Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
We dont leave companies, we leave bad bosses ~ Quote
Disclaimer:
Tulisan yg berada di blog ini adalah pemikiran sendiri, pengalaman sendiri & setiap orangmaupun tempat ataupun waktu apabila terdapat keterkaitan dengan orang atau pihak tertentu cuma merupakan kebetulan semata tanpa ada unsur kesengajaan. Penulis tidak bertanggung jawab apabila terdapat pihak pihak yg menyalin, mendistribusi ataupun mentransfer konten yg ada di post ini.
Background
Saya bekerja di PMA yg memiliki kantor pusat di UEA, saya ditempatkan di kantor representative di Jakarta & refinery atau pabrik minyak goreng nya di K, Bat*m. Kantor Jakarta beralamat di Wisma N di bilangan Th*mrin Jakarta Pusat. Periode kerja selama Oct19 hingga terakhir di bulan Apr23. Masih ingat dengan kasus kisruh migor di tahun 2022, salah satu perusahaan migor yg diperiksa di B*tam adalah perusahaan ini juga (S*N).
Kasus
Dengan pabrik yg sebesar itu, saya taksir karyawan nya plus buruh pabrik dapat diatas 300 orang hingga 500 orang, tetapi semua higher managerial level nya (level C) & head nya tidak ada satupun orang Indonesia, tetapi semua pimpinan adalah karyawan asing (India, Malaysia). Tetapi bukan ini yg saya mau ceritakan, tetapi atasan atau manager di Jakarta yg begitu buruk memperlakukan bawahan nya & beliau seorang Enci berumur 54 tahun, jadi singkatnya saya di hire untuk ditempatkan di Jakarta menolong beliau (si Enci), jadi cerita nya si Enci yg kaya tajir ini begitu sering berkonflik dengan sesama rekan kerja tetapi dia sering merasa diri menang karena memang dia punya koneksi & jabatan, tidak ada yg sanggup melawan dia di kantor.
Si Enci ini, kita panggil saja W, jadi ibu W ini mempunyai seorang cici yg tangan kanan owner minyak goreng gede di Indonesia yg dekat dengan petinggi negara, jadi si W ini merasa sangat overpowered sehingga dapat memperlakukan karyawan & bawahan nya dengan sesukanya.
Awal Bergabung
Saya sebelumnya bekerja di bidang kelapa sawit juga di beberapa perusahaan, selama ini untuk suka & duka bekerja sudah saya rasakan, tetapi tidak lah dengan perusahaan yg terakhir ini, pengalaman yg saya rasakan begitu menciptakan mental wellbeing saya begitu terdistorsi atau apapun istilah nya. Jadi di akhir 2019 saya bergabung di perusahaan ini, awalnya saya mengira ibu W ini seorang yg baik, tetapi awal awal bekerja saya mendapati W ini seorang yg begitu taft, kasar & frontal, jadi ceritanya di kantor Jakarta sendiri cuma ada beberapa personil (1 in active director, 1 OB, 1 admin, 1 bagian lingkungan atau sustainability, saya & W sebagai manager atau yg "tertinggi" di kantor representative). Saat itu beberapa kali W mengatakan hal hal kasar & menyalahkan salah satu admin kantor karena beberapa sebab & hal, pertengkaran mereka begitu intens hingga pernah kami ber 3 dinas ke B*tam (ibu W, saya & admin ini) & dihadapan CEO & HRD, ibu W ini menyalah nyalahkan & mencari ribut dengan admin ini, pada saat itu saya cuma berpikir mungkin ini salah paham biasa & saya menghindari terlibat dalam konflik ibu ibu (W & admin ini hampir seumuran), & si W mengerjakan silent treatment & bad mouthing ke admin ini di hadapan supplier, management selama hampir 1 tahun kurang lebih seingat saya.
Itu hanyalah sekian dari beberapa konflik yg terjadi yg mungkin akan terlalu banyak apabila saya ceritakan dalam post ini, mungkin sudah dapat dibuat satu buku kalau dirangkum.
Perjalanan Karir
Saya bekerja selama 3 tahun 7 bulan dengan W & so far saya melihat betapa banyak konflik ibu W dengan bagian finance, orang pabrik di lapangan, dengan rekan rekan di Jakarta, bahkan dengan CEO, CFO & banyak lagi.
How to cope?
goodquestion, selama periode tersebut saya sedapat mungkin menghindari konflik dengan W & berusaha memenuhi kemauan beliau, yg walaupun kadang saya juga argue apabila ada hal hal yg tidak make sense yg diperintahkan, tetapi overall periode covid & PPKM menyelamatkan saya juga dari berjumpa W secara direct di kantor & 2 tahun PPKM menyelamatkan saya dari potensi gesekan tersebut karena semua kerjaan melalui WA, call & meeting virtual, saya merasa beruntungYang Diatasmemberikan kesempatan saya untuk bertahan di perusahaan tersebut hingga hampir 4 tahun dengan W yg "kejam".
Puncaknya
Akhirnya ketakutan dari keluarga & pasangan saya mengenai ibu W (karena saya sering bercerita ke pasangan mengenai kelakuan dia) pun jadi nyata pada saat 2023 ini.
Semua masih berjalan normal, tetapi kisruh migor di 2022, pemerintah membatasi export (perusahaan kami hampir 100% produknya diexport dari B*tam) & menciptakan perusahaan jadi tidak dapat beroperasi full, beberapa kali inspeksi serta pemeriksaan dari yg berwenang, supplier yg lepas & tidak menjual bahan baku ke kami lagi da sebagainya, sehingga menciptakanWsemakin senewen & mungkin beliau pun stress oleh karena pressure dari management di Pusat, CEO dll. Saya pun mulai di pressure untuk memenuhi target & ekspektasi dari si W ini, saya pun berusaha sedapatnya berusaha sesuai dengan kapasitas saya.
tetapi yg jadi persoalan adalah masa masa akhir Jan23 hingga saat pengunduran diri saya di Mar23 (dan sesuai periode notifikasi saya terakhir bekerja di 20 Apr23), selama masa masa itu betapa sering W ini berbicara buruk mengenai saya ke supplier, ke CEO, ke HRD & lain lain, betapa dia bilang kinerja saya begitu buruk & lain sebagai nya, & tidak ada satupun yg saya lawan atau bantah karena mengingat W ini masih adalah atasan saya, & saya tidak suka berkonflik atau debat kusir.
your actions speak louder than the lies you tell about the others.. the truth will always reveal itself ~ quote
Dan puncaknya pada 20 Mar23 dimana saya mengajukan pengunduran diri saya karena saya sudah tidak tahan lagi berada dalam tekanan W ini & menciptakan mental saya begitu down beberapa bulan.
Sedikit informasi si ibu W ini memiliki banyak asset & memiliki karir yg bagus, cici nya juga seorang petinggi & kaya raya, dengan kekayaan & jabatan serta koneksi yg dia miliki dia merasa bahwa dunia berputar di sekeliling nya, apakah ini alasan dia begitu melihat rendah sesama ? Sungguh suatu tanda tanya yg dia & Tuhan saja yg dapat mengetahui. Dulu awal awal saya join, beliau sering bermegah bahwa dia sudah berkeliling ke banyak negara & berjumpa banyak bos bos pengusaha besar.
Saya tidak bercerita begini sebagai sarana membenarkan diri, saya juga sadar sebagai manusia kita juga memiliki banyak salah, sehingga saat W ini terus menerus mengerjakan pressure & mempertanyakan kinerja saya dari Jan23, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dengan baik baik di Mar23 (dengan periode notifikasi 1 bulan),untuk memuaskan beliau & saya pun menghindari konflik yg tidak perlu.
Tetapi yg jadi begitu sesak di hati saya adalah per tanggal 18 Apr23, dimana semestinya last day saya 20 Apr23 tetapi management dengan pertimbangan tidak mau membayarkan 2 hari (19,20 Apr) karena Gedung Wisma N sudah tutup & aktivitas perusahaan sudah berkurang karena lebaran jadi mereka memutuskan sepihak saya cuma dihitung 18 hari kerja, & itupun saya terima dengan lapang dada. Si ibu W yg masih kurang puas menjelek jelekan saya didepan banyak orang, pada saat exit clearance masih menuduh saya menghilangkan data perusahaan di laptop saya, & memaksa HRD untuk menahan surat paklaring saya, gaji terakhir saya di Apr23 & mengerjakan proses investigasi sepihak.
Sedikit tambahan, selama Jan hingga Apr begitu banyak silent treatment, bad mouthing yg dilakukan W ini kepada saya yg saya terima dengan ikhlas karena saya di posisi bawahan.
Sampai saat post ini dibuat saya masih berusaha meminta dengan baik baik surat paklaring saya karena ini sangat diperlukan untuk mengurus BPJS saya yg tidaklah seberapa nilainya dibandingkan asset si W ini, untuk gaji saya sudah legowo & tidak mau mempermasalahkan apakah mau diproses atau tidak. Mohon doa nya ya netizen & saya akan mengupdate kembali perkembangan & update update cerita dunia kerja yg penuh suka & duka ini.
Saya masih bimbang apakah mau meneruskan ke jalur disnaker (bipartrit, tripartrit & pengadilan hubungan industrial ) karena selain tidak memiliki koneksi di jalur hukum serta kompetensi, saya juga masih mengharapkan solusi terbaik, semoga tidak hingga ke disnaker.
Karena saya juga mempunyai prinsip tidak mau mencari ribut & berusaha jalan damai, tetapi kebutuhan & cicilan memaksa saya harus memproses BPJS saya & salah satu yg diperlukan adalah surat paklaring ini yg ditahan oleh HRD & si W ini.
Penutup
Buat rekan rekan yg bersedia membaca, apabila bersedia memberikan advice, ataupun bantuan view dari sisi legal & hkm, saya akan merasa sangat terbantu, terima kasih & akhir kata, ada perkataan dari rekan kerja yg membekas di saya & CEO saya, mereka berkata di last meeting dengan saya hidup ini adalah ibarat sebuah petualangan atau perjalanan, mau kenangan baik, hal buruk itu adalah seizin Tuhan & itu akan membentuk kita, tanggapin lah secara positif karena kalau anda jadi negatif, lambat laun anda yg akan terdegradasi & terdistorsi. Stay positif !
Follow me on:
QUORA
twitter
linkedin
Link berita kasus migor:
1
2
3 Hari ini 07:35
Disclaimer:
Tulisan yg berada di blog ini adalah pemikiran sendiri, pengalaman sendiri & setiap orangmaupun tempat ataupun waktu apabila terdapat keterkaitan dengan orang atau pihak tertentu cuma merupakan kebetulan semata tanpa ada unsur kesengajaan. Penulis tidak bertanggung jawab apabila terdapat pihak pihak yg menyalin, mendistribusi ataupun mentransfer konten yg ada di post ini.
Background
Saya bekerja di PMA yg memiliki kantor pusat di UEA, saya ditempatkan di kantor representative di Jakarta & refinery atau pabrik minyak goreng nya di K, Bat*m. Kantor Jakarta beralamat di Wisma N di bilangan Th*mrin Jakarta Pusat. Periode kerja selama Oct19 hingga terakhir di bulan Apr23. Masih ingat dengan kasus kisruh migor di tahun 2022, salah satu perusahaan migor yg diperiksa di B*tam adalah perusahaan ini juga (S*N).
Kasus
Dengan pabrik yg sebesar itu, saya taksir karyawan nya plus buruh pabrik dapat diatas 300 orang hingga 500 orang, tetapi semua higher managerial level nya (level C) & head nya tidak ada satupun orang Indonesia, tetapi semua pimpinan adalah karyawan asing (India, Malaysia). Tetapi bukan ini yg saya mau ceritakan, tetapi atasan atau manager di Jakarta yg begitu buruk memperlakukan bawahan nya & beliau seorang Enci berumur 54 tahun, jadi singkatnya saya di hire untuk ditempatkan di Jakarta menolong beliau (si Enci), jadi cerita nya si Enci yg kaya tajir ini begitu sering berkonflik dengan sesama rekan kerja tetapi dia sering merasa diri menang karena memang dia punya koneksi & jabatan, tidak ada yg sanggup melawan dia di kantor.
Si Enci ini, kita panggil saja W, jadi ibu W ini mempunyai seorang cici yg tangan kanan owner minyak goreng gede di Indonesia yg dekat dengan petinggi negara, jadi si W ini merasa sangat overpowered sehingga dapat memperlakukan karyawan & bawahan nya dengan sesukanya.
Awal Bergabung
Saya sebelumnya bekerja di bidang kelapa sawit juga di beberapa perusahaan, selama ini untuk suka & duka bekerja sudah saya rasakan, tetapi tidak lah dengan perusahaan yg terakhir ini, pengalaman yg saya rasakan begitu menciptakan mental wellbeing saya begitu terdistorsi atau apapun istilah nya. Jadi di akhir 2019 saya bergabung di perusahaan ini, awalnya saya mengira ibu W ini seorang yg baik, tetapi awal awal bekerja saya mendapati W ini seorang yg begitu taft, kasar & frontal, jadi ceritanya di kantor Jakarta sendiri cuma ada beberapa personil (1 in active director, 1 OB, 1 admin, 1 bagian lingkungan atau sustainability, saya & W sebagai manager atau yg "tertinggi" di kantor representative). Saat itu beberapa kali W mengatakan hal hal kasar & menyalahkan salah satu admin kantor karena beberapa sebab & hal, pertengkaran mereka begitu intens hingga pernah kami ber 3 dinas ke B*tam (ibu W, saya & admin ini) & dihadapan CEO & HRD, ibu W ini menyalah nyalahkan & mencari ribut dengan admin ini, pada saat itu saya cuma berpikir mungkin ini salah paham biasa & saya menghindari terlibat dalam konflik ibu ibu (W & admin ini hampir seumuran), & si W mengerjakan silent treatment & bad mouthing ke admin ini di hadapan supplier, management selama hampir 1 tahun kurang lebih seingat saya.
Itu hanyalah sekian dari beberapa konflik yg terjadi yg mungkin akan terlalu banyak apabila saya ceritakan dalam post ini, mungkin sudah dapat dibuat satu buku kalau dirangkum.
Perjalanan Karir
Saya bekerja selama 3 tahun 7 bulan dengan W & so far saya melihat betapa banyak konflik ibu W dengan bagian finance, orang pabrik di lapangan, dengan rekan rekan di Jakarta, bahkan dengan CEO, CFO & banyak lagi.
How to cope?
goodquestion, selama periode tersebut saya sedapat mungkin menghindari konflik dengan W & berusaha memenuhi kemauan beliau, yg walaupun kadang saya juga argue apabila ada hal hal yg tidak make sense yg diperintahkan, tetapi overall periode covid & PPKM menyelamatkan saya juga dari berjumpa W secara direct di kantor & 2 tahun PPKM menyelamatkan saya dari potensi gesekan tersebut karena semua kerjaan melalui WA, call & meeting virtual, saya merasa beruntungYang Diatasmemberikan kesempatan saya untuk bertahan di perusahaan tersebut hingga hampir 4 tahun dengan W yg "kejam".
Puncaknya
Akhirnya ketakutan dari keluarga & pasangan saya mengenai ibu W (karena saya sering bercerita ke pasangan mengenai kelakuan dia) pun jadi nyata pada saat 2023 ini.
Semua masih berjalan normal, tetapi kisruh migor di 2022, pemerintah membatasi export (perusahaan kami hampir 100% produknya diexport dari B*tam) & menciptakan perusahaan jadi tidak dapat beroperasi full, beberapa kali inspeksi serta pemeriksaan dari yg berwenang, supplier yg lepas & tidak menjual bahan baku ke kami lagi da sebagainya, sehingga menciptakanWsemakin senewen & mungkin beliau pun stress oleh karena pressure dari management di Pusat, CEO dll. Saya pun mulai di pressure untuk memenuhi target & ekspektasi dari si W ini, saya pun berusaha sedapatnya berusaha sesuai dengan kapasitas saya.
tetapi yg jadi persoalan adalah masa masa akhir Jan23 hingga saat pengunduran diri saya di Mar23 (dan sesuai periode notifikasi saya terakhir bekerja di 20 Apr23), selama masa masa itu betapa sering W ini berbicara buruk mengenai saya ke supplier, ke CEO, ke HRD & lain lain, betapa dia bilang kinerja saya begitu buruk & lain sebagai nya, & tidak ada satupun yg saya lawan atau bantah karena mengingat W ini masih adalah atasan saya, & saya tidak suka berkonflik atau debat kusir.
your actions speak louder than the lies you tell about the others.. the truth will always reveal itself ~ quote
Dan puncaknya pada 20 Mar23 dimana saya mengajukan pengunduran diri saya karena saya sudah tidak tahan lagi berada dalam tekanan W ini & menciptakan mental saya begitu down beberapa bulan.
Sedikit informasi si ibu W ini memiliki banyak asset & memiliki karir yg bagus, cici nya juga seorang petinggi & kaya raya, dengan kekayaan & jabatan serta koneksi yg dia miliki dia merasa bahwa dunia berputar di sekeliling nya, apakah ini alasan dia begitu melihat rendah sesama ? Sungguh suatu tanda tanya yg dia & Tuhan saja yg dapat mengetahui. Dulu awal awal saya join, beliau sering bermegah bahwa dia sudah berkeliling ke banyak negara & berjumpa banyak bos bos pengusaha besar.
Saya tidak bercerita begini sebagai sarana membenarkan diri, saya juga sadar sebagai manusia kita juga memiliki banyak salah, sehingga saat W ini terus menerus mengerjakan pressure & mempertanyakan kinerja saya dari Jan23, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dengan baik baik di Mar23 (dengan periode notifikasi 1 bulan),untuk memuaskan beliau & saya pun menghindari konflik yg tidak perlu.
Tetapi yg jadi begitu sesak di hati saya adalah per tanggal 18 Apr23, dimana semestinya last day saya 20 Apr23 tetapi management dengan pertimbangan tidak mau membayarkan 2 hari (19,20 Apr) karena Gedung Wisma N sudah tutup & aktivitas perusahaan sudah berkurang karena lebaran jadi mereka memutuskan sepihak saya cuma dihitung 18 hari kerja, & itupun saya terima dengan lapang dada. Si ibu W yg masih kurang puas menjelek jelekan saya didepan banyak orang, pada saat exit clearance masih menuduh saya menghilangkan data perusahaan di laptop saya, & memaksa HRD untuk menahan surat paklaring saya, gaji terakhir saya di Apr23 & mengerjakan proses investigasi sepihak.
Sedikit tambahan, selama Jan hingga Apr begitu banyak silent treatment, bad mouthing yg dilakukan W ini kepada saya yg saya terima dengan ikhlas karena saya di posisi bawahan.
Sampai saat post ini dibuat saya masih berusaha meminta dengan baik baik surat paklaring saya karena ini sangat diperlukan untuk mengurus BPJS saya yg tidaklah seberapa nilainya dibandingkan asset si W ini, untuk gaji saya sudah legowo & tidak mau mempermasalahkan apakah mau diproses atau tidak. Mohon doa nya ya netizen & saya akan mengupdate kembali perkembangan & update update cerita dunia kerja yg penuh suka & duka ini.
Saya masih bimbang apakah mau meneruskan ke jalur disnaker (bipartrit, tripartrit & pengadilan hubungan industrial ) karena selain tidak memiliki koneksi di jalur hukum serta kompetensi, saya juga masih mengharapkan solusi terbaik, semoga tidak hingga ke disnaker.
Karena saya juga mempunyai prinsip tidak mau mencari ribut & berusaha jalan damai, tetapi kebutuhan & cicilan memaksa saya harus memproses BPJS saya & salah satu yg diperlukan adalah surat paklaring ini yg ditahan oleh HRD & si W ini.
Penutup
Buat rekan rekan yg bersedia membaca, apabila bersedia memberikan advice, ataupun bantuan view dari sisi legal & hkm, saya akan merasa sangat terbantu, terima kasih & akhir kata, ada perkataan dari rekan kerja yg membekas di saya & CEO saya, mereka berkata di last meeting dengan saya hidup ini adalah ibarat sebuah petualangan atau perjalanan, mau kenangan baik, hal buruk itu adalah seizin Tuhan & itu akan membentuk kita, tanggapin lah secara positif karena kalau anda jadi negatif, lambat laun anda yg akan terdegradasi & terdistorsi. Stay positif !
Follow me on:
QUORA
Link berita kasus migor:
1
2
3 Hari ini 07:35