Fenomena Film Ayat-Ayat Cinta
29 03 2008
“Ayat-Ayat Cinta”, tiga suku kata yang dapat menyihir jutaan orang di Indonesia. Bukunya telah berhasil terjual lebih kurang 400.000 eksemplar. Filmnya hingga saat ini telah ditonton 3,5 juta orang dan angka tersebut masih dapat bertambah karena film tersebut belumlah selesai ditayangkan di bioskop-bioskop Indonesia. Angka yang dapat membelalak mata setiap orang. Kesuksesannya tersebut tak jauh dari sang penulis karya fenomenal tersebut, Habibburahman El-Shirazy. Rangkaian kata-kata indah serta pelajaran tentang cinta dan Islam memikat hati jutaan rakyat Indonesia penikmat film dan buku. Perbedaan terdapat di antara buku dan filmnya, namun dialog dan kata-kata yang sarat akan makna benar-benar terdapat di keduanya. Beberapa orang menyatakan bahwa hatinya gerimis ketika membaca ataupun menyaksikan filmnya.
Saat ini yang paling hangat dijadikan pembicaraan adalah filmnya yang fenomenal, tak kalah dengan bukunya. Film tersebut telah menewaskan angka penonton beberapa film box office Indonesia lainnya. Naga Bonar jadi 2 dan Get Married berhasil di kalahkan. Sedikit lagi jika sudah mencapai angka lebih dari 4 juta penonton, film Indonesia yang merupakan film dikala awal hidupnya kembali film Indonesia yakni Ada Apa Dengan Cinta? pun akan dikalahkan. Tetapi dibalik keberhasilan semua film tersebut, film Ayat-Ayat Cinta berhasil menarik perhatian jutaan penonton dalam kurun waktu sangat cepat. 3,5 juta penonton dalam waktu sekitar satu bulan lebih. AADC sendiri berhasil mencapai angka 4 juta penonton dalam waktu 4 bulan, cukup lama dibandingkan AAC.
Bukan hanya dari segi cerita dan jumlah penontonnya yang membuat film tersebut fenomenal. Film tersebut telah menarik perhatian petinggi-petinggi negara Indonesia seperti wakil presiden dan presiden. Belum ada film Indonesia yang ditonton oleh dua orang paling penting di negara. Wakil presiden Jusuf Kalla menonton film tersebut dengan istri dan beberapa menteri di XXI Plaza Senayan. Wapres menyatakan bahwa film tersebut membuatnya urung untuk keluar sedetikpun untuk ke kamar kecil. Selain itu wapres melihat bahwa film tersebut membuat penonton dihadapkan pada alasan rasionalitas yang terdapat dalam alur cerita. Ia memuji hasil karya anak bangsa tersebut. Presiden SBY seakan tak mau kalah dengan Wapres Jusuf Kalla, beliau menonton film tersebut bersama keluarga, beberapa menteri, dan duta-duta besar. Beliau menontonnya di XXI EX, sebanyak 4 studio menayangkan film yang sama, yakni Ayat-Ayat Cinta. XXI EX ditutup untuk umum selama presiden menonton. Presiden menyatakan bahwa beliau harus menyeka air matanya ketika melihat bagian-bagian dari film tersebut. Beliau tersentuh akan cerita yang sarat akan pelajaran mengenai agama Islam tersebut. Ia berharap bahwa film-film Indonesia akan menjadi tuan rumah di negara sendiri. Pujian mengalir dari mulut sang pemimpin negara.
Fenomenal bukan? Presiden hingga menyempatkan waktunya untuk menonton film tersebut. Carissa Puteri, pemeran Maria menyatakan sangat senang bahwa film layar lebar perdananya dapat ditonton oleh pemimpin negara, ia tak menyangka film layar lebar perdananya tersebut dapat menarik perhatian jutaan orang. Namun, kisah pembajakan mencoreng kesuksesan tersebut. Ribuan CD bajakan Ayat-Ayat Cinta tersebar luas di beberapa penjaja CD film. Tak seharusnya mereka membajak, film anak Indonesia dibajak? Janganlah memperburuk keadaan negara. Pembelinya pun tak seharusnya mengeluarkan uang demi menonton CD bajakan. Hargailah karya anak bangsa, menonton di bioskop tidaklah mahal. Beberapa bioskop memasang tarif murah, apa ruginya menonton di bioskop? Janganlah pula mengupload hasil bajakan film tersebut dalam komputer, upaya tersebut hanya akan merugikan pihak pembuat dan pemain film. Hendaklah kita tidak merugikan orang lain dengan perbuatan kita. Tonton yang asli, bukan yang bajakan.
sumber gambar:
www.ayatayatcintathemovie.com