yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaidi meminta maaf kepada khalayak atas munculnya polemik tes keperawanan sebagai salah satu syarat kelulusan sekolah.
Permintaan maaf itu disampaikan saat menemui pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Gerakan Pemuda Ansor Jember di DPRD Jember, Senin (9/2/2015).
Permintaan itu disampaikan Ayub karena isu tes keperawanan itu menjadi isu yang menggelinding ke permukaan. Padahal di gedung dewan tidak pernah ada rencana pembahasan tentang tes keperawanan dalam bentuk peraturan daerah.
"Dalam kesempatan ini saya atas nama pimpinan dan lembaga DPRD Jember meminta maaf atas polemik isu tes keperawanan yang meresahkan," tandas Ayub.
"Saya meminta maaf kepada perempuan dan anak-anak di seluruh Indonesia, juga kepada pelajar di Kabupaten Jember. Saya tegaskan kalau pembahasan itu tidak ada. Saya minta maaf kalau isu itu menimbulkan keresahan di kalangan pelajar dan masyarakat," imbuhnya.
Ayub menjelaskan kalau sampai saat ini tidak ada rencana pembahasan Raperda tentang aklakul karimah yang di dalamnya ada isu tes keperawanan. Pembahasan calon Raperda itu masuk melalui Badan Legislasi. "Tetapi harus saya tegaskan lagi, tidak ada," ujarnya.
Penjelasan dan permintaan maaf tersebut sekaligus menjawab polemik tes keperawanan yang beberapa hari ini beredar di Jember.
Permintaan maaf itu disampaikan saat menemui pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Gerakan Pemuda Ansor Jember di DPRD Jember, Senin (9/2/2015).
Permintaan itu disampaikan Ayub karena isu tes keperawanan itu menjadi isu yang menggelinding ke permukaan. Padahal di gedung dewan tidak pernah ada rencana pembahasan tentang tes keperawanan dalam bentuk peraturan daerah.
"Dalam kesempatan ini saya atas nama pimpinan dan lembaga DPRD Jember meminta maaf atas polemik isu tes keperawanan yang meresahkan," tandas Ayub.
"Saya meminta maaf kepada perempuan dan anak-anak di seluruh Indonesia, juga kepada pelajar di Kabupaten Jember. Saya tegaskan kalau pembahasan itu tidak ada. Saya minta maaf kalau isu itu menimbulkan keresahan di kalangan pelajar dan masyarakat," imbuhnya.
Ayub menjelaskan kalau sampai saat ini tidak ada rencana pembahasan Raperda tentang aklakul karimah yang di dalamnya ada isu tes keperawanan. Pembahasan calon Raperda itu masuk melalui Badan Legislasi. "Tetapi harus saya tegaskan lagi, tidak ada," ujarnya.
Penjelasan dan permintaan maaf tersebut sekaligus menjawab polemik tes keperawanan yang beberapa hari ini beredar di Jember.