapa namanya, & selama ini dia ada di kelas apa, kenapa sangat sulit untuk ditemukan. Tapi hingga akhir jam ekskul ia tidak menampakan batang hidungnya, & bukan cuma itu, setelah 4 pekan berlalu, ia tetap tidak muncul kembali.

Aku merasa sangat kehilangan, saya tidak pernah mempertanyakan hal ini kepada teman lain di kelas, saya memang sangat tertutup & sombong sehingga saya merasa enggan untuk bertanya kepada teman-teman lain di kelas, tetapi untuk kali ini, saya tidak dapat menahannya. Ku putuskan untuk bertanya kepada anak laki-laki yg duduk di depanku, saat jam ekskul berakhir.

Aku menepuk pundaknya & bertanya kepadanya, saat ia berjalan di luar kelas, ke arah parkiran motor. "Bro, saya mau tanya nih, anda inget gak sama anak perempuan yg duduk di sebelah ku, di awal-awal kegiatan ekskul?" "Siapa ya? selama ini setauku anda duduk sendirian Sar." Sahutnya, hingga menciptakanku terkejut. "Sendirian gimana, itu loo, anak perempuan yg duduk di sebelah ku, tampangnya cantik, dia sering membantuku," balas ku menegaskan. "Sar, jujur ya, ku kira selama ini anda gila, ngomong sendiri & senyum-senyum gak jelas, anak-anak lain juga jadi ogah ngomong sama kamu. Aku gak mau merusak reputasi ku dengan ikut campur dalam ke gilaan mu, so bye!" Sambil melambaikan tangannya ia meninggalkan ku yg berdiri terdiam,

"harap rasanya ku hantam paras bocah itu."​

Aku teringat bahwa saya memiliki teman yg sudah kelas 3, kak Komang namanya. Aku menciptakan janji untuk berjumpa dengan dia di rumahnya. Dulu kami cukup sering menghabiskan waktu bersama, kami memiliki hobi yg sama, kami sama-sama suka lari sore di taman kota. Akhir-akhir ini dia cukup sibuk dengan tugas-tugasnya, & begitu pula dengan ku yg sibuk dengan masalah-masalahku.

Sehingganya di rumah kak Komang, saya menceritakan tentang perempuan itu, sejenak dia terdiam, & kemudian membalas ceritaku, "Begini Sar, dari ciri-ciri yg anda sebut, mengingatkan ku dengan salah satu temanku, dulu dia yg paling pandai berbahasa Inggris, & waktu itu saya juga sempat ikut klub Bahasa Inggris. Oh iya, Shinta namanya, Ni Putu Shinta, seingat ku begitu namanya." "Berarti sekarang dia sekelas dong, dengan kak Komang?" jawabku dengan semangat, seolah rahasia ku terpecahkan. "Sayangnya tidak, dia sudah meninggal, dari kabar yg saya masih ingat, sebelum hari ujian saat saya masih kelas satu, ia sekeluarga pergi berlibur untuk menyegarkan pikiran sebelum ujian. Dalam perjalanan mereka, kecelakaan terjadi, ibu Shinta meninggal di lokasi, Shinta sempat dilarikan ke rumah sakit, beberapa hari ia tak sadarkan diri. Aku & beberapa teman sekelas juga sempat mengunjunginya, tetapi kami tidak diijinkan masuk. Selang satu atau dua hari dari itu, Shinta dikabarkan meninggal." Terdiam saja saya mendengar cerita kak Komang, kemudian ia melanjutkan dengan beberapa kalimat, "Sar, seinget ku ada satu tempat yg sering di datangi Shinta. Datanglah ke perpustakaan sekolah, ada sebuah jendela, yg kalau kita memandang dari sana, kita dapat melihat pemandangan pintu gerbang sekolah, Shinta sering duduk disitu saat jam istirahat."

Keesokan hari, di hari minggu, saya bergegas ke sekolah. Meski hari pekan sekolah ku tetap buka, karena memang banyak siswa yg mengpakai sekolah sebagai tempat bertemu. Aku segera menuju perpustakaan, menuju tempat yg ditunjuk kak Komang, ku pandang keluar jendela & benar saja, terlihat pemandangan pintu gerbang sekolah, beberapa sepeda motor tampak berlalu-lalang. Tidak ada petunjuk yg ku temukan disini, saya duduk di salah satu kursi yg paling dekat dengan jendela.

Aku memikirkan apa yg sebenarnya terjadi kepadaku? Siapa perempuan itu? Siapa Shinta? Jika memang dia sudah tiada, lalu siapa yg saya ajak berbincang, roh, hantu? Aku sangat bingung, perasaanku bercampur aduk, bahkan saya merasa sedikit mual. Tapi, tiba-tiba saja, terlintas di dalam benak ku untuk mampir ke rumah Shinta yg tidak jauh dari rumah ku, "Bukankah dia yg sudah mengundangku, kenapa saya tidak kesana saja." Segera saya bergegas menuju rumahnya.

The Beautiful Day : Coma
Sumber : Tangkapan layar dari Google Maps

"Halo, selamat pagi, Swastiastu!" Aku berseru dari luar. Tampak seorang bapak-bapak menjawab salam ku, "Swastiastu, adik mau cari siapa ya, ada yg dapat bapak bantu?" Jawab bapak itu dengan ramah. Sedikit bingung saya berpikir, jawaban seperti apa yg akan ku berikan, tetapi kalimat ini yg terucap dari bibir ku, "Cari Shinta om, Shinta ada?" Ekspresi paras bapak itu berubah, mendadak ia terdiam, sambil terdiam ia berjalan ke arahku & membukakan gerbang, dia mengajak ku masuk ke rumahnya dengan isyarat tangan. Kemudian mempersilahkan ku untuk duduk, kemudian dia bertanya, "Adik mau minum apa?" "Shinta bilang, mau bikinin saya kopi om," begitu sahut ku. Lantas bapak itu berjalan ke dapur, & keluar membawakan saya secangkir kopi.

"Om tidak menyangka kalau anda benar-benar akan datang, dulu Shinta sempat bilang, suatu hari akan datang seorang anak lelaki, yg tidak bapak kenal, karena dia bukan bagian dari teman kelas Shinta, kalau anak itu datang, tolong berikan secangkir kopi & sepucuk surat. Sebentar ya, om ambilkan dulu suratnya, om rada lupa menyimpannya dimana."

Sekitar 10 menit saya menunggu, kemudian bapak dari Shinta keluar dari kamar & memberikan sepucuk surat itu kepada ku. Aku membaca isi dari surat itu & isinya...

Quote:
"Maaf, saya tidak sempat bertanya siapa namamu, tetapi yg saya tahu anda tinggal di dekat rumahku, dulu saya sering melihatmu berlari menuju taman kota di sore hari. Ternyata anda orangnya jenaka ya, bahagia ngobrol dengan mu. Aku tidak tau, apakah ini cuma mimpi atau kenyataan, tetapi saya merasa hal ini sangat nyata, sehingga saya memutuskan untuk menulis surat ini. Aku khawatir, saya tidak akan benar-benar dapat berjumpa dengan mu, & kalau anda membaca surat ini, itu artinya kita memang tidak akan pernah benar-benar bertemu, mungkin tidak sekarang, mungkin di kehidupan yg lain. Seandainya suatu saat kita bertemu, ayo kita pergi jalan-jalan, pasti akan menyenangkan, saya juga rindu dengan teman-teman ku, jadi nanti kita ajak teman-teman ku juga ya. Aku tidak tahu apalagi yg akan ku tulis, yg jelas saat bersamamu jadi salah satu hari terindah yg pernah ku rasakan. Aku titip salam ya buat papah ku, tolong kasi tau dia supaya rajin olahraga, pasti sepi kalau sendirian, meski begitu saya harap dia tau bahwa saya sangat menyayanginya. Terimakasih ya..."

Shinta​


Tak sadar, airmata ku mengalir hingga ke pipi.

"Terimakasih ya, sudah nemenin anak om disaat-saat terakhirnya. Shinta sudah tidak sadar mulai dari kecelakaan yg kami alami, mungkin dua hari setelah itu Shinta tersadar, ia tampak sangat lemah, ia meminta pulpen & kertas kepada om, & menuliskan surat itu. Sempat om merasa bahagia, om berpikir bahwa setelah itu Shinta akan segera pulih, tetapi sayangnya itu tidak terjadi, mungkin cuma 30 menit selepas ia memberikan surat itu kepada om, Shinta langsung muntah, dokter segera datang, om cuma dapat menunggu di luar. Cukup lama om menunggu, dokter keluar & mengabarkan harus segera dilakukan tindak operasi, om cuma dapat merelakan kalau itu memang jalan yg terbaik. Berjam-jam berlalu, hingga operasi dinyatakan berakhir, namun sayang dokter mengabarkan bahwa Shinta sudah tiada. Shinta & mamanya pergi meninggalkan om, hari itu om merasa sangat sedih, tetapi terimakasih ya sudah menemani anak om disaat-saat terakhirnya, meski ini terasa tidak masuk akal, tetapi kenyataan ini terjadi, om sangat berterimakasih anda sudah dapat menyenangkan hari-hari terakhirnya. Oh iya, siapa namamu?"

"Caesar om..."

Aku pulang ke rumah, dengan membawa sepucuk surat dari Shinta. Oke sekarang saya benar-benar bingung, saya benar-benar tidak tahu, apa yg saya rasakan. Aku cuma tergeletak diatas tempat tidur ku, dengan secarik surat dari Shinta di tangan ku.

Cukup lama saya tergeletak, hingga akhirnya terpikir untuk menuliskan kisah ku di forum online Kaskus.

"Selamat datang di trhead ku gan. Perkenalkan namaku Caesar (sesar), saya sengaja menulis kisah ku di forum ini berharap ada agan yg memiliki pengalaman yg sama sepertiku & dapat memberitahuku tentang apa yg harus ku lakukan selanjutnya, oke langsung saja gan, tolong disimak."
Hari ini 05:06
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.