• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Ternyata Penulis Juga Berbakat Jadi Live Streamer, Loh

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Ternyata Penulis Juga Berbakat Jadi Live Streamer, Loh


Penulis: Thiara
Editor: Fatio Nurul Efendi


Cangkeman.net -Setelah jadi pengangguran yangsosoanmenjelma jadifreelancer, akhirnya sekarang saya punya pekerjaan tetap(kasih selamat dulu, dong!). Pekerjaan yg saya lakukan ini rasanya udah jaditrenddi erasekarang; apalagi, kalau bukanlive streamer.Oke, saya tegaskan dulu, saya bukanhost liveaplikasi 'anu-anu',ya.

Betul gak,sih?Beberapa tahun belakangan, aplikasi semacam toktok lamban-laun mulai mempengaruhi tradisi masyarakat kita. Selain unjuk berbagai macam aksi depan kamera, mereka juga gak segan berinteraksi langsung melaluilive streaming. Kerennya lagi, kebiasaan ini menjalar secara merata : anak-anak, kalangan remaja, kawula muda, hingga jajaran orang tua.

Dari sana, mulai lah bermunculan ide-ide baru dengan memanfaatkan live streaming sebagai lapak jualan. Jujur aja, hingga detik sekarang pun saya gak pernah mantengin lapakonlineyang lagilive streaming. Selain gak paham caracheck out-nya, saya gak tau juga mau beli apa,wkwk.

Oke, kita mulai ke intinya, ya. Sebetulnya, saya gak pernah ada niatan untuk melamar kerja sebagailive streamer.Tapi setiap hari, iklan loker yg cari profesi tersebut gak pernah absen. Serius, banyak lapak yg kini sedang gencar-gencarnya caritalent nge-host.Jadi, saya yg 2 tahun terakhir numpang hidup sama orang tua ini akhirnya memberanikan diri melamar di posisi itu.

Karena nge-hostbukan bidang saya, saya gak terlalu berharap banyak. Yang penting, dalam satu hari sayaapplysatu lamaran lah paling enggak(biar keliatan niatnya, heuheu). Tapi di luar dugaan, saya dapet undanganinterviewdi posisilive streamer.

Singkat cerita, si bos yg juga pemilik konveksi busana muslim ini ternyata punya kandidat lain selain saya; kita sebut aja namanya Dogan. Dogan udah terbiasa dengan kegiatanlive streaming, berbeda dengan saya yg datang dengan bermodal keberanian aja. Tapi, nyatanya Dogan masih minta waktu satu pekan untuk mempelajari produk; karena terbiasareviewprodukskincare. Lah, gimana saya yg gak punya pengalaman ini?

Sambil menunggu kesiapan Dogan, akhirnya si bos ngetes sayalive streaming. Jujur, saya gak belajar banyak & gak begitu tau jualanliveitunanaonan. Selamalive, saya cuman mendeskripsikan tiap detail produk, meragakan, & menggambarkan kelebihan yg saya rasakan selama mengpakainya, udah. Tapi tau apa yg terjadi? Si bos langsung nerima saya, bahkan sebelum Dogan mencoba lagi.

Iya, rupanya Dogan ini sempet mencobalive streamingdan memasarkan produk. Tapi menurut bos, Dogan masih kesulitan mendeskripsikan produknya. Dari situ, ada hal yg terbesit dalam pikiran saya; penulis punya kelebihan dalam mendeskripsikan sesuatu.

Saya mungkin gak talenta mengerjakanlive streaming, tetapi saya dapat menjelaskan suatu hal. Ya ... memang, gak semua penulis pintar mendeskripsikan, tetapi seenggaknya kita tau apa yg mau kita hinggakan. Sama seperti yg saya lakukan selamalive, saya cuma menyampaikan apa yg saya lihat, bahan yg saya pegang, & sensasi memakai produk. Bedanya, penyampaian itu bukan dalam bentuk tulisan, tetapi ucapan.Simple, ya?

Urusan pede di depan kamera, saya boleh diacungi jempol. Punya kepribadian ambiver, saya dapat menyesuaikan diri dengan keadaan. Meskipun banyak introvernya, saya yg di depan kamera adalah ekstrover.Ya ...lagian interaksi visual doang, kalau langsung mungkin kepribadian yg keluarnya introver,hahaha.

Selain jualan, saya juga belajar berinteraksi walaupun mulanya jumlah penonton sepi banget. Kadang saya berharap gak ada yg nonton aja; biar saya gak cape ngomong sendiri, jawab pertanyaan sendiri. Tapi sekalinya ada yg nanya, saya seneng gak ketulungan. Masa bodohclosingapa enggak, setidaknya saya gak dianggurin.

Tapi sekarang, entah rejeki dari mana, penontonlive streamingsaya udah ribuan. Kadang, saya kelimpungan harus jawab pertanyaan konsumen yg mana dulu. Meskipun udah cape berjam-jamnyerocos, sayahappy!

Setelah dipikir-pikir, banyak orang yg udah menekuni kegiatan di depan kamera. Tapi sebenarnya, cuma orang-orang tertentu yg terlahir dengan bakatentertaindan menarik perhatian.

Sampai sekarang saya masih terus belajar, biar penonton betah & loyal mantenginlivesaya. Makin banyak penonton, makin banyak orang tau, & makin akbar kemungkinanclosing!Maka makin akbar juga bonus yg saya dapet,hehe.


Tulisan ini ditulis diCangkemanpada tanggal 25 januari 2023.
Hari ini 15:51
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.