• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Tentang Lisan

Samantha

IndoForum Senior B
No. Urut
43737
Sejak
17 Mei 2008
Pesan
6.450
Nilai reaksi
157
Poin
63
Belum dinamakan lurus keimanan seseorang itu, sehingga lurus pula hatinya dan belum juga dinamakan lurus hatinya itu, sehingga luruslah lisannya [H.R. Ibnu Abiddunya dan Kharaiti']

Kualitas seseorang bisa terlihat dari kemampuan menjaga lisannya. Sebaik-baik perkataan adalah perkataan yang sanggup mengatakan kebenaran dan ketika Rasulullah ditanya akhlaknya, beliau menjawab akhlak beliau adalah Al-Quran.

Rasul termasuk orang yang jarang berbicara tetapi sekali berbicara bisa dipastikan kebenarannya.

Lisan adalah karunia yang Allah berikan kepada kita, agar bisa saling berkomunikasi dan saling mengingatkan, antar sesama

tapi terkadang karena lisan pulalah banyak orang yang tergelincir jatuh harga dirinya

ada orang yang kalau berbicara selalu sibuk menceritakan peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi, kita tidak dilarang menceritakan peristiwa-peristiwa tapi yang pasti harus ada manfaatnya.

ada pula orang yang kalau bicara selalu mengeluh, mencela dan menghina.

bahkan ada pula orang yang kalau bicara, selalu sibuk menyebutkan tentang dirinya dan juga jasanya, seakan semua orang harus tahu bahwa dia itu telah berjasa, air gelas yang kosong maunya di isi terus, orang yang kosong dari harga diri maunya selalu di hargai

ada juga yang senang menceritakan keburukan orang lain atau juga disebut ghibah, dan dalam islam hal ini sangat dilarang

akan sangat panjang uraian lisan kalau mau dijabarkan semuanya,

begitulah gambaran sepintas tentang lisan yang ternyata kualitas ucapan kita ini sangat mencerminkan isi hati kita, betullah apa yang dikatakan hadist diatas bahwa lisan ini mencerminkan keimanan seseorang

dan sekarang yang harus kita lakukan adalah selalu melatih diri agar ucapan dan perkataan yang keluar dari mulut kita itu selalu ada manfaatnya, "berkatalah benar atau diam" inilah pilihannya

semoga kita memiliki keterampilan untuk menjaga lisan ini, karena makin banyak bicara, makin banyak peluang untuk tegelincir lidah kita yang akan menjadi dosa, juga kehormatan kita akan runtuh. insya Allah


semoga bermanfaat

source: Facebook teman
 
mulut lebih tajam daripada silet...

nice info teh :-bd
 
Seorang yang alim, bisa aja masuk neraka jahanam, hanya karena lisannya :D
 
lidah manusia itu bisa menjadi faktor yang bisa mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah, namun juga bisa menyebabkan kecelakaan yang besar bagi pemiliknya.
"Sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang termasuk keridhaan Allah, dia tidak menganggapnya penting; dengan sebab satu kalimat itu Allah menaikkannya beberapa derajat. Dan sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang termasuk kemurkaan Allah, dia tidak menganggapnya penting; dengan sebab satu kalimat itu dia terjungkal di dalam neraka Jahannam". [HR al-Bukhâri, no. 6478].
Al-Hafizh Ibnu Hajar al-'Asqalani rahimahullah menjelaskan makna "dia tidak menganggapnya penting", yaitu dia tidak memperhatikan dengan fikirannya dan tidak memikirkan akibat perkataannya, serta tidak menduga bahwa kalimat itu akan mempengaruhi sesuatu. [Lihat Fat-hul-Bâri, penjelasan hadits no. 6478]

Menjaga lidah disebut juga hifzhul-lisân. Lidah itu sendiri merupakan anggota badan yang benar-benar perlu dijaga dan dikendalikan. Lidah memiliki fungsi sebagai penerjemah dan pengungkap isi hati. Oleh karena itu, setelah Nabi n memerintahkan seseorang beristiqomah, kemudian mewasiatkan pula untuk menjaga lisan. Keterjagaan dan lurusnya lidah sangat berkaitan dengan kelurusan hati dan keimanan seseorang.

Di dalam Musnad Imam Ahmad, dari Anas bin Mâlik , dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda.

لَا يَسْتَقِيمُ إِيمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيمَ قَلْبُهُ وَلَا يَسْتَقِيمُ قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيمَ لِسَانُهُ وَلَا يَدْخُلُ رَجُلٌ الْجَنَّةَ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ​

"Iman seorang hamba tidak akan istiqomah, sehingga hatinya istiqomah. Dan hati seorang hamba tidak akan istiqomah, sehingga lisannya istiqomah. Dan orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatan-kejahatannya, ia tidak akan masuk surga".[HR Ahmad, no. 12636, dihasankan oleh Syaikh Salim al-Hilali dalam Bahjatun-Nazhirin, 3/13]
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.