Saya coba jawab berdasarkan apa yg sy pelajari:
1.Peperangan ya, tapi kekerasan tidak.
Maksudnya adalah perang melawan hawa nafsu, perang melawan kebathilan, perang melawan kebodohan, ketidak tahu-an, ketidak pahaman dalam Aqidah dll. Semua itu dilakukan dengan jalan dakwah, mengajarkan, menganjurkan.
Karena perang "fisik" cenderung lebih menimbulkan kerusakan di muka bumi dari pada perbaikan.Maka itu diutus Rasul untuk membuat "perbaikan", dengan dakwah, bukan dengan jalan kekerasan:
"Oleh karena itu kami tetapkan (suatu hukum) bagi bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat KERUSAKAN di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan menusia semuannya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (keterangan-keterangan) yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat KERUSAKAN di muka bumi. (QS. 5:32)
"Dan PERANGilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas". (QS. 2:190)
Jadi tersirat di dua ayat diatas, sampaikan kabar gembira (Al-Qur'an) tersebut dengan jalan dakwah yang damai, dengan tidak membuat kerusakan apalagi membunuh secara "fisik".
....Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya dan mereka berbuat KERUSAKAN dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat KERUSAKAN. (QS. 5:64)
2. Ke-"Islam"an seseorang tidak bisa dinilai atau tidak ada kaitannya dengan "visualnya" atau penampilannya, cara berpakaian atau berpenampilan cenderung dipengaruhi oleh budaya. sedang yang dimaksud Islam disini adalah cara berfikirnya/ Prinsipnya serta tindakan yg selalu berdasarkan Al-Qur'an.
..."Kepunyaan Allah-lah Timur dan Barat; Dia memberi PETUNJUK kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus". (QS. 2:142)
3. Allah "menjamin" mengenai hal tsb dalam Al-Qur'an:
"Dan apabila dikatakan kepada mereka: Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah. Mereka menjawab: (Tidak) tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami. (Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat Petunjuk?. (QS. 2:170)
Kami berfirman: Turunlah kamu dari surga itu! Kemudian jika datang Petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti Petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 2:38.
Kesimpulannya:
"Manusia itu adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi Petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi Petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (QS. 2:213).
Kalau tulisan diatas ada yg kesalahan, saya cuma manusia.
Kalau ada kebenaran semata2 datangnya dari Allah, bukan dari saya.