• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Terus Turun, Harga Minyak Mentah Sentuh 74 Dollar AS

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
MjpvK.jpg
Harga minyak turun pada Selasa (18/11/2014) waktu setempat (Rabu pagi WIB), karena keraguan bahwa pertemuan OPEC akhir bulan ini akan menghasilkan tindakan untuk mengatasi melimpahnya persediaan minyak global.

Harga patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember, turun 1,03 dollar AS menjadi 74,61 dollar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari turun 84 sen menjadi menetap pada 78,47 dlolar AS per barel di perdagangan London.

Pedagang fokus pada pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada 27 November mendatang. Meskipun harga minyak turun lebih dari 25 persen sejak Juni, kartel minyak ini, terpecah tentang tindakan apa yang akan diambil.

Sementara lemahnya data ekonomi dari Tiongkok, Jepang dan kawasan lain memicu kekhawatiran berlimpahnya pasokan.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Senin, mengatakan akan ada pertemuan OPEC dan produsen non-OPEC untuk mengatasi penurunan harga, meskipun ia tidak memberikan rincian kapan atau di mana pertemuan itu akan berlangsung. "Kami mempertahankan industri kami, minyak kami, hidup kami," kata Maduro.

Namun para pedagang tetap skeptis produksi akan dibatasi. "Kami masih belum benar-benar memiliki indikasi yang jelas, terutama dari Arab Saudi tentang apa keinginan mereka," kata Gene McGillian, pialang dan analis di Tradition Energy.

"Jadi sampai benar-benar akan mendapatkan itu, saya pikir pasar akan tetap di bawah tekanan," tambah dia.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.