• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Tergiur Untung Besar, Giyatno Malah Masuk Bui

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
SxkLK.jpg
Sepak terjang Giyatno warga Dukuh Kalikebo RT 04/08 Desa Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, dalam memproduksi mie menggunakan formalin berakhir di balik jeruji.

Pria yang sudah bergelut dengan mie sejak lima tahun terakhir itu terhenti saat tim buser Polsek Gondangrejo dan Polres Karanganyar sekira pukul 14.00 WIB menggerebek lokasi home industri miliknya.

Dalam pemeriksaan, Giyatno mengaku mendapat keahlian membuat mie dari adiknya.

"Awalnya saya ini tidak bisa membuat mie. Tapi oleh adik saya, saya diajarin membuat mie. Kebetulan adik saya sudah memproduksi mie terlebih dahulu,"ungkap Giyatno, di Mapolres Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (1/9/2014).

Semula mie yang diproduksinya tidak menggunakan formalin, namun karena ada saran dari temannya, Giyatno akhirnya tertarik menggunakan formalin di mie buatannya.

"Atas saran teman dan keuntungan yang didapat,saya pakai formalin. Terus terang saya tidak tahu efek dari penggunaan formalin," jelasnya.

Giyatno mengaku, tak kesulitan dalam mendapatkan formalin. Bahan kimia tersebut dipasok oleh temannya yang saat ini masih dalam pengejaran aparat Kepolisian. Tiap hari Giyatno mendapatkan formalin yang dibeli dengan harga Rp10 ribu per liter.

Setiap adonan mie, Giyatno mencampurkan formalin sebanyak 100-150 cc formalin. Setelah seluruh proses selesai, mie yang telah jadi tersebut dipasarkan. Giyatno mengaku mie buatannya dirinya pasarkan langsung ke pasar-pasar tradisional.

"Sasaran saya pasar tradisional. Tidak ada satu pun yang saya jual ke penjual mie keliling seperti mie ayam atau bakso, semuanya ke pasar. Tak hanya di Karanganyar, tapi ke seluruh pasar di wilayah lainnya,"ungkapnya.

Untuk keuntungannya, Giyatno mengaku mendapatkan Rp100-150 ribu per kilo mie yang dipasarkannya.

Kapolsek Gondangrejo, Sugeng, mengatakan, informasi tersebut berasal dari masyarakat. Tim kemudian dilakukan penyelidikan dan undercover.

"Setelah positif mie yang diproduksi Giyatno menggunakan formalin, langsung kita tangkap. Tidak ada perlawanan, saat ini kita masih terus mengembangkan kasus ini, termasuk pemasok formalin kepada tersangka," ungkapnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.