Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Saat ini Afganistan sedang berduka. Kepergian militer Amerika dari Afghanistan ternyata membangkitkan kembali organisasi teroris yg dulu pernah berjaya di Afghanistan yakni Taliban. Taliban sendiri pernah menguasai hampir seluruh bagian negara Afghanistan hingga akhirnya dipaksa keluar dari wilayah ibukota pada tahun 2001 saat pencaplokan Amerika Serikat.
Taliban sendiri merupakan gerakan nasional Islam Sunni yg bertujuan untuk memerangi korupsi & memulihkan keamanan warga Afghanistan setelah perang saudara. Tujuannya memang baik namun dalam pelaksanaannya organisasi ini sering kali melanggar HAM sehingga keberadaan mereka ditakuti.
Salah satu kebijakan mereka yg baru-baru ini membawa keresahan adalah penggeledahan dari pintu ke pintu. Kewajiban ini memaksa rakyat untuk menyerahkan seluruh wanita berumur 12 hingga 45 tahun untuk dinikahkan (secara paksa) dengan tentara mereka.
Tentunya hal ini bukan sesuatu yg baru, kita sudah sering mendengar organisasi teroris ISIS mengerjakan hal yg sama pada para wanita tawanan perang mereka. Atau malahan praktik budak seks ini sudah berlangsung sejak lama sekali, para wanita dari pihak yg kalah perang hampir semuanya bernasib sama.
Saat Nazi kalah dalam perang dunia kedua & Berlin jatuh ke tangan Uni Soviet para wanita disana (tak peduli umur maupun status) diperkosa tanpa belas kasihan. Uni Soviet menganggapnya sebagai bentuk sanksi kepada Jerman & akhirnya tak kurang dari 2 juta perempuan Jerman jadi korban pemerkosaan.
Namun itu dulu saat dunia masih berperang, tindakan yg dilakukan ISIS maupun Taliban di masa kini terdengar seperti kejahatan keji yg mana dibenarkan oleh mereka dengan mengpakai agama sebagai tameng.
Agama memang sering kali disalahpakai demi keuntungan pribadi & tak ada yg lebih parah dibandingkan pemahaman yg keliru kepada agama. Tindakan orang-orang Taliban maupun ISIS yg menikahi paksa seorang wanita demi menyalurkan nasrat seksual mereka tak ada bedanya dengan apa yg tentara Uni Soviet lakukan pada wanita Jerman.
"Tindakan sekeji apapun bila dibalut dengan agama maka akan terdengar mulia." Kira-kira seperti itulah kondisi organisasi teroris saat ini. merampok, membunuh & memperkosa dengan semangat jihad yg tak dapat diterima masyarakat secara luas. Mengajarkan kekerasan, menebar ketakutan, memaksaan kehendak, tentunya tak ada agama yg mengajarkan umatnya berbuat demikian.
Ini adalah satu masalah serius & Indonesia sebagai negara berpenduduk Islam terbanyak di dunia harus berhati-hati. Bukan tidak mungkin seorang Taliban akan muncul ditengah-tengah kita & kalau itu sudah terjadi maka terlambat sudah, cuma kehancuran yg akan menanti.
Sekian dari saya mari berjumpa di thread saya yg lainnya.
sumur sumur Hari ini 16:21