Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Jika saya diminta menyebutkan nama salah satu pahlawan dalam hidupku, saya tak akan ragu menyebutkan nama nenekku. Dia adalah pahlawanku. Yang merawat saya & adikku dari kami masih kecil.
Selama merawat kami, nenek tak pernah minta bayaran dari orang tuaku. Perceraian yg terjadi pada orang tuaku menyebabkan nenek menyelamatkan saya & adik dari perebutan bapak & ibuku.
Nenek cuma petani biasa di desa. Sehari-hari ia ke sawah atau kebun milik tetangga. Karena nenek & kakek tidak memiliki sawah atau kebun sendiri. Jangan tanya besarnya upah, karena teramat sangat kecil.
Namun, dengan upah yg tidak seberapa, nenek & kakek dapat memberi saya & adikku makan sehari 3 kali. Tidak pernah kekurangan. Bahkan terkadang, kalau kiriman orang tua ku dari kota terlambat, nenek lah yg menyisihkan beberapa uangnya untuk keperluan sekolahku & adik.
Ada satu kejadian yg saya ingat betul. Hari itu nenek sakit kepala yg teramat sangat. Aku pun segera berlari ke warung membawa dompet kumal nenek untuk membeli obat sakit kepala.
Sehingga di warung, saya buka dompet nenek, ternyata tidak ada uang sama sekali. Yang ada cuma kertas-kertas saya tak tahu catatan apa. Yang punya warung baik, saya tetap diberi obat. Bahkan katanya tak usah bayar. Juga beras 3 liter yg kemarin sebelumnya nenek belum bayar, katanya sudah diikhlaskan. Aku trenyuh. Rupanya nenek hingga ngutang beras di warung untuk makan kami. Dan nenek tidak pernah cerita itu.
Aku jadi sedih. Kadang saya & adikku ngambek kalau makan cuma dengan sayur saja atau dengan tempe goreng. Itupun 1 tempe dibelah jadi 2 bagian. Kadang saya malu kalau teman ku datang saya makan cuma dengan lauk ini. Tapi setelah tahu bahwa terkadang makanan yg saya makan adalah hasil nenek boleh ngutang di warung, saya berusaha untuk menerimanya. Aku pun memberi pengertian pada adikku, supaya tidak mengeluh apapun makananan yg disajikan oleh nenek.
Hidup di kampung yg notabene banyak sawah, belum tentu setiap rumah memiliki padi & beras. Jika tidak memiliki kebun & sawah, beras pun kami beli di warung. Dan kalau tak ada uang yg terpaksa mengutang dulu.
Tak akan habis menceritakan jasa nenek padaku & adikku. Kini, nenek sudah beristirahat dengan tenang untuk selama-lamanya.
Dan ini adalah foto kenang-kenangan nenek semasa hidup. 'Aku kangen, Nek...'
Spoiler for Nenek:
(Dokpri)