• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

tertawa

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. byakuya
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

byakuya

IndoForum Activist C
No. Urut
46894
Sejak
25 Jun 2008
Pesan
14.460
Nilai reaksi
288
Poin
83
Tertawa adalah hal dasar dalam berkomunikasi. Manusia tertawa, begitu juga anjing dan tikus. Lalu tertawa itu untuk apa?.

Bagi ilmuwan tertawa bukan lelucon dan subyek ilmiah serius, serta salah satu subyek penelitian yang masih coba untuk dipecahkan.

Bayi tertawa jauh lebih dahulu dibandingkan berbicara. Tidak ada seorang pun yang mengajarkan tertawa. Manusia hanya melakukan saja dan sering tertawa tanpa sengaja, dalam ritme spesifik di saat tertentu ketika melakukan percakapan.

Anda mungkin tertawa saat lelucon di hari April Mop. Namun yang mengejutkan, hanya 10% hingga 15% tertawa adalah hasil dari seseorang yang membuat lelucon, kata neuroscientist Baltimore, Robert Provine, yang mempelajari tawa selama beberapa dekade.

Tertawa lebih cenderung sebagai respon sosial dibandingkan reaksi dari lelucon.

“Tertawa adalah mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan lingkup sosial,” kata Provine. “Persyaratan untuk tertawa adalah kehadiran orang lain.”

Selama setahun, Provine profesor dari University of Maryland Baltimore mempelajari tertawa dari hal dasar.

“Ketawa semua grup bahasa pada dasarnya sama “ha ha ha” meskipun Anda berbicara Mandarin, Prancis atau Inggris. Semua akan mengerti arti tertawa, ada pembentuk pola di otak kita yang memproduksi suara itu.”

Setiap “ha” membutuhkan 1 hingga 15 detik, berulang setiap lima detik. Tertawa dengan cepat atau lambat dari pada itu akan terengah-engah.

Orang tuli dan orang yang menggunakan ponsel bisa tertawa tanpa melihat menggambarkan bahwa tertawa tidak tergantung pada rasa tunggal tetapi pada interaksi sosial, kata Provine, penulis buku "Laughter: A Scientific Investigation."
 
iya bro ternyata Tertawa Itu Penyakit Menular

Tidak hanya penyakit yang bisa menular, ternyata tertawa pun bisa menular. Hal itu disampaikan oleh ilmuwan inggris yang menemukan fakta bahwa tertawa merupakan sesuatu yang menular dan telah diindentifikasikan bagaimana otak manusia "terinfeksi" oleh rasa gembira ini. Seseorang yang mendengar suara tertawa atau suara lucu akan memicu respons area tertentu di otak yang mengaktifkan orang tersebut untuk tersenyum. Dalam studi itu, pasien dimonitor respons otaknya dengan menggunakan MRI fungsional. Suara yang diperdengarkan dapat bersifat positif seperti tertawa atau sorakan gembira, dan juga suara negatif seperti mau muntah atau teriakan. Semua suara tersebut memicu respon di daerah korteks premotorik yang berhubungan dengan otot-otot wajah. Respons tersebut lebih besar jika yang didengar adalah suara positif dibandingkan suara negatif. Seseorang biasanya akan mengalami emosi positif dengan ikut tertawa atau bersorak gembira jika menonton komedi atau lelucon dalam kelompok besar. Respons otak yang secara otomatis membuat kita tertawa atau tersenyum merupakan tingkah laku meniru hal yang dilakukan oleh orang lain sehingga hal itu dapat membantu kita mengadakan interaksi sosial. Hal demikian dapat mempunyai peran penting dalam ikatan sesama individu dalam suatu kelompok.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.