yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli diduga melakukan politik uang (money politics) saat putaran pertama Pemilukada DKI Jakarta.
Informasi yang dihimpun media, politik uang yang dilakukan pasangan Foke-Nara berupa voucher pulsa bergambar kedua pasangan tersebut dan dibagikan kepada masyarakat.
Diduga voucher yang terdapat tulisan 'membangun Jakarta, dengan penuh damai, demi kita bersama' dapat digunakan ke berbagai kartu provider. Cara penggunaan voucher itu pun sama dengan voucher pulsa pada umumnya. Namun, voucher ini baru bisa digunakan jika mengirimkan nomor handphone melalui pesan singkat ke nomor center 087889812666.
Saat hal ini dikonfirmasi kepada kuasa hukum pasangan Jokowi-Ahok, Habiburokhman, mengaku sudah mendapatkan informasi tersebut. "Kami informasi itu dari masyarakat," ujar Habiburokhman kepada media, Kamis (26/7/2012).
"Saya masih di luar kota, kemungkinan teman-teman dari Timses sudah mengetahuinya," tuturnya.
Habib menjelaskan, jika money politics dengan membagikan voucher itu benar, maka pihaknya akan mengadukan hal ini ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta.
Informasi yang dihimpun media, politik uang yang dilakukan pasangan Foke-Nara berupa voucher pulsa bergambar kedua pasangan tersebut dan dibagikan kepada masyarakat.
Diduga voucher yang terdapat tulisan 'membangun Jakarta, dengan penuh damai, demi kita bersama' dapat digunakan ke berbagai kartu provider. Cara penggunaan voucher itu pun sama dengan voucher pulsa pada umumnya. Namun, voucher ini baru bisa digunakan jika mengirimkan nomor handphone melalui pesan singkat ke nomor center 087889812666.
Saat hal ini dikonfirmasi kepada kuasa hukum pasangan Jokowi-Ahok, Habiburokhman, mengaku sudah mendapatkan informasi tersebut. "Kami informasi itu dari masyarakat," ujar Habiburokhman kepada media, Kamis (26/7/2012).
"Saya masih di luar kota, kemungkinan teman-teman dari Timses sudah mengetahuinya," tuturnya.
Habib menjelaskan, jika money politics dengan membagikan voucher itu benar, maka pihaknya akan mengadukan hal ini ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta.