facebookeb
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 210735
- Sejak
- 9 Jan 2013
- Pesan
- 7.471
- Nilai reaksi
- 100
- Poin
- 48
Dalam video yang diunggah Reuters TV, Minggu, 20 Oktober 2013, tentara Kenya terlihat sibuk menggasak berbagai telepon seluler di sebuah toko handphone. Beberapa tentara lainnya, asyik menguras isi sebuah gerai transfer uang.
Rekaman lainnya menunjukkan beberapa tentara menenteng plastik belanja dari supermarket Nakumatt, tempat warga kaya Kenya membeli berbagai macam barang, mulai dari TV hingga roti Prancis. Saat itu, teroris asal Somalia masih bercokol di dalam mal, menyandera beberapa orang.
Hanya beberapa meter dari toko yang mereka jarah, terlihat genangan darah. Sebelumnya, di titik itu, seorang pria yang merangkak di lantai ditembak lima kali dari jarak dekat oleh seorang pria bersenjata.
Insiden yang menewaskan 67 orang itu berakhir dengan kemenangan tentara. Namun, penjarahan itu tidak ayal mencoreng citra mereka. Surat kabar utama Kenya, The Nation, memberi judul besar di halaman muka: "Tentara Memalukan Menjarah Mal Westgate", di bawahnya ada keterangan foto, "tertangkap kamera."
Komite pertahanan di parlemen mengatakan bahwa isu penjarahan oleh tentara adalah berita bohong. Namun rekaman CCTV menjadi buktinya, membuat kepercayaan rakyat terhadap tentara mereka terpuruk.
"CCTV adalah kebenarannya," kata mahasiswa University of Nairobi, Ndeva Vitalis.
Padahal sebelumnya, angkatan bersenjata Kenya dianggap sebagai salah satu institusi paling profesional di negara itu. Warga Kenya mengatakan bahwa kebusukan tentara ini tidak akan diungkap lebih lanjut, karena seperti yang sudah-sudah, elit politik korup akan menutupinya.
"Rekaman CCTV membuat saya kehilangan kepercayaan pada KDF (Angkatan Bersenjata Kenya), yang sebelumnya kami dukung penuh karena melawan al-Shabaab di Somalia. Sekarang mereka berusaha menutupinya," kata seorang dokter di Nairobi yang tidak ingin disebut namanya.
Para pemilik toko di mal itu membenarkan hal ini. Sekembalinya ke toko, mereka mendapati berbagai ponsel, jam tangan mewah buatan Swiss, pakaian desainer ternama dan berbagai barang lainnya hilang dari rak. Uang di kasir juga raib.
"Orang-orang ini yang kita percayakan menjaga keamanan, dan mereka telah mengecewakan kita," kata Anne Njiru, seorang guru.