Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Dokpri
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, GanSist. Selamat hari Jumat. Semoga segala yg baik-baik menghampiri Agan & Sista hari ini.
Sudah lama enggak menulis, rasanya agak aneh pas mau nulis lagi. Tapi, bagaimanapun itu, saya merasa kesulitan untuk pergi lebih jauh lagi dari banyak hal seputar literasi. Untuk itu, pada kesempatan kali ini saya mau review salah satu buku terbitan Pena Baswara Publisher cabang Makassar.
Aku milih buku ini untuk dibaca & di-review karena menurutku ... temanya menarik, cara penyampaian tulisannya juga mengalir & bahasa yg dipakai tidak berat, alias mudah dipahami.
Oke, tanpa berlama-lama lagi. Yuk, kita kenalan dulu sama bukunya.
Dokpri
Nama penulis: Salya Ningrum
Judul buku: Tepian Kasih Tak Berakhir
QRCBN: 62-282-9445-610
Blurb:
Perasaan Salma & Yudasuaminyasangat terpukul saat mengetahui anak laki-laki mereka divonis mengidap autisme oleh dokter. Ketekunan Salma menerapkan sesi terapi, menciptakan Andianaknyaberhasil keluar dari penyakitnya. Andi bahkan dapat mendapat beasiswa S2 ke luar negeri.
Saat semua mulai dirasakan baik-baik saja, cobaan justru datang dari suaminya yg tergoda dengan perempuan lain. Salma dapat melalui semua cobaan meskipun akhirnya bahtera rumah tangganya kandas. Hingga di akhir cerita Salma harus menentukan siapa yg akan jadi pendamping terakhir di hidupnya.
Apakah Salma akan memilih rujuk dengan suaminya yg sudah ditinggalkan istri barunya atau menerima lamaran Mas Rasyid, kakak seniornya di kampus dulu?
Dalam tulisan yg dibuat oleh Kak Salya Ningrum ini, saya suka tema yg diangkatnya. Tentang Psikologi & saya suka membacanya. Di sini, saya belajar banyak & agak tertampar juga rasanya.
Kenapa? Karena di sana digambarkan tentang seorang Ibu yg tetap semangat mendampingi tumbuh kembang anaknya yg autis.
Aku juga jadi teringat sama salah satu siswaku kemarin pas ngajar, dia hampir mirip seperti penggambaran tokoh yg dibuat sama Kak Salya ini. Hanya saja, saya tidak berkenalan lama dengan anak manis itu, karena dia yg harus terapi beberapa kali setiap pekan & saya yg tiba-tiba jatuh sakit & memilih berhenti mengajar dulu. Toh, saya juga harus melanjutkan pendidikan magister terlebih dahulu. Biar ilmu yg didapat juga nambah.
Oke, balik lagi ke tulisan ini.
Temanya mungkin bagi orang lain enggak terlalu wah, ya. Cuman cara eksekusinya saya suka. Bikin ngalir saja bacanya & enggak bikin mumet bin harus mikir keras. Bahasanya mudah dipahami & jelas. Padahal, ini membahas tentang anak yg autis.
Selain itu, ceritanya tidak monoton cuma seputar si anakAndi namanyayang diceritakan di sini, karena ada selipan cerita tentang suami dari si Ibu yg ternyata mengejutkan di bagian menuju akhir cerita. Juga menceritakan perjalanan hidup Andi setelah ia berhenti terapi, & Andi ini juga ceritanya sekolahnya bukan di SLB, tetapi sekolah umum. So, untuk tahu kisah lengkapnya, dapat baca di bukunya saja.
Sekian ulasan yg dapat saya berikan, semoga dengan begini, ke depannya saya dapat semakin semangat lagi untuk belajar & lebih banyak membaca. Semoga tulisan ini juga bermanfaat untuk yg lain. Terutama bagi yg butuh motivasi karena memiliki penggambaran cerita yg hampir serupa dengan kisah si tokoh dalam buku ini.
Mohon maaf atas segala kekurangan. Terima kasih.
Adiva Azzahra,
Gowa, 23 Juni 2023
Sumber: Pendapat Adiva Pribadi
Hari ini 07:47Gowa, 23 Juni 2023
Sumber: Pendapat Adiva Pribadi