• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Tes Kelinci

Artama_kwok

IndoForum Senior A
No. Urut
3197
Sejak
13 Jul 2006
Pesan
7.693
Nilai reaksi
252
Poin
83
Kepolisian, ABRI, dan badan intelejen BIA saling menyombong bahwa merekalah yang terbaik dalam menangkap penjarah yang sedang marak saat sekarang. Soeharto merasa perlu untuk melakukan tes terhadap hal ini.

Soeharto melepas seekor kelinci kedalam hutan dan ketiga kelompok pengikut tes di atas harus berusaha menangkapnya

BIA masuk ke hutan. Mereka menempatkan informan-informan di setiap pelosok hutan itu. Mereka menanyai setiap pohon, rumput, semak dan binatang di hutan itu. Tidak ada pelosok hutan yang tidak di interogasi. Setelah tiga bulan penyelidikan hutan secara menyeluruh akhirnya BIA mengambil kesimpulan bahwa kelinci tersebut ternyata tidak pernah ada.

ABRI masuk ke hutan. Setelah dua minggu kerja tanpa hasil, mereka akhirnya membakar hutan sehingga setiap mahluk hidup didalamnya terpanggang tanpa ada kekecualian. Akhirnya kelinci tersebut tertangkap juga hitam legam, mati ... tentu saja.

Kepolisian masuk hutan. Dua jam kemudian, mereka keluar dari hutan sambil membawa seekor tikus putih yang telah hancur-hancuran badannya dipukuli. Tikus putih itu berteriak-teriak: "Ya ... ya ... saya mengaku! Saya kelinci! Saya kelinci!"

Jangan Lupa GRP ya ^^
 
Matematika Uang

Di salah satu sekolah dasar di Yogyakarta, seorang guru mengajarkan matematika, dengan menggunakan uang rupiah sebagai sarana penyampaiannya.

Bu Guru bertanya, "Perhatikan anak-anak, pada uang rupiah yang bergambar Pak Harto berapakah nilai rupiahnya?"

Murid-murid menjawab, "Lima puluh ribu, Bu Guru!"

Bu Guru bertanya lagi, "Sekarang perhatikan, pada uang rupiah yang bergambar monyet di hutan berapakah nilai rupiahnya?"

Murid-murid menjawab, "Lima ratus, Bu Guru!"

Untuk mentest kekuatan penalaran murid-muridnya, dengan penuh selidik, Bu Guru bertanya, "Jadi apa kesimpulan yang dapat kita tarik dari gambar dan nilai masing-masing uang rupiah tersebut anak-anak?"

Murid-murid secara serempak menjawab, "Lima puluh ribu dibagi lima ratus adalah seratus, Bu Guru. Jadi menurut mata uang kita, Pak Harto sama nilainya dengan seratus monyet di hutan, Bu Guru!"
 
"Mengapa kamu berhenti dari pekerjaan terakhirmu?”

“Boss saya menuduh saya mencuri uang perusahaan.”

“Mengapa tidak Kamu suruh dia membuktikannya?”

“Sudah. Ternyata dia bisa.”
 
seorang polisi menyetop seorang pengendara mobil dan menginformasikan kepadanya bahwa karena ia mengenakan sabuk pengaman, ia memenangkan 5000 dollar Amerika dalam kompetisi keamanan. “Lalu apa yang akan anda lakukan dengan hadiah uang tersebut?” tanya petugas polisi.

Pengemudi tersebut menjawab, “Saya kira saya akan pergi ke sekolah mengemudi dan mengambil SIM saya.”
Saat itu, istrinya, yang duduk di sebelahnya ikut campur, “Pak polisi, jangan dengarkan dia. Ia pintar membual jika sedang mabuk.”

Obrolan ini membangunkan pria yang sedang tidur di bangku belakang, yang saat melihat polisi tersebut menjadi ketakutan, “Tuh kan, kita tidak bisa pergi jauh deh, dengan mobil curian ini!”

Saat itu, ada ketukan dari bagasi mobil dan sebuah suara bertanya, “Apakah kita sudah sampai di perbatasan?”
 
Seorang raja sedang pergi berburu ke hutan dengan pengawal-pengawal dan pembantu-pembantunya ketika ia melihat sebuah pohon dengan sebuah lingkaran target yang dicat di pohon itu dengan sebuah anak panak di tengah lingkaran target itu.

“Siapa nih orang yang bisa memanah dengan sangat baik begini?” sang raja berkata. “Saya harus bertemu dengannya.”

Setelah melanjutkan perjalanannya lagi, ia bertemu dengan seorang anak kecil yang membawa sebuah busur dan anak panah. Setelah ditanya-tanya akhirnya dia mengakui kalau dialah yang memanah anak panah itu pada lingkaran target.

“Kamu nggak memalukan anak panah kamu ke tengah-tengah target kan?” tanya sang raja.

“Tentu saja tidak. Saya memanahnya dari jarak 100 kaki. Bener deh, saya sumpah.”

“Itu sangat menakjubkan,” ujar si raja. “Saya akan mengajak kamu menjadi pasukan memanah saya. Tapi saya mesti bertanya satu hal lagi. Bagaimana kamu bisa melakukan hal itu?”

“Begini,” sahut anak itu, “pertama saya memanahkan anak panah saya ke pohon, lalu saya menggambar lingkaran target itu dengan cat di sekelilingnya.”
 
Kemarin gue pergi ke sebuah Mall… Nongkrong sama temen2…

Entah kenapa tiba-tiba perut terasa mulas. Langsung saja gue masuk ke WC yang saat itu kebetulan sepi.

Belum semenit duduk, saya denger suara bapak-bapak berkata : “Gimana dik? baik-baik aja?” Kedengarannya dari WC sebelah.

Kaget juga, karena gue nggak biasa ngobrol sama orang yang belum dikenal, maka saya jawab aja: “Ya, baik.”

Eh, tau-tau dia nanya lagi : “Sekarang gimana, sudah terasa lega?”

Wah pertanyaan macam apa sih itu? Ada-ada saja. Baru juga nongkrong semenit, jadi gue jawab sekenanya aja… : “Lumayan Pak, untung gak ngantri…”

Dia jawab lagi : “Sama dong… tapi saya ada masalah dikit nih.”

Gue jadi mulai curiga, lalu gantian gue yang tanya : “Masalah apa, pak?”

Dia langsung jawab : “Iniii lho diajenggg… ada orang culun di WC sebelah ikut-ikutan ‘njawab pertanyaan saya, gimana kalo nanti saya telpon lagi? Ya… sampai nanti…”
 
Sekelompok engineer dan matematikawan sedang naik kereta bersama untuk menghadiri sebuah workshop (lokakarya). Setiap orang matematikawan membawa selembar karcis, tetapi para engineer hanya punya selembar karcis untuk semua orang. Tentu saja, para matematikawan menertawai ketololan kelompok engineer.

Saat kondektur hampir masuk, semua engineer bergegas masuk ke kamar kecil. Kondektur mengetuk pintu kamar kecil, dan berteriak, “Karcisnya, Pak.” Sebuah tangan mengacungkan selembar karcis itu keluar kamar kecil. Kondektur memeriksa dan kemudian berlalu. Para engineer pun keluar dari kamar kecil.

Para matematikawan merasa kecele. Pulang dari workshop, para matematikawan hanya membeli selembar karcis. Tetapi para engineer tidak membeli karcis selembarpun. Para matematikawan kembali menertawai keanehan pada engineer.

Saat kondektur hampir masuk, para engineer masuk ke kamar kecil. Dan para matematikawan masuk kamar kecil satunya. Tapi kemudian salah satu engineer keluar dari kamar kecil, mengetuk pintu kamar kecil para matematikawan, dan berteriak, “Karcisnya Pak!”
 
Dua orang sahabat bertemu di jalan. Salah seorang dari mereka kelihatan sangat sedih.

Temannya bertanya, “Kenapa kamu sedih banget sih?”

Sahabat yang sedang bersedih menjawab, “Begini ceritanya. Tiga minggu yang lalu, om gue meninggal dan dia meninggalkan warisan untuk saya sebesar 40 juta.”

“Lumayan juga.”

“Tunggu dulu, gue baru mulai. Dua minggu yang lalu, sepupu gue meninggal karena ketiban ember dan dia mewarisi gue uang sebesar 85 juta.”

“Wah enak bener!”

“Yap. Tapi minggu lalu kakek gue meninggal dan dia meninggalkan warisan 250 juta untuk gue.”

“Jadi kenapa elo murung aja?”

“Dan minggu ini gue enggak dapet apa-apa.”
 
wkwkwkwkwkwkwk :)) smuanya lucu boss

GRP nunggu post gw 250 deh

Keep posting aja ya:D
 
waakakk, lucu", beberapa post emang gua dah pernah baca tapi tetep ngakak bacanya =)) =))
Keep posting Bro /no1
 
bingung gw mo ketawa yang mana??

banyak banget yah :))
 
duh beberapa repost....
tp yg laen nya nggak ... bisa lmyn menutupi tuh... ^^
 
nice jokes.... lucu semua..... tapi yg paling lucu itu lho...... pengalaman di WC =)) =)) =))
 
dapat bahan dr mana seh bos

yg trakhir asli kocak banget kl ga mau di bilang serakah seh

btw asli kocak semua /heh
 
bwakakkaakaakkakakakkaka =))
lucu2 ....
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.