• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Terbukti Cuci Uang Narkoba, AS Denda HSBC

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
C6fpx.jpg

bunk terkemuka HSBC harus denda sebesar 1,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp18,2 triliun kepada pemerintah AS dalam penyelesaian kasus pencucian uang.

Jumlah denda ini merupakan yang terbesar dalam kasus pencucian uang tersebut.

HSBC yang berbasis di Inggris ini dikenakan sanksi di Amerika Serikat karena diduga membantu pencucian uang milik kartel narkoba.

Awal tahun ini, HSBC mengakui bahwa mereka memiliki sistem pengawasan pencucian uang yang buruk menyusul penyelidikan yang dilakukan Senat AS.

Bulan lalu mereka mengumumkan telah menyiapkan danang sebesar 1,5 miliar dollar AS untuk menutup biaya setiap penyelesaian atau denda yang disebabkan kasus ini.

Dalam laporan Wal Street Journal disebutkan bahwa kesepakatan denda ini akan diumumkan paling cepat Selasa (11/12/2012).

Selain HSBC, bunk Standard Chartered Inggris juga akan membayar denda sebesar 300 juta dollar AS atau sekitar Rp2,8 triliun karena melanggar kebijakan sanksi AS.

Bandar Narkoba dan Iran

Biaya penyelesaian HSBC sebesar 1,9 miliar dollar AS ini diperkirakan termasuk denda 1,25 miliar dollar AS dan denda sipil sebesar 650 juta dollar AS.

Besarnya biaya denda ini telah diperkirakan sebelumnya menyusul sebuah laporan dari Senat AS - dirilis awal tahun ini - yang mengkritik dengan tajam sistem pengawasan pencucian uang HSBC.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa banyak akun HSBC di Meksiko dan AS yang digunakan oleh bandar narkoba untuk mencuci uang mereka.

Juga disebutkan bahwa HSBC secara rutin berhubungan dengan Iran, Korea Utara dan negara lain yang terkena sanksi larangan berbisnis dari AS.

HSBC sendiri mengakui sistem pengawasan pencucian yang mereka tidak cukup kuat menyusul laporan Senat.

Pada Selasa, perusahaan multinasional yang berbasis di London ini mengumumkan telah menunjuk Bob Werner, mantan pejabat AS, sebagai kepala kepatuhan kejahatan keuangan.

Bob Werner sebelumnya menjabat Kepala Pengawasan Aset Asing di Kementerian Keuangan AS - lembaga yang bertanggung jawab untuk menegakkan sanksi AS terhadap negara-negara lain termasuk Iran.

Dia akan bertanggung jawab untuk memperkuat sistem anti pencucian uang dan sanksi kepatuhan HSBC.
 
bisa kena jerat hukum berat tuh kayaknya
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.