Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sumber Gambar
Mungkin agan-agan di sini banyak yg sudah tau tentang MBTI. Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) yg diketahui sebagai tes kepribadian Myers-Briggs, merupakan salah satu tes kepribadian yg paling banyak dipakai di dunia. Tes ini didasarkan dari empat kategori yaitu:
1. Introversion x Extraversion
2. Sensing x Intuition
3. Thinking x Feeling
4. Judging x Perceiving.
Setiap orang akan dikategorikan ke dalam salah satu dari dua ciri di setiap kategori. Dengan begitu tes tersebut akan menghasilkan 16 tipe kepribadian berbeda seperti yg kita kenal sekarang, misalnya INTJ atau ESFP.
Tes MBTI dikembangkan pada tahun 1940-an oleh ibu & anak bernama Katharine Cook Briggs & Isabel Briggs Myers. Akan tetapi keduanya bukan merupakan psikolog & tidak memiliki pelatihan formal di bidang psikologi. Meskipun begitu tes MBTI masih sangat populer hingga saat ini & sering dipakai di dunia bisnis, sekolah, bahkan di aplikasi dating.
Walaupun tes MBTI begitu populer, ada beberapa kontroversi mengenai tes tersebut. Bahkan beberapa psikolog berpendapat bahwa tes tersebut bukanlah test kepribadian yg dapat diandalkan atau valid. Mengapa demikian? Berikut alasannya:
Tidak adanya latar belakang ilmiah
Sumber Gambar
Quote:
Katharine Cook Briggs memulai penelitian kepribadian untuk menentukan kepribadian calon menantunya. Dia bersama dengan Isabel Briggs Myers menciptakan tipe kepribadian berdasarkan karya Carl Jung yg kemudian mereka modifikasi. Baik Myers maupun Briggs tidak memiliki pendidikan secara formal dalam psikologi & tidak memiliki kredensial ilmiah di bidang pengujian psikometrik. MBTI didasarkan pada delapan anggapan hipotetis & hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yg mendukung klaim metode tersebut.
Terlalu sederhana untuk merepresentasikan kompleksitas kepribadian manusia
Sumber Gambar
Quote:
Untuk membentuk 16 tipe kepribadian, MBTI membagi 4 kategori dengan anggapan bahwa semua orang termasuk ke dalam satu kategori atau yg lain. Hasil dari tes MBTI cuma dapat menempatkan kita di ujung spektrum, apakah kita termasuk extrovert atau introvert, intuitif atau sensing, thinking atau feeling, kemudian perceiving atau judging. Namun, kebanyakan orang umumnya berada di antara keduanya, jadi dua perseorangan yg skornya mendekati satu sama lain dapat saja mendapatkan hasil yg sama sekali berbeda.
Tidak reliable atau tidak dapat diandalkan
Sumber Gambar
Quote:
Penelitian sudah menunjukkan bahwa orang dapat mendapatkan hasil yg berbeda pada tes kalau mereka mengerjakannya berkali-kali. Hasil tes sangat subyektif kepada suasana hati, situasi, prioritas, & variabel lain dari seseorang pada saat tes. Selain itu MBTI tidak memiliki prosedur untuk mengukur kebohongan. Pada saat menjalani tes MBTI, seseorang dapat menjawab pertanyaan yg ada berdasarkan hasil apa yg harap dia dapatkan. Hal ini menciptakan hasil dari tes MBTI sangat dipertanyakan.
Meskipun begitu tidak ada salahnya kalau kita mengikuti tes MBTI sekedar "for fun". Melalui tipe kepribadian MBTI ini kita dapat sedikit memahami tentang kepribadian kita sendiri. Akan tetapi jangan jadikan hasilnya untuk memprediksi kesuksesan, etika, atau produktivitas kerja kita.
Kalau menurut agan-agan di sini gimana nih?
Hari ini 11:45